Fiction » Manga »

scared syndrome
Author:
project-missing PM
Adaptasi Big Brother Indonesia. Warning: Gaje! Abal! dsb... Tentang sekolah yang punya klub detektif bernama sama dengan judulnya. klub ini mendapat masalah besar setelah salah satu anggotanya tewas secara misterius. Ch.4 updated
Rated: Fiction T - Indonesian - Mystery/Supernatural - Chapters: 6 - Words: 4,104 - Reviews: 2 - Follows: 1 - Updated: 08-17-12 - Published: 09-03-11 - id: 2949293
A+  A-   Full 3/4 1/2 Expand Tighten

scared syndrome:
chapter 5: open your eyes to see what happen…

"Aku harus kasih tahu yang lain…"
Masashi pun bergegas mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke base camp karena ia menemukan sesuatu yang dapat menjadi bukti…
Ia pun ternyata sudah ditunggu oleh Daisuke di depan rumahnya…
ia pun langsung menaiki mobil Daisuke…
Ternyata, didalam mobil sudah ada Marina, Tomoya, Eri, Himeka, Hiroshi, Hayashi, dan Jun.
"Pagi Semua… Aku baru bangun… untung udah mandi…" ujar Masashi.
"Lalu curhat?" ujar Himeka dengan nada mengejek…
"Udah-udah… udahan deh adu mulutnya…" ujar Marina menenangkan.
Mereka berdua pun diam tak bersuara mendengar perkataan Marina.
"Lalu, gimana kabarnya tentang si pembunuh? Udah ada informasi tambahan?" Tanya Tomoya.
"Baru aku mau kasih tahu kalian tentang masalah ini…" jawab Masashi.
"Emang ada masalah apa?" Tanya Hayashi.
"Si Pembunuh memberikan postingannya ke situs pribadiku…" lanjut Masashi.
"Apa? Itu berarti kita harus cepat pergi ke base camp untuk membuka situs tersebut…" seru Daisuke sambil menaikkan kecepatan mobilnya
"Ide yang bagus…" lanjut Hiroshi
"Kurasa ini bisa dijadikan sebagai bukti…" ujar Jun.
"Sebaiknya, jangan dulu diberikan sama polisi… Biar kita selidiki dulu!" jawab Masashi dengan lugas…
"Setuju!" jawab Jun.
Mobil pun melaju kencang dan setelah beberapa menit, sampai di base camp. Ternyata, Mine, Sano, Tamaki dan Rena sudah menunggu di base camp.
"Eh, Kalian… Nunggu lama?" Tanya Daisuke sambil turun dari mobil.
"Nggak, kok… Cuma beberapa menit saja…" jawab Rena.
Tiba-tiba, seseorang datang menghampiri mereka semua dan berkata "Sebenarnya yang nunggu lama itu saya! Kemana saja kalian dari tadi?"
"Bu Risa, Kami baru berangkat… Masashi baru bangun… beruntung dia udah mandi…" ujar Jun
"Kalau kami memang baru sampai…" ujar Mine
"Ok, kita masuk!" seru Bu Risa.
"OK!"

-

Mereka pun masuk ke base camp… Ya, tampak berbeda dari ruang sekretariat di sekolah. Dan kenapa mereka pagi-pagi bisa ada di base camp? Sekolah libur gara-gara penyelidikan kasus kematian Rin Kurosaki…
Di base camp ini, ternyata memiliki rancangan computer dan berbagai supercomputer yang dapat melacak informasi yang ada…
Setelah lama berjalan di base camp yang luas ini, Mereka pun sampai di ruang Aula yang juga cukup bagi 14 orang itu…

-

"Ok, kita mulai rapat kita! Sejauh ini, ada informasi yang kalian dapat?"
"Begini, saya menemukan postingan si pembunuh di situs pribadi saya…" jelas Masashi.
"Apa? Kamu serius?" Tanya bu Risa.
"Ya, bu…" lanjut Masashi
"Apa isinya?" Tanya Mine
"Lihat saja besok! Kami akan membuat perhitungan dengan kalian… by: TC" ujar Masashi
"TC?" Tanya Rena.
"Iya, TC! Itulah pembunuh Rin! Tapi, kenapa dia bisa memposting hal seperti itu di situs pribadiku?" ujar Masashi heran.
"Mungkin, si pembunuh akan melakukan aksi dalam waktu dekat…" ujar Jun.
"Tapi, apa itu mungkin?" Tanya Marina
"Atau jangan-jangan… ada sesuatu yang diincarnya…" ujar Tomoya.
"Apa itu?"

Favorite : Story Author   Follow : Story Author

  .    .