
Akane harus terkurung dalam kamarnya yang sempit selama 16 tahun untuk melindungi sebuah rahasia, Hana tidak mengetahui soal rahasia itu, tapi siapa peduli? karena Hana juga memiliki rahasia yang tidak diketahui Akane...note:ber-setting di jaman historical jepang. Please read and review! ch 2 udah release*halah* :D
Rated: Fiction T - Indonesian - Romance/Hurt/Comfort - Chapters: 2 - Words: 3,913 - Reviews: 3 - Updated: 10-12-12 - Published: 10-03-12 - id: 3062768
|
|
A+ A- |
Judul: Taiyou to Tsuki no Uta(the sun and the moon's song)
Genre: Romace, Fantasy, Historical
Warning: Deskripsi Historical yang really bad (belum sempet searching :D so please forgive me hehe)
A/N: sebenernya ini udah di post di blog tapi aku post lagi di sini, gapapa la yaa, kalau mau liat gambar wajah mereka berdua bisa visit blog aku :D
Chapter 1 : The Crimson Moon Princess
Di tengah kegelapan malam, bulan bersinar. Semua orang mengetahui begitu indah cahaya yang dimilikinya. Tapi tak semua orang tahu kalau bulan hanya bisa bersinar dengan mengambil cahaya milik matahari.
Di sini…seperti halnya bulan yang mencuri cahaya matahari untuk bersinar, aku telah mencuri cahayamu…untuk bertahan hidup.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Hari sudah gelap, bulan pun sudah menampakkan cahayanya. Sementara anak-anak kecil sudah tidur terlelap di dekapan sang ibu, di kediaman keluarga Oda, seorang gadis malah mengendap-endap keluar rumah dengan memakai kimononya. Gadis cantik berambut panjang itu melihat sekeliling untuk memastikan tidak ada orang di sana.
"Yosh," dia mempercepat langkahnya dan senyum puas pun terbentuk di wajahnya saat dia sampai di pintu gerbang, "kali ini tidak akan gagal!" bisiknya senang.
Tepat saat dia akan membuka pintu, sebuah suara terdengar, "Di depan pintu ada dua orang penjaga, Ojou-sama"
Gadis itu melihat ke samping dan gadis lain yang tampak seumuran dengannya berdiri di sana, "Hana-chan? Kenapa ada di sini?"
Gadis bernama Hana itu tersenyum, "Kalau anda tidak ingin tertangkap lalu ketahuan dan dimarahi tuan besar, lebih baik anda kembali ke kamar anda sekarang"
Sang 'ojou-sama' melihat ke arah pintu kayu di depannya lalu bergantian melihat Hana, "Apa kauyakin di luar sana ada penjaga?"
Hana mengangguk, "Tentu saja, mana mungkin tuan besar meninggalkan seorang 'anda' tanpa pengawasan" gadis bertubuh mungil itu mengatakannya dengan pasti.
"Begitukah?" 'ojou-sama' menatap pintu lalu mengerucutkan bibirnya karena kesal, "ck, dasar kakek tua, dia benar-benar tidak membiarkanku pergi kemana pun!" kemudian berbalik dan berjalan ke arah bangunan yang merupakan rumahnya. Tapi sebelum masuk ke dalam, dia menghentikan langkahnya dan menatap Hana.
"Ah, Hana-chan…kenapa kau memanggilku 'ojou-sama'?"
Hana hanya tertawa kecil mendengar pertanyaan nona-nya itu, "Aah, tolong jangan dipikirkan, selamat malam, aku harap anda tidur dengan nyenyak Akane-sama" Hana membungkuk lalu membalikkan badannya dan bergegas pergi. Meninggalkan Akane yang hanya bisa menatap kepergian Hana dengan bingung.
"Ojou-sama? Aku?" Akane menunjuk dirinya sendiri sebelum masuk dan menutup kembali pintu rumahnya.
Sementara itu Hana yang ternyata belum jauh berbalik dan melihat pintu rumah yang sudah tertutup. Hana tersenyum lalu dia kembali berjalan. Dia berjalan melewati sebuah kolam dan tanpa sengaja melihat pantulan bulan di kolam itu. Batuan yang ada di dasar kolam berwarna merah dan itu membuat pantulan bulan terlihat kemerahan. Hana berjongkok di sisi kolam dan melihatnya dengan seksama, kemudian Hana tersenyum.
"Benar-benar cocok, Akane Ojou-sama."
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
"Ada yang pernah mengatakan; makanan akan cepat berkurang saat diedarkan tapi sebaliknya kata-kata akan cepat bertambah saat kita mengedarkannya. Sepertinya itu benar, karena sesuatu bernama 'desas-desus' atau 'gosip' cepat sekali menyebar dari mulut ke mulut, telinga ke telinga. Saat semua mulut sudah mengatakannya dan semua telinga sudah mendengarnya, maka 'desas-desus' itu akan kembali pada sumber informasinya. Tapi ajaibnya, informasi itu kembali dengan tambahan kata-kata yang luar biasa!"
Akane melihat Hana yang sekarang duduk di hadapannya dan sedang menceritakan sesuatu, "Jangan bicara berputar-putar, langsung ke intinya!" ujar Akane tidak sabar.
"Baiklah," Hana mengangguk, "minggu lalu, banyak pria hebat dan tampan yang datang ke desa kita, para pelayan suka diam-diam mengintip ke luar untuk melihat mereka"
"Lalu?"
"Lalu muncul banyak pertanyaan seperti 'siapa mereka?' 'apa tujuan mereka datang kemari?' 'apa mereka mencari seseorang?' 'siapa yang mereka cari?' dan hal-hal lain seperti itu," Hana melihat nona-nya yang sedang menyuap sarapannya kemudian melanjutkan setelah memastikan kalau Akane masih mendengarkannya, "ternyata, para pria itu datang menemui tuan besar! Tentu saja semua pelayan di sini terkejut, dan pertanyaan itu pun berubah menjadi pertanyaan semacam 'untuk apa mereka ke rumah Oda-Sama?' 'siapa yang akan mereka temui?' 'apa ini urusan pemerintahan?' 'atau mereka datang untuk membicarakan pernikahan?' dan hal-hal lain semacam itu…"
Akane masih makan sarapannya tapi mendengar Hana tidak melanjutkan kalimatnya Akane berhenti sebentar, "kenapa? Lanjutkan, aku masih mendengarkanmu"
Hana menatap Akane tidak percaya, "Tapi anda tidak terlihat tertarik…apa anda benar-benar mendengarkan?" dari tatapannya tersirat rasa kecewa karena sang 'ojou-sama' terlihat acuh saat mendengarkan ceritanya.
"Aku dengar, aku dengar! Lalu apa yang terjadi? Apa kau sudah tahu kenapa orang-orang itu datang kemari?"
Wajah Hana kembali cerah dia mengatupkan kedua tangannya lalu mengangguk dengan bersemangat, "Ini bagian yang sangat penting!" ucapnya, "salah satu penjaga kita bertanya pada salah seorang dari mereka dan saat ditanya 'apa tujuan kalian datang kemari?' orang itu menjawab seperti ini, 'kudengar Oda-sama memiliki seorang anak perempuan yang sangat cantik' begitu!" Hana bercerita sambil berusaha menirukan cara bicara kedua subjek yang diceritakannya.
"Tapi ternyata seorang pelayan perempuan mendengar itu, dan dia pun mengatakan pada pelayan lain kalau para pria tampan itu datang untuk melamar anak perempuan tuan besar!" Hana mendekat ke arah Akane, "tapi kemudian, semua orang berbisik-bisik, bukankah semua anak perempuan Oda-sama sudah menikah….lalu pelayan lain dari rumah ini mengatakan kalau tuan besar masih memiliki satu anak perempuan, dan anak ini jauuuuuh lebih cantik daripada anakk Oda-sama yang lainnya,"
Hana kembali duduk ke posisinya semula, "hanya itu yang dikatakan pelayan kita, tapi saat aku ke pasar kemarin, aku mendengar sesuatu yang sangat aneh…"
"Di balik jendela yang tertutup rapat di belakang rumah Oda-sama, ada seorang gadis yang sebelumnya tidak pernah diketahui keberadaannya. Hanya sedikit orang yang bisa datang menemuinya, bahkan para pelayan pun tidak mengetahui seperti apa rupanya
Suatu hari, karena sangat penasaran seorang pria datang diam-diam dan memaksa untuk membuka jendela itu. Alangkah terkejutnya dia saat melihat kalau yang ada di sana bukanlah seorang gadis biasa, tapi seorang gadis yang sangat cantik. Dia adalah gadis tercantik yang pernah dilihat pria itu. Rambutnya hitam panjang dan sehalus sutra, kulitnya putih dan bercahaya seperti sinar bulan, bibirnya secantik mawar yang sedang mekar. Tapi ada sesuatu yang membuat pria itu tidak berani datang mendekat, saat gadis itu menatapnya si pria sadar kalau mata gadis itu berwarna merah…seperti ada darah yang terpercik dan meninggalkan bekas di sana. Melihat itu, sang pria langsung berlari ketakukan dan langsung mengurung diri di rumahnya.
Tapi ternyata dia tidak bisa melawan keinginannya untuk melihat sang gadis lagi. Meskipun dia takut tapi tetap saja gadis itu terus muncul dalam pikirannya, dalam mimpinya dan setiap kali dia menutup mata untuk berkedip. Lalu pria itu pun kembali menemui sang gadis. Tapi kali ini ada yang berbeda, setelah memanjat dinding rumah hari itu, pria itu pergi meninggalkan desa…dan tidak pernah kembali lagi.
Satu-satunya saksi hidup tentang gadis itu sudah menghilang. Semua orang penasaran tapi terlalu takut untuk melihatnya. Hanya sedikit kata yang disampaikan sang pria pada temannya, 'Dia adalah gadis cantik yang bersinar seperti bulan, dengan mata merah yang menakutkan tapi sekaligus memesona'. Dari kata-kata pria itulah akhirnya sang gadis diberi julukan;
The Crimson Moon Princess," Hana menarik napas lalu membuangnya, "selesai, cerita yang menakjubkan bukan?" tanya Hana dengan wajah polos.
Akane melongo menatap Hana dan tanpa sadar menjatuhkan sumpit yang dipegangnya. Pandangannya kosong dan mulutnya terbuka lebar.
"Akane-sama?" Hana mendekati Akane dan menggerakan tangannya di depan wajah Akane.
Akane langsung tersadar dan mengatupkan mulutnya, "A…apa itu tentang…aku?" kemudian dia menunjuk wajahnya sendiri.
Hana mengangguk, "Sepertinya begitu…"
"Apa karena itu…kau memanggilku 'ojou-sama' kemarin?"
Hana kembali mengangguk, "Apa anda tahu? Semua orang di desa ini sudah tahu soal cerita itu, kurasa sebentar lagi anda akan menjadi salah satu legenda desa ini…"
Akane geleng-geleng kepala karena tidak percaya, "Jangan bercanda…"
"Ah!" teringat sesuatu, Hana langsung buka mulut lagi, "tadi pagi malah aku mendengar sesuatu yang aneh, sepertinya kabar itu sampai ke desa tetangga karena sekarang banyak sekali pria yang datang karena ingin menemui anda!"
"APA?!"
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
To be continued
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
info:
*ojou-sama ( tuan putri)
*-sama (panggilan formal untuk nyebut orang yang dihormati)
*Akane (ga terlalu yakin tapi Aka dari Akane aku artikan sebagai merah)
*Hana (artinya bunga)
*Oda (nama keluarga Akane)
Thanks for reading, review please?
|
||||||