
Yang sudah hancur, takkan kembali seperti semula. Namun dapat diperbaiki. Ya, yang pantas kau benci adalah aku.
Rated: Fiction K+ - Indonesian - Angst - Words: 405 - Published: 04-02-11 - Status: Complete - id: 2904486
|
|
A+ A- |
Karya perdana di FictionPress. Tak usah diragukan lagi keabalannya, tapi ini adalah kejujurannya si penulis. :D
Selamat membaca! ^__^
.
#~**~#
.
Tak layak dengan bayang rupa di benakmu
Penuh bohong kala kuberkata
Penuh palsu tatkala kubersikap
Penuh salah yang tak ingin tertangkap basah
Penuh tindak laku bodoh walau dikaruniai akal cerdas
Aku si muka dua
Yang tertawa di atas kesedihannya
Yang berbahagia menginjak penderitaannya
Tak acuh pada kepiluannya seorang diri
Pengecut berarmor pahlawan tanpa cela
…adalah aku…
Yang pantas untuk dibenci
.
Inginku adalah hak
Biar malas tunaikan kewajiban
Pula tak ingin bertanggung jawab
Dimanjakan oleh situasi
Disayangi oleh kondisi
Terbuai oleh timangan nafsu senang yang semu
…adalah aku…
Yang pantas untuk kau benci.
.
Sepenuhnya sadar menyelebungiku
Mata ini bergulir gelisah melirik waktu
Tak berhenti detik bergulir
Merangkak pasti meraih tiada
Menghabiskan waktu jalinan takdir
Tak akan berhenti atau melambat
Takkan bisa dihentikan
Dan kukehabisan waktu
Sang waktu tinggalkanku
Setelah kutinggalkan dan abaikannya di langkah awal
Waktu kalahkanku
Yang pengecut untuk menanggung konsekuensi
Yang dikalahkan keburukkan diri
Dan dihempaskannya sadarku
Pada kenyataan pahit
Hukuman habis sabar menunggu
Ingin mengeksekusi kebodohanku hingga kujera
Atas tingkah menyia-nyiakan waktu si penguasa
Di ujung kekalutanku
Di pinggir kebingunganku
Di tepi kesedihanku
Di batas amarah pada diri
Sang sesal merengkuhku yang tenggelam
Dibutakan bermacam rasa memporak-poranda hati
Hingga sadar perlahan menyembul di balik sesal
Tak guna walau kuperbaiki
Tak pantas walau kuharus mengemis
Tak layak jika kumeminta
Andaikata waktu dapat diulang
Seandainya aku mengiba seperti itupun
Waktu tak sudi berjalan mundur
.
Omong kosong!
.
Tingkah pecundang semacam itu
Takkan kubiarkan menenggelamkanku lagi
Sadar menghempaskanku pada kenyataan
.
"Yang sudah hancur
Takkan kembali seperti semula
Namun dapat diperbaiki."
.
Itulah yang harus kulakukan
Tak usah lagi kubuang waktu
Waktuku yang masih tersisa
Untuk memperbaiki semuanya
Semua yang tertinggal
.
Bagai menyulam kembali sehelai syal
Merajut kembali yang telah koyak
Menutupi celah rusaknya
Dengan taburan hiasan
Dan kembali mengenakannya
Menyelendangkannya sebagai penghangat
Yang telah indah walau sempat terkoyak
.
Kendati ribuan kata telah kurangkai
Hingga terjalin untaian puisi
Sarat makna kebajikan
Penuh akan semangat
Pantang menyerah pada takdir yang berkuasa
Bagai tak mampu ditaklukkan waktu
Namun aku tetaplah aku
Yang bahkan berkutik pun tak mampu
Ditenggelamkan jerat keputusasaan yang membelenggu
Di pojok hati ini
Aku tergugu bisu
.
Ya
Sosok yang dihujani pandangan miris itu
Yang dilimpahi tatapan iba
Namun tak mengemis belas-kasih
Yang terpuruk
Dan yang pantas untuk kau benci
Adalah aku
.
#~**~#
.
Kritik dan saran yang membangun selalu ditunggu kehadirannya! Terima kasih sudah menyempatkan membaca. ^__^
.
Sweet smile,
Light
|
||||||