
::: Anst adalah anak kalem biasa yang tidak suka dipanggil pendek. Suatu hari Anst harus masuk ke Irissa High School yang berasrama, dia sekamar dengan Tomoya yang super Stoic… :::
Rated: Fiction T - Indonesian - Romance/Friendship - Words: 1,344 - Published: 05-05-12 - id: 3019629
|
|
A+ A- |
"Anst, kau harus ikut Irissa High School!"
"..."
"...?"
"Baiklah..."
.
.
.
~Anst Destiny~
© Netter-In
~TomoyaxAnst~ (Main)
Warning : SHOUNEN-AI! YAOI! BL! TYPO(s), GAJE!
::: Summary : Anst adalah anak kalem biasa yang tidak suka dipanggil pendek. Suatu hari Anst harus masuk ke Irissa High School yang berasrama, dia sekamar dengan Tomoya yang super Stoic… :::
...
Anst POV
"Nah, hari ini kau masuk Irissa High School!" Kaasan memutar-mutar seragamku yang sudah tampak rapi jadi lecek. Aku mendengus kesal, walaupun Kaasan sudah menginjak umur 30 tahun lebih tapi sikapnya masih kekanak-kanakan. Walau begitu kuakui Kaasan memang awet muda.
"Kaasan, aku sudah menuruti perintah Kaasan ya," aku melipat kedua tangan di depan dadaku, "Kaasan janji harus merawatnya dengan baik." Lanjutku.
"Bicara apa kau ini, Anst~~? Tentu saja Kaasan akan merawatnya," Kaasan cemberut dan menggembungkan pipinya.
Aku tertawa kecil melihat Kaasan seperti itu. Terlihat lucu.
"Kaasan 'kan ceroboh, aku takut Otoutoku kenapa-napa..." aku tersenyum tipis. Aku lihat Kaasan juga membalas senyumku.
"Dokter bilang hari ini Dai-chan sudah baikkan dari pada seminggu lalu, itu membuat Kaasan lega..." Kaasan tersenyum sembari menyetrika baju yang tadi ia lecekin(?).
"Ohh, begitu? lalu, ada yang ingin kutanyakan Kaasan.." aku menatapnya lembut. Kaasan mengangguk.
Aku mengambil napas dalam-dalam, "Kaasan kenapa aku harus masuk sekolah itu sih? Memangnya tidak ada yang lainnya?"
Kaasan tersenyum lalu kembali menyetrika bajuku.
"Kau tahu nggak? Dulu Tousanmu sekolah disana!" jawabnya dengan girang sambil nyemprot pengharum pakaian. Aku terdiam sejenak.
"Tousanmu bilang kalau kau sudah besar ia akan memasukkanmu kesana! Tapi sayang ya dia tidak bisa melihatmu disana..." tiba-tiba mata Kaasan yang berbinar menjadi sedikit redup.
"Oohh...?"
"..."
"..."
"ANSSTTT~~~ Kau ini manis sekali sihhh!" Kaasan mencubit kedua pipiku dengan wajah gemas nan sebal, sedangkan aku hanya meringis sakit karna dicubit. Kaasan mengambil baju yang baru saja ia setrika dan menyuruhku untuk bergegas memakainya.
Aku hanya terdiam dan mengangguk lalu memakainya.
JRENG JRENG!
Kaos putih dengan blazer berwarna biru tua, dasi berwarna hitam, dan putih di bagian bawahnya, celana panjang hitam kebiruan yang indah~ itu menurut Kaasan.
"Waiii- kau keren plus manis sekali pakai itu, Ansttt! Kaasan terharu!" katanya sambil mengusap air mata haru yang bercucuran dipipinya.
Aku hanya terdiam sambil memperhatikan diriku yang terpantul di kaca. Ternyata ganteng juga ya? (narsis) Ehem! Nggak, nggak, seorang Anst nggak boleh OOC.
"Kaasan, lebih baik aku pergi dulu ya! Jangan lupa kalau Daisuke pulang hubungi aku!" aku mengambil tas yang ada di meja dan pergi keluar. Kulihat Kaasan tersenyum dan melambaikan tangannya.
"Iya, hati-hati Anst!"
Aku terus berjalan dan akhirnya sampailah pada sekolah yang bernama Irissa High School, sekolah yang pernah mendidik Tousanku.
Dari anak-anaknya, mereka cukup sopan dan terlihat 'Elite'? yah, soalnya banyak yang memakai mobil untuk datang kesekolah ini, padahal berasrama, ngapain repot-repot pakai mobil, hm?
Aku masuk ke dalam gedung yang besar – super besar itu. Mencari aula, tetapi tidak kutemukan. Hhhh.. terpaksa harus tanya orang.
Aku menoel(?) anak gadis yang ada di depan pintu kelas... kelas XII-A? Berarti dia senpai yang lebih tua 2 tahun dariku.
"Selamat siang Senpai? Apakah anda tahu dimana ruang aula?" tanyaku dengan sikap sedikit sopan dengan SENPAI yang BARU kutemui hari ini.
"Oh, biar kutebak, kau anak baru ya? Wahh, lihat betapa manisnya dirimuuu," dia memelukku dengan eratnya bahkan aku belum kenal siapa gadis ini! Yang benar saja! Eh tunggu, aku baru sadar kalau Senpai yang rambutnya super panjang dan dikepang satu ini pakai... – celana?
"Se-senpai... Se...sak.." dengan kekuatanku yang tinggal 'sedikit' kucoba untuk berbicara agar dia melepaskan pelukan 'mautnya'.
"Ohh, maaf! Ah, itu ada di sana, kau tinggal belok kiri dan aula ada di sebelah ruangan OSIS," jelasnya. Aku hanya ber-'oval'-ria. Aku baru melangkahkan kakiku untuk pergi, tetapi Senpai itu menarik tanganku lagi. LAGI.
"Namaku Satou Akira! Siapa namamu Kouhaiku yang manis?" dia menarik daguku, aku hanya terdiam karena syok, ternyata Senpaiku mesum, seketika aku merinding ketika dia mulai mendekatkan wajahnya.
"AKIRA! Lagi-lagi kau mengganggu Kouhaimu ya?" teriakkan seseorang membuatku selamat dan si Senpai tidak berhasil mengambil First Kissku.
Normal POV
"Ekhhh, Xiereee! Aku kangeeeennnn!" Akira melepaskan Anst dan berganti memeluk orang yang bernama 'Xiere' itu dengan erat.
"Akira, kau tak pernah berubah, masih saja seperti ini," Xiere menatap Anst yang mematung dibelakang mereka. "Ah, kau Kouhai kami ya? Maafkan perlakuan Akira tadi, dia memang masih kekanak-kanakan."
Anst yang masih syok tersadar karena senyuman Xiere. Dia tidak membalasnya. Tapi menatap Xiere dengan lembut, menurutnya itu sudah cukup.
'Benar kata Akira... Kouhai yang satu ini memang manis..' gumam Xiere dalam hati. Akira berdehem memutus kontak mata yang terjadi diantara Xiere dan Anst.
"Sudah cukup, Xiere! Dia itu milikku tahuu," Akira kembali memeluk Anst dengan lembut, dan sesekali mengelus kepala Anst yang membuat Anst sedikit merasa nyaman.
"Hahahaha, terserah kau saja, Akira.. Oh ya, Kouhai baru, siapa namamu?" Xiere kembali tersenyum melihat Anst. Sedangkan Anst hanya terdiam.
"Anst..." jawabnya sangat pelan tapi masih terdengar oleh Xiere dan Akira. Akira kembali mengelus Anst seperti anak kucing yang tersesat (?) #ditabokanst.
"Anst-chan, sepertinya kau suka dielus ya.." Akira tersenyum jahil melihat Anst yang terdiam karna dielus-elus. Anst yang menyadari itu langsung ber-blushing-ria, dan melepaskan pelukkan Akira.
"Oh, iya, perkenalkan namaku Xiere Yamada," Xiere menjabat tangan Anst, dan Anst membalasnya.
"Salam kenal Yamada-senpai.. Satou-senpai..." Anst membungkuk hormat pada Senpai-senpai yang sekarang tidak BARU lagi.
"Anst-chan, jangan panggil aku dengan Senpai! Aku masih muda tahu! Nahh, panggil aku Akira saja ya! Tapi kalau Xiere dia memang terlihat tua, jadi kau boleh memanggilnya Senpai!" Akira tertawa terbahak-bahak sendiri setelah mengucapnya sekerabat(?) kata-kata tanpa titik koma.
"Anst kita ke Aula saja, jangan pedulikan Senpai stress satu itu," Xiere merangkul pundak Anst dan mengajaknya ke Aula sedangkan Anst hanya sweatdrop.
"Oh, iya... Yamada-sen..." ucapan Anst terpotong karna Xiere menaruh telunjuk didepan bibir Anst.
"Panggil saja, Xiere.." ucapnya. Sedangkan Anst wajahnya memerah seperti tomat di campur saus tomat(?).
"Xi-Xiere... Kenapa disekolah ini hanya ada laki-laki saja?" entah kenapa tangan dan kaki Anst bergetar, suaranya juga sedikit bergetar. Xiere tersenyum.
"Ohh, jadi kau tidak tau ya? Sekolah ini 'kan sekolah untuk laki-laki.." Xiere mengelus kepala – rambut Anst yang lebih pendek 15cm darinya dengan lembut. Sedangkan mata Anst mulai melebar.
"Ekhh, begitukah? Kaasan tidak memberitahuku.." Anst mengenggam tas selempangnya erat.
'Lho? Kok kayaknya ada aura membunuh dibelakang..'
Mereka berdua menengok kebelakang dan melihat Akira penuh dengan aura hitam(?) disekitarnya.
"XIEREEEE! Sudah kubilang Anst-chan itu milikku! Jangan bermesraan dengannya!" Akira menyambar(?) Anst dari rangkulan Xiere dan memeluknya erat.
"Akira... tapi aku harus ke Aula? Karna sepertinya upacara penerimaan murid baru sudah dimulai.." Anst menatap Akira dengan puppy eye andalannya yang langsung membuat siapa saja diantara mereka meleleh seketika.
"Yasudah, biar kami yang mengantarkanmu yah, Anst/Anst-chan," mereka berdua masing-masing menggandeng tangan Anst, sedangkan Anst hanya pasrah dan menerimanya.
===== SKIP
"Anst-channn, kau di asrama jangan selingkuh ya?" Akira bercucuran air mata karena tidak bisa sekamar dengan Anst di asrama, sedangkan Xiere hanya terlihat ... murung?
"Akira, Anst itu bukan pacarmu," Xiere menjitak kepala Akira.
"Uhhhh..."
Anst tersenyum geli melihat tingkah kedua Senpainya yang seperti anak-anak. Lalu dia melihat kunci kamarnya. Kamar nomor 48.
Dia terus merapalkan nama teman sekamarnya.
'Tomoya.. Tomoya..'
"Anst-chan kau sedang memikirkan apa?" suara Akira menyadarkan lamunan Anst. "Anst-chan?"
"Bukan apa-apa, kok," Anst tersenyum lalu berpamitan dan pergi kekamarnya...
Anst POV
Kamar 48 ya? Seperti apa Tomoya itu? Bagaimana orangnya ya? Baik? Jahat?
'Ahh, sudah sampai...' aku melihat pintu bertuliskan angka 48.
'Tenang saja, Anst! Pasti orangnya baik!' pikirku menenangkan. Perlahan kubuka pintu berwarna cokelat itu dan kulihat ada seseorang didalamnya tetapi... di menghadap membelakangi Anst.
Sepertinya dia laki-laki... yah memang mestinya laki-laki karena ini sekolah khusus anak laki-laki 'kan? Rambutnya berwarna putih keperakan, kulitnya putih... apakah orang itu yang bernama Tomoya?
"Ma-Maaf, apakah anda Tomoya-senpai..." tanyaku sedikit takut-takut. Kulihat dia membalikan badannya.
"Hm." Lalu dia kembali berjalan menuju kamar mandi. Sedangkan aku hanya cengo (?) dengan pemandangan yang begitu realistis. O MY GOSH!
TBC~
A/N : Tadinya Anst itu bakalan jadi Seme . tapi kenapa jadi Uke? Entah deh! Yahh, yang pasti sekarang dia Uke-Uke! :3 #Plak
|
||||||