
jangan mengeluarkan kata-kata memuakkan itu!
Rated: Fiction K+ - Indonesian - Poetry - Words: 234 - Reviews: 1 - Favs: 1 - Published: 04-27-12 - Status: Complete - id: 3017261
|
|
A+ A- |
Penipu
(x)
Ah, hari di mana langit akan menjadi merah terulang kembali
Sepertinya amarah menguasai benakku
Dalam setiap hari aku selalu berpura-pura
Menampilkan senyum yang kaku kepada orang-orang itu!
Atas kebencian apa yang bisa membakar jiwa ini?
Siapa yang berbisik di situ?
Jangan mengeluarkan kata-kata memuakkan itu!
Aku menutup mataku, semua terasa panas
Air mata, bisakah kau diam sebentar?
Dan aku hanya bisa tertawa terhadap ketidakmampuanku
Aku tidak benci kau, tapi sebagaimana sifatmu…
Aku ingin mencincang kata-kata kotor itu!
Untuk apa kebaikan dipakai? Itu jelas-jelas menipu diri
Apa yang kau cari, kawan? Bukankah segala hal sudah ada di tanganmu?
Tidak ada yang bisa kuperbuat selain membunuh pikiranku
Dan aku merasa kasihan terhadapmu, kawan
Manipulasimu akan berbalik kepadamu dan berkata,
"Untuk apa kau hidup jika kau tidak mau mengerti?"
Jangankan untuk berbicara, bahkan menutup kuping saja tidak cukup!
Semua tawa dan gurauan itu sangat menyakitkan!
Kau tak tahu bahwa aku bisa membunuh hatimu yang kejam
Tapi betapa bodohnya aku mempunyai "kawan" seperti kau…
Siapa musuh terburuk, amarah atau diriku sendiri?
Kejujuran hati bersembunyi dibalik ambang pintu kegelapan
Dan lidah kasar itu tetap terluka
Menghindar dari permasalahan, aku lebih memilih untuk berlari
Mungkin kau akan berkata hal buruk kepadaku,
Tapi oh tipuan apalagi yang akan kau gunakan untukku?
Kau benar-benar manusia yang memilukan
Bagaimana mereka bisa percaya jika kau telah menyakiti hati orang lain,
Dengan suara diam tidak berperasaan itu?
|
||||||