
Sebab semuanya memang telah berlalu.
Rated: Fiction T - Indonesian - Romance/Poetry - Words: 113 - Published: 08-19-12 - Status: Complete - id: 3051762
|
|
A+ A- |
ANGIN LALU
.
Sendiri di stasiun.
Seorang wanita duduk termangu.
Matanya memandang ragu.
Tubuhnya seakan layu.
Dalam wajah sendu.
Menatap kereta yang telah berlalu.
.
Hatinya bingung.
Kenapa ia mau menunggu?
Padahal semua terus melaju.
Apa bisa nanti bertemu?
Jika janji yang dikata suci adalah palsu.
Dan cinta adalah kebohongan bisu.
.
Akankah sang pria mengingatmu?
Jika yang ada hanyalah semu.
Sedang engkau cuma bergantung pada kalbu.
Percaya cerita dari masa lalu.
Bahwa jarak bukanlah halangan untuk bersatu.
Apalagi waktu!
.
Itulah angan lucu dari kepala dungu.
Hasrat kuat dari pikiran keruh.
Dusta lucu atas ikatan rapuh.
Dikira kuat sejatinya runtuh.
Sebab segalanya telah luluh.
Kenangan dulu biarlah berlalu.
.
Semuanya hanya angin lalu.
.
(Jakarta, 19 Agustus 2012)
|
||||||