Fiction » Manga »

One Prologue
Author:
Niutaki Sougo PM
Hidupku berubah hanya dalam 10 hari menjelang Natal...
Rated: Fiction T - Indonesian - Friendship - Words: 2,130 - Published: 12-16-11 - Status: Complete - id: 2980067
A+  A-   Full 3/4 1/2 Expand Tighten

Hidupku berubah hanya dalam 10 hari menjelang Natal...

One Prologue

Status: One Shot

Aku murid SMU Ritsugen kelas 3, aku memiliki kebiasaan merayakan Natal sendirian disekolah. 10 hari lagi adalah hari Natal.

Aku ingin sekali bertemu seseorang yang mau menemaniku merayakan hari Natal di umurku yang 17 tahun ini.

Mama dan Papa sibuk di Amerika dengan pekerjaan mereka. Aku hanya seorang diri...

TING...TONG...

Disekolah, aku tidak mempunyai teman.

Karena disekolah hanya aku yang tidak bisa apa-apa dan tidak berguna. Tidak ada yang mau mengajakku berbicara apalagi becanda.

''Anak-anak, akan ada anak baru yang masuk kekelas kalian.'' kata Sensei masuk dengan seorang cewek yang sangat cantik dan imutnya.

''namaku, Hareda Kimori. Salam kenal!'' senyumnya.

Ya ampun, sangat manis. Aku yang cewek saja sampai terpesona. Semua anak juga tampak menyukainya. Dia duduk diseberangku.

Aku lihat, Kimori agak kebingungan mengerti tulisan Sensei.

Dia pasti butuh menyesuaian diri.

''Hareda, bisa kubantu?'' tanyaku.

''eh?'' bingung Hareda Kimori.

''iya, aku lihat kamu kebingungan.'' kataku.

''iya..'' jawab Hareda.

''ini pakai catatanku, aku sudah melingkari hal-hal dasar yang harus kamu baca dan mengerti.'' kataku memberikan catatanku.

''iya. Thanks ya! Namamu siapa?'' tanya Hareda.

''namaku Ritsuka Aki.'' jawabku.

''Ritsuka, hmm, panggil saja aku Kimori.'' kata Kimori begitu ramahnya.

Apakah aku bisa berteman dengannya? Tampaknya dia cerdas dan akan jadi populer.

Apakah dia mau berteman dengan orang yang tidak berguna sepertiku?

TING...TONG...

''Ritsuka, aku sudah mengerti berkat catatanmu! Thanks ya!'' kata Kimori tersenyum manis sekali.

''iya. Mau berkeliling ber...'' kataku agak malu mau mengajaknya berkeliling sekolah.

''Kimori, berkeliling yuk! Sedang apa bersama anak itu?'' kata anak-anak dikelas.

''Kimori bisa pergi bersama mereka kok!'' kataku langsung duduk dibangkuku lagi dengan murung.

''eh? Ayo!'' kata Kimori langsung menarikku dan membawaku keluar begitu saja..

''kya...'' kagetku langsung ditarik Kimori.

Diluar kelas, aku dan Kimori berjalan-jalan keliling sekolah.

''kenapa kamu murung dan menyendiri sih?'' sebal Kimori tampak mau memarahiku.

''ma...maaf. Tapi disini memang tidak ada yang mau berteman denganku.

Akukan tidak mau memaksa mereka semua.'' kataku agak sedih.

Awalnya, mereka menganggapku ada, setelah mereka tahu aku tidak berguna, mereka membuangku layaknya benda mati tidak berperasaan.

''aku mengerti.'' kata Kimori.

''eh?'' bingungku melihatnya.

''aku pernah merasakannya, dan aku tahu persis bagaimana perasaanmu. Tapi, kamu tidak perlu menyendiri ataupun merasa rendah diri. Aku benci sekali orang sepertimu.'' kata Kimori tegas sekali padaku.

''i...iya!'' jawabku agak senang.

Entah kenapa, aku merasa, kata-katanya sungguh membuatku tenang.

Aku ingin menjadi seperti Kimori yang kuat dan cantik.

Setelah beberapa hari berlalu,

Kimori menjadi benar-benar populer. Prestasinya dalam pelajaran, basket, melukis, dan membaca sangat hebat! Aku sangat salut melihatnya. Entah bisa ada cewek perfect sepertinya...

Aku berharap bisa menjadi sepertinya. Banyak cowok yang mengajaknya kencan dan sebagainya. Kecantikan Kimori juga bisa menyaingi kecantikkan ratu sekolah lho. Semakin banyak teman Kimori, semakin banyak juga musuh Kimori. Aku sedikit cemas padanya, karena dia bisa ditindas oleh anak-anak yang membencinya.

''halo!'' sapa Kimori tiba-tiba.

''eh? Kimori sedang apa?'' tanyaku.

''hahaha, mencarimu. Aku kira tadi kamu ada dikelas, ternyata disini.'' kata Kimori melihatku didepan UKS.

''iya.'' jawabku.

Ya... Semoga saja tidak terjadi apa-apa...

Hmm, 5 hari lagi adalah hari Natal. Aku harus menyiapkan kado-kado yang bagus. Sebenarnya, aku melakukan pesta natal disekolah sendirian, ada alasan lain. Semua itu kulakukan karena aku bodoh dan selalu sendirian.

Dikelas,

''eh, ingat gak, pasti pagi hari setelah malam Natal, pasti akan ada kado dikelas kita. Iya Santa kelas.

'' kata anak-anak.

''iya, bahkan pernah kami selidiki, malah cuma bertemu Sensei dan kena hukum.'' kata anak-anak.

''eh, apa benar bisa seperti itu?'' tanya Kimori terlihat bingung mendengarnya.

''iya, selalu ada kado dipagi setelah Malam Natal. Pasti seru ya...'' kataku tersenyum senang.

''iya.'' jawab Kimori.

Aku memang mulai dekat dengan Kimori, karena kebaikkannya itu. Dia tidak pernah membedakan siapapun, kecuali ada yang menindasnya atau menindas orang lain.

Semuanya menyukai Kimori, tapi mereka tidak menyukaiku.

Karena aku selalu berada disamping Kimori dan itu membuat Kimori hanya bersamaku dan tidak bersama mereka.

Hari keempat sebelum Pagi Natal,

semua anak sudah mulai memikirkan hadiah yang akan mereka beli dan mereka tujukan kepada siapa. Semasa hidupku, aku tidak pernah mendapat satupun kado Natal.

Tapi tetap tidak merubah semua prinsipku tentang Natal.

Natal adalah sesuatu dimana kita akan menerima kebahagiaan diatas kebahagiaan. Semakin banyak hadiah dan kebahagiaan, malam Natal akan semakin meriah!

Ini adalah tahun terakhir aku di Ritsugen, apakah aku akan mendapat kenangan yang kuinginkan? Mungkin tidak.

''Ritsuka, kamu sedang apa melamun disana?'' tanya Kimori menatapku.

''aku cuma ingin melewatkan natal yang indah nanti.'' kataku.

PLUK...

''iya, rayakan bersamaku.'' kata Kimori memegang kepalaku.

Tangannya besar juga ya, dan aku suka sekali.

''apakah kamu mau, Kimori?'' tanyaku.

''kenapa tidak, Ritsuka? 6 hari aku disini, aku merasa cukup senang ditemani olehmu. Dan dari awal aku ingin merayakan natal bersamamu.'' kata Kimori tersenyum.

Aku...

''iya, aku mau!'' semangatku.

Aku seperti ditarik oleh Kimori didalam kata-katanya itu.

''apa bisa bahagia merayakan natal bersamaku?'' tanyaku.

''bisa dan akan sangat membahagiakan, karena aku menyukaimu.'' kata Kimori.

''a...apa?'' bingungku.

''iya... Hahaha, lupakan saja! Ayo kita segera duduk dibangku masing-masing, sebentar lagi pasti bel masuk!'' kata Kimori langsung pergi kebangkunya.

Iya, mungkin saja akan ada sosok Kimori ditahun terakhirku ini...

TING...TONG...

''Ohayou, Minna.'' sapa Sensei masuk kekelas.

Tampaknya akan ada tugas berat menunggu.

''Minna, hari ini kalian akan membuat hiasan Natal untuk Malam Natal nanti.'' kata Sensei.

''seperti apa Sensei?'' tanya Kimori dikelas.

''seperti topi natal, kaos kaki natal dengan barang seadanya digudang.'' kata Sensei.

''oh begitu...'' jawab Kimori.

''terima kasih untuk pertanyaannya, sekarang akan dibagi 5 kelompok. 5 kelompok yang berisi 5 orang. Semuanya langsung saling menunjuk, aku tidak ada yang menunjuk. ''psst...psst... Ritsuka.'' panggil Kimori.

''eh?'' jawabku.

''bersamaku.'' kata Kimori.

''lalu sisanya?'' tanyaku. ''ada Kyo, Sasami, dan Aoi.'' jawab Kimori menunjuk Kyo (wakil ketua kelas), Sasami (sekretaris kelas) dan Aoi (ketua kelas).

Sepertinya... yang menjadi kelompokku semuanya orang penting dikelas! Kayaknya bakalan suram!

Akhirnya,

kami mengumpul jadi satu untuk berdiskusi.

Semua kelompok berdiskusi termasuk kelompokku ini.

''bagaimana kalau kita buat pohon cemara yang dihiasi banyak lonceng?'' tanya Aoi.

''kayaknya terlalu biasa.'' kata Kyo. Sebenarnya aku punya ide, tapi aku tidak berani mengutarakannya, apalagi aku takut mereka mencela ideku.

''kayaknya Ritsuka ada ide.'' kata Kimori tampak mengerti apa yang kupikirkan.

''a...aku...'' kataku. ''hei, cepatlah!'' sebal Sasami.

''bagaimana jika ki...kita membuat la...lampion dari mika dan kemudian kita gambar dengan hiasan natal.'' kataku sudah mengutarakannya.

''hmm...'' pikir Sasami dan lainnya.

''bagus kok!'' kata Kimori.

''bagus sih...'' kata Aoi.

''iya iya.'' jawab Sasami.

''boleh juga sih.'' kata Kyo.

Mereka semua setuju. Akupun melihat Kimori,

KLIP... Dia mengedipkan mata kirinya sambil tersenyum.

Terima kasih...

Kamipun mulai bekerja,

Lampionnya juga hampir jadi.

''ada yang kurang.'' kata Aoi.

''apa?'' tanya Kyo.

''lampu.'' jawab Aoi.

''iya juga, bagaimana dengan lilin?'' tanya Kyo.

''resiko kebakarannya sangat besar.'' kata Kimori.

''benar, lalu kita gunakan apa?'' tanya Sasami.

''aku berpikir lampu senter.'' jawabku.

''bagaimana bisa? Nanti pasti akan terlihat!'' kata Sasami.

''bisa, kita sambung dengan baterai. dan setelah itu kita buat penyangga agar bisa menyala ditengah-tengah lampion.'' jawabku menjelaskan dengan semangat.

''good idea, guys!'' kata Kimori.

''baiklah jika Kimori menyetujuinya.'' jawab Kyo tampak menyukai Kimori.

''it's okay!'' jawab Sasami.

''okay, try it!'' kata Aoi mengharapkanku.

Aku memang belum pernah membuatnya, tapi aku pasti bisa! aku tidak akan mengecewakan Kimori dan teman-teman.

''Minna, Sensei memberi waktu kalian sampai pesta natal nanti. Lampion ini akan kita perlombakan dari kelas perkelas.'' kata Sensei.

Apa?

Akupun termenung kaget mendengarnya, karya kami akan dipajang?

''percayalah... Kita bisa!'' kata Kimori. ''iya.'' jawabku.

Setiap ada waktu luang,

kami mengerjakannya. Dan tidak sadar 1 hari lagi adalah Pagi Natal.

Akupun mau berangkat sekolah dengan membawa lampion.

Aku sedikit kesulitan membawanya dengan sepedaku.

BRUM...BRUM...

eh?

''kyaaaa?'' kagetku.

CIIT...

CTAK...

''lampionnya!'' kagetku melihat lampionnya pecah dan hancur.

Bagaimana aku menjelaskannya disekolah kepada semuanya?

Disekolah, semuanya sudah menungguku...

''hai!'' sapa Kyo kepadaku. ''pagi.'' sapa Kimori.

Padahal mereka sudah mulai mengenalku dan mau menyapaku.

''mana lampionnya, lamban?'' tanya Sasami menagih lampionnya.

''ma...maaf... Tadi...'' kataku.

''hei, kenapa lampionnya?'' teriak Sasami.

''Sasami perlahan saja.'' kata Aoi memegang pundak Sasami.

''tadi aku hampir kecelakaan, dan lampionnya terlindas.'' jawabku gemetaran sekali.

''a...apa?'' kaget semuanya.

BRUK...

''dasar kau tidak berguna!'' teriak Sasami mendorongku dan pergi dengan kesalnya.

''Ritsuka...'' sedih Kimori.

Maafkan aku...

Aku...

Sama sekali tidak menduga akan terjadi seperti itu.

''Ritsuka, maaf. Tapi kamu benar-benar keterlaluan.'' kata Aoi meninggalkanku begitu saja.

''aku kecewa.'' kata Kyo pergi dan menjauh.

Semuanya kecewa padaku.

''hiks...hiks... Maafkan aku!'' kataku menangis dan sangat kecewa dengan diriku sendiri.

''Ritsuka!'' teriak Kimori tampak cemas sekali.
''Maafkan aku... Huwaaaa... Aku tidak bisa melakukan hal yang benar...'' kataku menangis didada Kimori.

Dadanya...lebar...

Pada akhirnya,

semuanya seperti ini.

Aku memang tidak pernah bisa melakukan hal benar, hal yang benar-benar tidak bisa kubayangkan.. Aku mengecewakan mereka dan diriku sendiri...

Padahal besok adalah hari pementasan sekaligus hari Natal.

Malam ini,

Aku akan mengerjakannya seorang diri dan membuat mereka tidak kecewa padaku! Aku mengerjakan semuanya, Lampion Mika. Kelompok Kimori pasti menang! Aku harus mempercayai kata-kata itu...

Ritsuka benar-benar mengerjakan Lampion itu sampai malam, pikirannya hanya satu, dia cuma ingin membuat kelompoknya menang dan dia ingin membahagiakan semuanya. Rahasia yang selama ini terjadi dikelas Ritsuka, Santa yang datang memberikan hadiah itu adalah Ritsuka.

Setiap malam sebelum pagi Natal,

Ritsuka datang kesekolah untuk merapikan kado-kado di kelas dengan nama-nama teman-temannya dikelas. Tidak pernah ada yang menyadarinya, Ritsuka hanya turut senang dari bangkunya melihat semua anak benar-benar bahagia dengan hadiahnya. Malam ini, aksinya akan dilakukan lagi.

''Lampionnya jadi!'' kataku begitu senangnya melihat Lampion itu menyala dengan indahnya. Malam ini,

aku akan menaruh Lampionnya dimeja Kimori dan merapikan kado untuk semuanya dikelas. Disekolah,

Ritsuka sudah mengenal penjaga dan penjaga sudah mengenal baik Ritsuka dari Ritsuka kelas 1 dulu. Ritsuka juga sering memberikan hadiah natal paket untuk keluarga penjaga sekolah.

Dikelas,

Ritsuka merapikan kado-kadonya dan menaruh Lampionnya dimeja Kimori dengan perasaan, ''semoga mereka senang dan tidak kecewa...''.

TAK...

''eh?'' kaget Ritsuka tiba-tiba melihat lampu kelasnya menyala.

''Ritsuka!'' panggil Kimori.

''Ki...Kimori?'' kagetku.

''iya, kami semua tahu kalau kamulah Santa itu!'' kata Kimori.

''kami?'' kagetku.

''kami semuanya.'' jawab semuanya.

Semuanya ada disini dan melihatku.

GYUT...

''Ritsuka, maafkan aku sudah kasar. Aku sama sekali tidak kecewa memiliki teman sepertimu.'' kata Sasami tiba-tiba memelukku.

''iya...'' jawabku. ''Kami juga, Ritsuka.

Kimori memberitahu kami, tentangmu.'' jawab semuanya.

Ternyata memang ulah Kimori ya...

''kalian semua...'' kataku begitu senangnya.

''jadi itu hadiah untuk kami ya?'' tanya semuanya.

''iya.'' jawabku.

''malam ini, malam natal!'' teriak Kimori.

''eh?'' kagetku langsung melihat jam yang mengarah tepat pukul 12 malam!

Semuanya begitu senang menerima hadiahku, aku juga bahagia.

''memang hebat ya, cewek sepertimu benar-benar hebat!'' kata Kimori tiba-tiba.

''bukan!'' kataku mengelak.

''iya, kamu membahagiakan semua orang dengan tulus meski sama sekali tidak ada yang memberimu hadiah. Aku bingung apa yang kamu pikirkan, tapi aku sangat salut padamu. Cewek Santa.'' kata Kimori memujiku dengan wajah yang mempesona.

''aku ingin membuat mereka yang tidak bahagia, menjadi bahagia. Aku tidak ingin mereka sama sepertiku.'' kataku tersenyum melihat mereka semua yang begitu bahagianya.

''Ritsuka, terima kasih!'' kata semuanya.

''i...i...i...i...iya... Hik...hik...'' menangisku melihat mereka semua.

''Ritsuka?'' kaget semuanya.

''huwaaaa, maafkan aku semuanya! Aku tidak pernah cerdas dan tidak pernah berguna. Kadang diajak bicara tidak nyambung! Tidak punya hal yang dibanggakan, dan selalu mengecewakan..!'' menangisku.

''Ritsuka, kamu memang bodoh ya! Kami yang sangat bodoh, kami tidak bisa melihat sisi baikmu.'' kata semuanya.

''benar, dan kami sangat menyesal. Kami sudah menyiksa dan mengecewakan santa kami selama ini.'' kata Aoi.

''katakan sesuatu Ritsuka.'' kata Kimori. Aku benar-benar ingin... ''aku...aku...hik...hik...huwaaaaaaa!'' menangisku.

''itulah ucapan terima kasih ala Ritsuka!'' kata Aoi ikut berkaca-kaca.

Kimori benar-benar hebat, kedatangannya mengubah hidupku secara derastis!

Malam ini,

menjadi malam yang indah.

Dimana semuanya berkumpul dan saling mengerti. Aku percaya bahwa Natal memang bisa menyatukan sesuatu yang terpecah!

''teman-teman, aku punya pengumuman!'' kata Kimori tiba-tiba.

''eh?'' kaget semuanya.

''iya, sebenarnya aku ini...'' kata Kimori memegang rambutnya.

''CO...CO...CO...COWOK?'' teriak semuanya melihat Kimori yang sebenarnya adalah cowok. ''iya, namaku itu Hareda Kimura!'' kata Kimori.

''ti...tidak... Mungkin...'' kagetku langsung shock.

BRUK...

''Ritsuka!'' panggil Kimori melihatku shock dan hampir pingsan.

Ternyata belum berakhir?

''ternyata Kimori adalah Kimura, dan cowok?'' shock semuanya.

Aku juga benar-benar masih shock!

Jadi selama ini yang memegang kepalaku, menasehatiku, dan memeluku itu cowok? Astaga...

Ternyata hidup ini selalu berliku dan bermisteri.

Akhirnya, aku berteman dengan semuanya dan mendapat berita baru tentang Kimori. Hanya kelasku yang tahu jati dirinya!

''jadi kami menyukai cowok?'' teriak para cowok-cowok.

''hahaha, masih menyukaiku?'' tanya Kimori iseng.

''tidakkkk!'' teriak semua cowok dikelasku.

''hahaha, dikelas aku tetap Hareda Kimori lho..'' kata Kimori.

''hiii...'' seram semuanya.

Perjalanan hidupku, memang panjang!

Dan Natalku tahun ini,

adalah yang terbaik!

Thanks for reading..

.

.

.

Hmm, Review ya
Maaf kalau ada kesalahan lagi (_'_)
Jangan bosan memberikan kritik'an T.T

Arigatou!

Favorite : Story Author   Follow : Story Author

  .    .