
Rindu mendesak menimbulkan sesak kendati terlalu abstrak
Rated: Fiction T - Indonesian - Romance/Angst - Words: 132 - Published: 11-02-12 - Status: Complete - id: 3070693
|
|
A+ A- |
Dibuat bersama salah seorang teman sebangku saya waktu menduduki kelas sepuluh silam. :)
Selamat membaca, ya! ^_^
.
#~**~#
KABUT HATI
(Rindu mendesak menimbulkan sesak kendati terlalu abstrak)
.
Semilir angin dingin berhembus
Menggulirkan daun-daun kering yang reras meranggas
Sempat menyeruak dalam hati
Rasa rindu tiada batas tepi
Kokoh diri perlahan gontai
Menjejaki tapak kakimu yang lenyap
Tersapu debur ombak airmataku
Dan jeritan pilu ini mati
Ditelan sang sunyi
Apakah kau tahu rasaku?
Mampukah kau lihat luka di hatiku?
Mungkinkah kau kecap pedih?
Maukah kau rasa rindu?
Namun… adakah kau ingat aku?
.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
.
Hei, aku rindu seseorang yang bahkan mungkin sudah tidak ingat diriku lagi. Bodoh, ya? :')
.
Terima kasih sudah menyempatkan membaca. Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan kehadirannya! ^_^
.
Sweet smile,
Light of Leviathan (LoL)
|
||||||