Fiction » Kids »

Family of the matter
Author:
Litte Yagami Osanowa PM
Every Family has it's own MATTER! I'm writting about those drabbles we found in a family with their kids of course.. Just enjoy..
Rated: Fiction K+ - Indonesian - Family/Humor - Chapters: 3 - Words: 7,610 - Reviews: 5 - Favs: 2 - Follows: 1 - Updated: 12-26-12 - Published: 08-13-12 - id: 3050063
A+  A-   Full 3/4 1/2 Expand Tighten

Graduation from Kindergarten

.

.

F.I.Y: Natsume, Ruka, Kurosaki, Akira dan Fujima sudah akan memasuki Sekolah Dasar dan akan mengadakan acara kelulusan TK mereka.


"Mama, acara kelulusan itu apa?" tanya Ruka mebulatkan mata Amethyst-nya penasaran pada Yugi

Yugi hanya tersenyum sambil merapikan rambut pirang Ruka yang kini sudah berdandan rapi menggunakan Tux berwarna putih dengan dasi kupu-kupu berwarna biru tua dengan celana pendek putih dan kaus kaki dan sepatu kulit berwarna hitam.

"Hmm.. bisa dibilang itu acara untuk merayakan sesuatu karena sebentar lagi Ruu-chan akan lulus dan masuk Sekolah Dasar sebentar lagi.." terang Yugi berusaha mempersingkat supaya Anak semata wayangnya ini mengerti

Ruka menaikan alis "Tapi Ruka tetap mau di TK, Mama.." ucapnya setengah merengek

Yami yang mendengar pengakuan Ruka hanya tertawa pelan kemudian "Apa Ruka mau selamanya di TK sementara Natsume dan yang lainnya ada di SD?" tanya Yami

Mendengar hal itu Ruka memeluk tangan Yugi "Kalau begitu Ruka tidak jadi deh, Ruka juga mau ikut Natsume dan semuanya di SD nanti.." ucapnya "Tapi SD itu apa, Pa?"

"SD itu singkatan dari Sekolah Dasar, Ruka akan belajar disana sama seperti waktu di TK.. Hanya tempatnya yang berbeda.." terang Yami

Antara mengerti dan tidak Ruka hanya mengangguk sementara Yami melanjutkan perjalanan menuju Gallery Ball tempat diadakan acara kelulusan nanti sementara Yugi mengajak Ruka bermain menghitung dan menebak warna mobil-mobil yang lewat mencoba untuk menghabiskan waktu.

-Next Phase-

"Kyaa~ Fuu-chan Lihat kemari Sayang~.." panggil Joey yang kini menggenggam Kamera digital yang diarahkan pada Fujima yang kini tengah mengenakan Tux berwarna biru muda dengan dasi berwarna biru dengan celana pendek berwarna sama dan sepatu hitam yang sepertinya tersemir dengan sempurna.

"Mama, kenapa kita kesini?" tanya Fujima heran memandangi ruangan kini ia berada dimana sudah disediakan kursi dan meja dengan taplak berwarna putih bersih dan tepat di depan terdapat sebuah panggung yang agak luas

"Ini acara kelulusan Fuu-chan~ Nah sekarang senyum yang manis ya.." pinta Joey sambil mengarahkan Kamera pada figur Fujima "Imuut sekali~"

"Hentikan itu Joey.." ucap Seto yang kini sudah mengambil Kamera yang dipegang Joey

"Tapi-Tapi.. Kembalikan Kamera itu Seto~" rengek Joey "Padahal aku masih mau memfoto Fuu-chan.."

Seto menggeleng kepala dilihatnya Fujima yang hanya melihat tingkah laku Ibunya saat ini dan sepertinya ia sedang berpikir kenapa Ibunya bersikap seperti itu. "Kau sudah ratusan kali memotret Fujima dan sudah kuingatkan jangan tambahkan embel-embel 'Chan' padanya.." ucap Seto berdecak

Joey mengembungkan pipi sebal kemudian menggendong Fujima di tangannya "Aku kan Ibunya.. Lagipula Fuu-chan tidak pernah protes.." ucap Joey menjulurkan lidah mengejek "Fuu-chan lebih manis daripada Seto.. hihihi.. Ayo kita ambil beberapa kue Fuu-chan~"

Joey membawa Fujima ke meja lebar yang kini sudah tersaji berbagai macam hidangan dan bermacam kue. Seto hanya mengikuti dengan tampang cool-nya memperhatikan Fujima yang sekarang ada di pelukan Joey.

Rambut.. Sama

Mata biru... Sama

Kepintaran.. Sama

Keimutan.. Beda jauh, Man!~(BLETAK! Author digeplak Seto yang sensi)

Gubrak! Memang Ayah dan Anak ini tampak sama persis tapi satu yang membedakan mereka, Fujima yang memiliki keimutan yang diturunkan –ehem- Joey sementara Seto yang cenderung dengan tampang cool and stoic-nya ini.

"Fuu-chan mau kue apa?" tanya Joey pada putranya

Fujima melihat deretan kue yang ada di hadapannya kemudian menunjuk Strawberry Shortcake dengan tangan mungilnya, dengan senang hati Joey mengambil dua piring kue tersebut kemudian duduk di meja yang sudah disediakan .

"Nah, Kalian berdua makan dengan tenang disini.." ucap Joey

Seto mengangkat alis heran saat Joey mengeluarkan Kamera lagi di dalam tasnya, sebenarnya berapa Kamera yang ia bawa? Selusin mungkin.. Hahaha.. dan mulai memotret kembali.. Seto hanya bisa menghela napas sementara Fujima tidak mempedulikannya dan hanya memakan kue yang ada di hadapannya.

"Kyaa~ Kalian memang berbeda tapi kalau bersama kalian tambah imut~.." seru Joey bahagia "Seto, makan kue-mu.." perintah Joey

"Hn.." hanya itu jawaban yang keluar dari mulut CEO ini

Dan terdengarlah sebuah suara menghampiri kesibukan Joey yang sedang asyik memfoto Suami dan Anaknya yang kini sedang duduk menikmati kue.

"Sepertinya kalian sedang bersenang-senang.." ucap Marik

Seto hanya bisa mendesah "Menurutmu begitu, Marik?"

"Ah, Marik dimana Malik dan Akira-kun?" tanya Joey kini sudah berhenti memfoto kemudian beralih profesi sebagai seorang Ibu yang baik hati kini tengah membersihksn sisa whipping cream yang menempel di pipi Fujima dengan sapu tangan.

Marik mengangkat bahu kemudian menunjuk ke arah meja dimana Malik sedang menyuapi Akira kue Blueberry Cheese cake.. "Setelah berfoto-foto akhirnya mereka berhenti untuk makan kue.." terang Marik

"Pasti sangat menyiksa.." komentar Seto

-Next Phase-

"Jadi ada yang tahu apa yang akan kita lakukan disini nanti?" tanya Kuro pada keempat temannya yang kini sedang berada di belakang panggung

Natsume yang kini mengenakan Tux berwarna Dark Crymson dengan dasi merah yang membuat penampilannya terlihat keren saat ini hanya bisa menggeleng.

Akira dan Ruka saling bertukar pandang kemudian mengikuti Natsume yang menggeleng tidak tahu kemudian semuanya beralih menatap Fujima satu-satunya kunci jawaban mereka (a/n: Dikira kunci jawaban ujian kali yah?)

"Kenapa menatapku?.." ucap Fujima dingin (A/n: tambahan Cool pose dengan Seto.. MIRIP buanget!)

"Kau tahu apa akan kita lakukan nanti, Fujima?" tanya Ruka penasaran

Fujima mengangkat bahu "Tidak tahu, Mama bilang ada kaitannya dengan menyanyi.."

"Menyanyi?.."

Fujima hanya mengangguk, Kurosaki dan Akira langsung berdeham "...Membosankan, padahal aku masih mau makan kue di tempat Mama.."

"Makan kue bisa nanti setelah bernyanyi.." ucap Ruka antusias "Aku ingin menyanyi di depan semuanya.."

Natsume dan Fujima dilain pihak hanya diam berdiri melihat kelakuan 3 sahabatnya ini, di sisi pertama ada Akira dan Kurosaki yang sedang mendengus sambil bergumam tentang sesuatu berkaitan dengan makanan(?) dan di sisi kedua terlihat Ruka yang sedang tergirang-girang tidak sabar untuk bernyanyi nanti diatas panggung nanti.

"Nah, anak-anak apa kalian sudah siap semua?" tanya Bu Shizuka sambil tersenyum pada murid-murid

"Sudah, Bu.." jawab para murid ("Aku tidak mau bernyanyi~" sungut Akira dan Kurosaki pelan)

Bu Shizuka mengangguk kemudian "Sebentar lagi kita akan maju, kalian sudah hapal lagunya kan?"

Natsume mengangkat tangannya "Lagu apa yang kita nyanyikan nanti, Bu?" tanyanya

"Lho, Natsume-kun tidak tahu lagu yang nanti akan dinyanyikan?" tanya Bu Shizuka heran

Natsume hanya menggeleng innocent diikuti Fujima disampingnya, Bu Shizuka berdeham kemudian "Kalau begitu Natsume tinggal mengikuti teman-teman yang lain saja, ya.." ucap Bu Shizuka kemudian menepuk tangannya "Nah, Ayo Anak-Anak kita naik ke atas panggung~"

Dan para muridpun kini mengikuti Bu Shizuka naik ke atas panggung, di atas panggung para murid berbaris dengan rapi terlihat di depan mereka terdapat para orang tua yang kini bertepuk tangan meriah menyambut kedatangan mereka.

~Orang Tua~

"Hiks..Hiks.." isak Laksmi sambil meneteskan air mata melihat semua itu dengan tangan yang kini memegang sapu tangan putih

Atem, sang suami yang duduk di sebelahnya hanya heran melihat kelakuan sang istri saat ini "Err.. Little Gem, kenapa kau menangis?"

"Hiks.. Tentu saja.. Karena Natsume akan lulus dari TK.. terus, dia akan masuk SD dan.. kemudian SMP dan seterusnya SMA... Hiks.. Natsu-chan akan bertambah dewasa~ Hiks.. Ate.. Pokoknya aku ngak mau! Huaaa~" jelas Laksmi sambil memeluk Atem

Waduhh~ Nih pasangan satu lebay banget deh.. udah langsung mikir ke depan aje, masih lama neng~

Atem menggelengkan kepala "Bukannya itu masih lama.. lagipula sekarang Natsume masih berumur 51/2 tahun jadi masih ada 11 tahun lagi sampai Natsum SMA kan?" jelas Atem berusaha menghibur

"Kau benar! Masih ada 11 tahun lagi~ Fiuh.. Jadi lega sekarang.." ucap Laksmi yang sudah pulih kembali kemudian mengambil kamera dan mulai memfoto-foto sementara Atem yang melihat perilaku Laksmi hanya bisa menghela napas, memang beban sebagai ibu sangat berat.

Dan sepertinya, bukan hanya Laksmi saja yang mempunyai masalah yang sama~

"Kenapa.. Kenapa ini semua harus terjadi~" ringis Joey di mejanya dengan saputangan di tangannya menyeka air mata

Seto mendengus "Kau ini kenapa lagi, Joey.. benar-benar aneh.."

Joey mendengus sebal "Kau ini sama sekali tidak mengerti kesedihan seorang Ibu Tn. Seto!" ucap Joey mendramanisir "Hiks.. Fuu-Chan yang imut.. akan bertambah dewasa kemudian.. kemudian.. dia akan semakin mirip dengan.. Huwaa! Aku tidak mau hal itu terjadi!" seru Joey memeluk Seto menangis lebay sementara Seto hanya bisa menggeleng frustasi

~On The Stage~

Semua siswa menyanyi dengan sungguh-sungguh diringi oleh musik, Ruka yang memang sangat suka dengan menyanyi tampil sangat mempesona di atas panggung dilain pihak sepupunya Natsume hanya berusaha meniru teman disampingnya sedangkan Fujima menyanyi dengan lumayan memuaskan dan untuk Kurosaki dan Akira tidak bernyanyi sama sekali, malahan mereka saling bermain satu sama lain karena mereka duduk di barisan paling belakang dan itu sangat memudahkan untuk mereka bersenang-senang sementara yang lain berkonsentrasi bernyanyi.

Selesai bernyanyi, Bu Shizuka datang membawa Mic dan menanyai satu per satu dari murid-muridnya tentang apa yang ingin mereka lakukan nanti setelah lulus dari TK.

"Nah, Fujima-Kun ingin melakukan apa setelah lulus nanti?" tanya Bu Shizuka

Joey dan Seto yang ada di tempat duduknya hanya mengamati dengan seksama sementara Fujima memikirkan jawaban yang akan ia katakan dan memang seperti Ayahnya yang cepat berpikir layaknya Mbah Eistein, ia langsung menyahuti "Ayah bilang setelah aku lulus aku akan membantu Ayah bekerja nanti.." ucapnya sambil tersenyum yang disambut dengan tepuk tangan para orang tua lainnya dan Seto yang tersenyum bangga karena Ini dia pewaris Kaiba Corp yang pantas di masa depan nanti sementara Joey kembali terisak di bahu Seto.

"Bagaimana kalau Ruka-Kun?"

Ruka berpikir sejenak sementara Yugi dan Yami melihat putranya dari meja tempat duduk mereka "Ruka mau menjadi laki-laki yang kuat seperti Ayah.." jawabnya

"Kalau Natsume-Kun bagaimana?"

Tanpa perlu berpikir lagi Natsume langsung menjawab dengan santai "Menjadi laki-laki yang bisa diandalkan sama seperti Ayah kemudian menjaga Ibu dan seterusnya membantu Ayah bekerja di kantor nanti.."

"Akira-Kun dan Kurosaki-Kun Bagaimana dengan kalian?"

"Kami tidak mau bertumbuh dewasa~" jawab mereka spontan

Sukses mengundang tawa banyak para orang tua, rupanya mereka masih polos sehingga mengatakan apa yang saat itu ada di dalam pikiran mereka.

~Prom Night for Kindergaten~

"Natsume-Kun~" seorang gadis canti berambut pirang menghampiri Natsume yang kini sedang duduk di meja bersama kedua orang tuanya

"Ah- Manis sekali~" puji Laksmi tersenyum pada si gadis kecil "Siapa namamu gadis manis?" tanyanya

Si gadis kecil itu tersenyum sambil menata rambutnya rapi "Namaku Angelina~ Salam kenal"

"Natsume.. temanmu memanggilmu.." ucap Atem melirik kearah putranya yang sama sekali tidak menghiraukan temannya itu

Natsume hanya melirik sekilas kearah Angelina yang kini sedang mengobrol akrab dengan sang Mama, sepertinya ia cemburu dengan keakraban itu sehingga ia mengacuhkannya saja berharap gadis itu segera pergi.

"Ah, Natsu-Chan~ Mau berdansa dengan Angelina di Prom?" tanya Laksmi pada Natsume

"Natsume ikut dansa bersama yuk~" ajak Angelina ceria

Meletakan sendok diatas meja Natsume dengan cepat menjawab "...Tidak mau.." jawabnya singkat

Sedikit kecewa, Agelinapun kembali ke tempat teman-temannya berkumpul. Laksmi menatap Atem dan Atem hanya mengangkat bahunya tidak tahu menahu. Laksmipun melirik Natsume, putranya itu tidak pernah bersikap sedingin seperti ini, biasanya tingkah lakunya ceria dan yah layaknya seperti anak-anak lainnya, tapi kini ia terliahat mirip dan benar-benar sangat mirip dengan Ayahnya kalau meladeni seorang gadis yang sama sekali tidak ia sukai waktu di SMA dulu.

"Natsu-Chan, ada apa?.. Kenapa bersikap seperti itu?.." tanya Laksmi pelan

Natsume memandang Laksmi dengan mata Crymsonnya itu, "...Aku.. tidak mau berdansa.." jawabnya

"Natsume tidak bisa berdansa?" tanya Atem sambil menaikan alis

Natsume menggeleng "Bukan itu.." jawabnya "Natsu.. bisa berdansa.. tapi Natsu, tidak mau berdansa dengan Angel.." jelasnya

"Kalau begitu Natsu-Chan mau berdansa dengan siapa?" tanya Laksmi sambil tersenyum

"Itu.." ucap Natsume kemudian menggenggam tangan Laksmi dengan tangan kecilnya "Natsu mau berdansa.. dengan Mama.." jawabnya malu-malu

Atem hanya tersenyum mendengar jawaban putranya tersebut, sungguh hal yang tidak terduga kalau seorang anak ingin berdansa dengan orang tuanya.

Laksmi memeluk Natsume "Wah,Wah.. kenapa tidak bilang pada Mama sejak tadi.." ucap Laksmi kemudian merogoh tasnya mengeluarkan sebuah Handycam dan menyerahkannya pada Atem yang sepertinya sudah tahu apa rencana Laksmi yang sudah memberikan tatapan yang mengatakan 'Rekam yang bagus saat aku berdansa dengan Natsu-Chan nanti' "Nah.. Natsu-Chan mau kan menuntun Mama ke lantai dansa..?" ajak Laksmi

Natsume mengangguk kemudian menuntun tangan Laksmi menuju lantai dansa sementara sang Ayah mengekor dari belakang menggunakan Handycam merekam keseluruhan adegan.

Kita alihkan kesibukan Keluarga yang satu ini dan berlanjut ke Keluarga yang lain, Bisa kita lihat Ruka dan Yugi sedang makan-makanan manis bersama di meja makan mereka sementara Yami?—Rupanya sang Ayah tercinta yang tadinya tidak ikut dengan kegiatan makan keduanya (a/n: Fufufufu disini Yami sedikit kurang suka makanan yang terlalu manis) malah dipaksa untuk ikut dengan Yugi yang menyuapi satu potong Cream Puff kedalam mulut Yami disusul dengan Ruka yang malah ikut-ikutan menyuapi Ayahnya dengan Puding Labu miliknya—Otomatis membuat kini wajah Yami berlepotan dengan Whipping Cream dan juga Puding Labu, ketiganya kemudian tertawa pelan sebelum kemudian memulai babak baru di permainan suap-menyuapi (-_- ngiler yang nulis)

Dilain pihak, Bakura dan Marik—duo Ayah partner-in-crime ini bukannya menemani Istri mereka, Ryou dan Malik yang kini sedang duduk di meja dengan tenang sambil memakan hidangan desert mereka, keduanya justru malah duduk di meja perkumpulan Ayah-Ayah lainnya bermain Poker—you know? Suatu sifat yang sangat tidak bolh ditiru oleh anak-anak yang ada di ruangan.

"FUJIMA~ FUJIMA~" sebuah suara cempreng memanggil Fujima yang saat itu sedang berdiri di lantai dansa bertiga bersama Kuro dan Akira

Ketiganya menoleh mendapati 5 orang anak perempuan yang langsung berlari menghambur di sekeliling Fujima menelantarkan Kuro dan Akira—Sama popular dengan Ayahnya juga yah si Fujima dan sama menderitanya menjadi orang-orang ganteng, Hhehehe

"Ck, si Fujima malah di kelilingin oleh makhluk-makhluk cerewet itu.." dengus Kuro kesal—bukan karena iri ngak popular tapi karena kesenangannya jadi terganggu

Akira mengangguk setuju "Oh,ya! Kita ke tempat Ayah saja~ disana ada banyak kartu untuk bermain, lho~" usul Akira

"Kartu?—Hemph, Ayah melarangku bermain kartu.."

"Huft~ Kuro ngak seru!? Kalo gitu kita main sama Natsume saja~" ajak Akira

Kuro akhirnya mengangguk setuju kemudian mengikuti Akira berjalan mencari sosok Temannya itu meninggalkan Fujima berada di kerumunan para gadis pemujanya itu dan kebetulan di lokasi sekitar kita bisa melihat Seto dan Joey yang sedang berbincang-bincang dengan salah satu orang tua murid—well, sebenarnya Joey hanya menemani Seto saja karena ia sama sekali tidak ikut berbicara dengan kedua orang tersebut sampai pada akhirnya sesuatu menarik perhatiannya.

"FUJIMA~ Dansa denganku yukk" ajak anak perempuan sambil menarik-narik lengan Fujima sedikit memaksa

"Ihh! Curang! Fujima kan mau makan bersama Aya!" bantah anak perempuan yang satu lagi sambil narik lengan Fujima yang satunya lagi

"Ngak bisa! Fujima harus main sama Mimi!" seru yang lain tidak kalah heboh

Joey hanya bisa tercengang menyaksikan pemandangan ini, sementara Seto dilain pihak menyadari perhatian Joey yang menghadap ke sesuatu yang lain turut juga melihat adegan tersebut dimana Putra-nya sendiri di perebutkan begitu banyaknya gadis-gadis cilik membuatnya mengingat kembali masa-masa tidak mengenakan yang dulu pernah dijalaninya—sementara Joey~

"FUU-CHAN~" seru Joey dengan pemikiran 'Omegoot! Fuu-chan itu MILIKKU! Minggir! JANGAN DEKATI MY LOVELY-DOVEY SON!' langsung menyerbu bak 'SuperMom' segera menyelamatkan Putranya dari incaran para gadis-gadis cilik itu

"Fuu-Chan, kau tidak apa-apa kan? Mereka tidak melakukan apa-apa kan? Apa kau terluka Fuu-cha? Mungkin kita harus segera ke Rumah Sakit!" ucap Joey panic sambil mengecek apakah ada satu goresan di tubuh Putra mungilnya itu

"Joey.. Dia baik-baik saja dan berhentilah bersikap seperti Paranoid!" tegur Seto menggeleng kepala

"Tapi Seto~ Kau tidak lihat apa yang mereka lakukan pada Fuu-Chan kita~ Bagaimana kalau dia sampai terluka—Atau mungkin trauma?" lanjut Joey

Seto memutar bola mata malas—Apa menjadi seorang Ibu akan menyebabkan sifat seseorang jadi se-Paranoid dan se-OverProtektiv seperti ini?—Seto-Seto seharusnya kau juga mencemaskan Putra-mu itu bukannya Joey~

"….Aku baik-baik saja, Mama tidak perlu khawatir~" sahut Fujima pada akhirnya

"Sudah kubilang kan dia baik-baik saja, Joey.." sahut Seto mendukung jawaban Fujima sambil manggut-manggut 'Sifat-mu memang pantas menjadi penerus perusahaan nanti Fujima!' pikir Seto

Joey yang masih ngak percaya atau entah kenapa malah menarik keduanya—Seto dan Fujima of course, keluar ruangan—Sepertinya dia tetap berminat membawa Fujima ke Rumah Sakit untuk diperiksa keadaannya lebih jauh.

-The Groups-

"Lho—Aku tidak melihat Joey dan Seto…" gumam Laksmi sambil melirik ke sekitar, rupanya ia sudah selesai berdansa bersama Natsume yang kini di ajak bermain dengan Kuro dan Akira

"Mungkin mereka pulang lebih awal—Kau tahu kan Seto sangat sibuk dengan perusahaan.." jawab Atem "Hmm—Bicara soal pekerjaan…"

Laksmi menoleh kearah Atem "Uh-Huh! Sesuai kesepakatan kau libur 1 hari penuh~ lagipula kita juga harus mencari SD yang cocok untuk Natsu-Chan nanti.."

'Pekerjaanku pasti akan menumpuk nanti…' pikir Atem kemudian hanya mengangguk mengiyakan saja "Memangnya kau sudah mendapat referensi SD untuk Natsume, Little Gem?" tanya Atem

Kemudian Yugi dan Yami datang bergabung dengan keduanya "Bagaimana kalau di SD-Domino saja? Letaknya tidak jauh dan kita bisa mengantar anak-anak sambil bersepeda ataupun berjalan~" usul Yugi ceria

"Heh? Apa tidak bosan?—Bagaimana kalau di SD-ToHo saja?" ucap Laksmi

"Err—Kupikir kita memilih sekolah yang jaraknya dekat saja, Little Gem…" sanggah Atem di sambut dengan anggukan dari Yami

'Bisa gawat kalau kita harus ber-marathon lagi kalau telat ke Acara orang tua dari kantor ke sekolah…' pikir keduanya bersamaan—Ternyata ada udang toh dibalik Tahu.

Dan selang beberapa menit kemudian, Malik dan Marik datang berikut dengan Ryou dan Bakura—Tampak Bakura dan Marik memasang seringaian puas di wajah mereka mungkin karena mereka baru saja memenangkan hadiah Jackpot di permainan Poker tadi sementara Malik dan Ryou tersenyum lega karena berhasil mengeluarkan baik keduanya dari permainan yang dapat menghancurkan sifat dan kepolosan anak mereka tersebut sebelum terlambat.

"Hei, Apa yang sedang kalian bahas kali ini?" Tanya Malik memulai

"Kita baru akan memutuskan di SD mana kita akan memasukkan Natsu-chan dan yang lainnya.." jawab Laksmi

"Ah—Bagaimana kalau di SD-Domino?" usul Ryou "Kita bisa mengunjungi anak-anak setiap saat karena berdekatan ditambah lagi fasilitas disana lumayan cukup~"

Malik, Yugi, Ryou dan Laksmi saling menatap satu sama lain, sementara Yami, Bakura, Marik dan Atem hanya terdiam menunggu keputusan dari Ibu-Ibu ini.

"Baiklah~ Aku tidak sabar ingin mengantar Natsume di hari pertamanya masuk nanti!"

"Mungkin Akira harus kubelikan baju imut yang kemarin kulihat di Mall~"

"Kita juga harus beritahu Joey untuk memasukkan Fujima di SD yang sama~ dengan begitu kelimanya bisa bersama-sama lagi di SD dan Oh-yah! Kita bisa mengadakan Acara Piknik karena tempatnya sangat dekat dengan Taman Bermain~" ucap Ryou menambahkan

"Aku jadi tidak sabar!"

Yami, Bakura, Marik dan Atem kini bisa bernapas lega entah mengapa justru bersyukur saja, Mereka tidak tahu betapa sulitnya bagi para Orang Tua seperti mereka yang super sibuk ditambah tidak ingin membuat kecewa baik keluarga ataupun anak mereka—Bahkan jika perlu, mereka tidak akan segan untuk melakukan apa saja menghabiskan waktu bersama seperti ini tentunya walaupun harus dengan menumpuk pekerjaan di Kantor.

"Nee… Apa kalian melihat Fujima?" Tanya Ruka menyadari ketidak hadiran Fujima diantara mereka

Natsume hanya mengangkat bahu tidak tahu menahu

"Terakhir kali kami melihat dia sedang di kerumuni gadis-gadis centil itu.." jawab Kuro

Akira manggut-manggut "Entah apa yang sekarang sedang menimpanya—Menjadi orang keren itu memang susah rupanya.." tambah Akira santai

Ruka hanya mengangguk mengerti—di kelompok mereka, paling tidak hanya Natsume dan Fujima saja yang menjadi incaran para Gadis-Gadis di sekitar mereka, entah karena factor yang diberikan oleh Ayah mereka atau karena daya pikat keduanya sama-sama bisa membuat siapa saja terlena.

"Begini, nih… Ibu bilang setelah kita lulus kita akan masuk SD lho~" ucap Ruka menerangkan

"Mama juga bilang hal yang sama pada kami.." sahut Natsume, Akira dan Kuro setengah tertarik

Ruka mengembungkan pipinya "Uh-Well, jadi mungkin nanti kita bisa 1 kelas bersama~ Ruka jadi pingin tahu SD itu seperti apa~"

"Yang jelas kita akan tetap belajar—Membosankan.." sahut Kuro malas

"Hu-Uh! Aku mau ke Mall saja daripada sekolah~" sungut Akira—Waduh! Kecil-kecil mainannya udah ke Mall! Mungkin ini pengaruh Malik yang selalu mengajak Akira hang-out bersama di Mall untuk shopping dan sebagainya!

"…Sekelas ataupun tidak yang penting kita tetap ada di sekolah yang sama…" jawab Natsume datar

"Hee? Memang kita akan masuk sekolah yang sama?" Tanya Ruka

Natsume mengangguk " Kau lihat saja Papa dan Mama kita disana~ Mungkin sedang membahas sekolah kita nanti.. Jadi kita akan berada di sekolah yang sama.." jelas Natsume

Kuro dan Akira langsung bersorak "HORE!" seru keduanya "Sekarang tinggal menunggu apakah kita akan 1 kelas dengan Natsume atau paling tidak Fujima~" sepertinya kedua anak ini mempunyai pemikiran kalau mereka bisa satu kelas dengan Natsume atau Ruka mereka bisa meminta jawaban PR-Lho? 1 SD udah nyontek aja -_-

Ruka tersenyum lebar "Ruka jadi pinginlihat sekolah kita nanti~"


Corner Author: -_-" Setelah Hiatus entah berapa lama untuk malas-malasan, akhirnya ni Fic di Update—Hehehehehe Mohon maaf kalo ceritanya GAJE dan lebih condong ke FanFic daripada ORI

To Eroica Brahms:Hehehe… soalnya ini terlalu banyak OC's dimasukkan kea kun FP deh—Tapi kalo soal ide aslinya sih murni pengalaman Author hehehe

To Liu Yang Mei: NI Haou! Runa~ Hehehehe udah lama ngak nongol di FP nih Litte~ Arigatou Reviewsnya

To miss-morningdew: Arigatou! IYAAA~ Chara ini dari chara YGO~ berhubung disini kebanyakan OC's Litte pikir mending dimasukin kea kun FP dibandingkan FF-Plak! Thank you for Reviews

To Gia-XY: Gracias Gia~ ehemm Sengaja dibikin kayak Ibu-Ibu gtoh—TAPI.. Ibu-Ibu yang Gaul wkwkwkwk~ Makasih Fave'a Heheheheh

Favorite : Story Author   Follow : Story Author

  .    .