
remake dari cerita yang udah hiatus: HighSchool Phoenix. Bercerita tentang seorang Renji Itou yang harus menerima kenyataan bahwa ia adalah the next dan akan membunuh Yakuza yang terlibat dalam pembunuhan ibunya 15 tahun yang lalu... Akankah dia berhasil?
Rated: Fiction T - Indonesian - Fantasy/Crime - Chapters: 6 - Words: 2,795 - Updated: 03-29-12 - Published: 03-04-12 - id: 3002388
|
|
A+ A- |
nex:
chapter 1:
-19 Agustus 2011, Pukul 7:30-
"Aku harus cepat! Bisa-bisa aku terlambat, nih." seru pemuda itu sambil mengayuh sepedanya. Ia sudah hampir terlambat.
Ia pun terus mengayuh sepedanya lebih cepat… semakin cepat… dan oooh ia pun masuk ke tong sampah.
-
Dengan kesalnya, ia keluar dari tumpukan sampah dan langsung mengayuh sepedanya lagi ke sekolah.
Sesampainya di sekolah, ia langsung memarkirkan sepedanya di tempat parker dan langsung bergegas ke kelas.
Sesampainya di kelas, ia melihat gurunya sedang menjelaskan pelajaran matematika.
Teman-temannya melongok melihat dia yang bak petani baru masuk kebun itu.
Gurunya merasa ada yang aneh dengan murid-muridnya.
Tiba-tiba, teman-temannya tertawa.
Gurunya pun bertanya. "kamu menertawakan saya, ya?"
"Renji, Bu!" sahut seorang temannya.
Gurunya pun melihat ke pintu kelas dan memergoki Renji.
"Renji! Kemana saja kamu hari ini?" Tanya gurunya dengan nada tinggi.
Renji pun menjawab. "maaf bu. Saya terlambat."
"Sekarang, kamu bersihkan bajumu di Toilet dan pergi keruangan kepala sekolah. Cepat!" seru gurunya. Renji pun langsung bergegas ke Toilet dan kemudian langsung bergegas ke ruangan kepala sekolah. Disana, kepala sekolah sudah menantinya.
-
Di ruangan kepala sekolah, Renji hanya duduk diam termangu melihat kepala sekolahnya. "Renji, sudah 7 kali kamu terlambat. Kamu itu mau sekolah atau main-main!" seru kepala sekolahnya. Renji pun menjawab. "Mau sekolah, pak." Kepala Sekolahnya pun berkata. "Besok bawa orang tuamu kesini atau kau akan saya keluarkan dari sekolah ini!" Renji pun menjawab. "Baik, Pak." Kepala sekolah pun menyuruh Renji keluar. Renji pun langsung pergi meninggalkan ruangan kepala sekolah.
-
Pulang sekolah, ia tak luput dari ejekan teman-temannya. Namun, ia abaikan itu dan segera pulang. Ia pun mengayuh sepedanya untuk sampai ke rumah. Sesampainya di rumah, ia pun langsung memarkirkan sepedanya di garasi rumahnya. Ia pun masuk ke dalam rumahnya. Ayahnya pun menyambutnya di ruang tamu. "Renji, Ayo! Kita jalan-jalan." Sambut ayahnya. Renji pun heran dan berkata "Hah? Jalan-jalan. Yang benar, nih? Ayah mengajakku jalan-jalan?" "Ayah serius. Ayah akan ajarkan mobil untukmu." kata ayahnya. Renji pun bertanya "Mobil? Padahal aku belum bisa, yah?" "tenang saja. Ayah yang akan ajarkan kamu. Ayahmu ini mantan pembalap professional. Jadi, tenang saja." Lanjut ayahnya meyakinkan. Renji pun menuruti kemauan ayahnya dan langsung naik ke mobil bersama ayahnya. Mereka pun akhirnya berangkat ke suatu tempat…
Mobil mereka pun melaju…
Meninggalkan kota yang penuh keramaian.
"Ayah, kita mau kemana?" tanya Renji.
"Lihat saja nanti, kau akan tahu!" seru ayahnya.
Mobil itu pun melaju kencang. Saking kencangnya semua pohon yang dilewatinya bergerak. Renji pun mulai ketakutan dan meraung-raung bagaikan anak kecil.
"Yah, jangan ngebut-ngebut!" seru Renji.
-
Renji walaupun sudah besar kadang tingkahnya seperti anak kecil.
Mobil itu pun akhirnya berhenti disuatu tempat.
"Yah, tempat apa ini? Mengerikan sekali…" kata Renji dengan penuh rasa cemas.
Ayahnya Renji pun berkata "Ini adalah Tempat pemakaman, masa kamu nggak tahu?"
"Kita kesini mau melayat makam ibumu." Lanjut Ayahnya.
Renji pun heran dan berkata "Apa? Ibu?"
Ayahnya pun menjawab "Kau tak tahu kejadian ini. Ini saat kau masih kecil. Kira-kira seumur 1,5 tahun. ayah dan Ibumu berangkat berdua menuju ke Dirjen Imigrasi untuk mengurus paspor dan visa berhubung waktu itu rencananya ayah dan ibumu serta kau akan liburan ke Paris. Namun, disaat ayah sedang mengurus paspornya. Ibumu tiba-tiba menghilang. ayah pun berusaha untuk mencarinya. Tapi, tidak bisa. Akhirnya, ayah pun terpikir dengan hp. Ibumu punya HP jadi ayah telpon Hp ibumu. Dan pada saat ayah menelpon, terdengar suara laki-laki yang berkata "Kau, Kouji Itou?" dan ayah pun menjawab iya aku kouji itou lalu ayah bertanya ada apa. Tiba-tiba, seseorang membawa ayah ke suatu tempat." "Hah, setragis itu." Jawab Renji. Ayahnya pun berkata "Renji ini belum selesai disitu. Ayah tiba-tiba berada dalam ruangan sempit lebih tepatnya seperti ruangan persembunyian. Dan disaat ayah membuka mata, ayah melihat seorang laki-laki memakai kaca mata hitam dan bertopi layaknya yakuza. Tapi, ayah yakin ia yakuza. Lalu, ayah bertanya padanya dimana ibumu si yakuza itu pun langsung membawa ibumu kehadapan ayah. Ibumu dalam keadaan terikat tangannya dibelakang oleh tali timbang. Ayah pun diberi kesempatan untuk berbicara dengan ibumu."
|
||||||