Fiction » Humor »

Welcome to My World
Author:
Carl A. R PM
Carl Trilogy AU series. Kumpulan cerita lucu di masa depan atau dari karakter dalam Verano a Dinamarca. Random updates Suck at summary, baca saja di dalam :)
Rated: Fiction T - Indonesian - Humor/Romance - Chapters: 2 - Words: 2,205 - Reviews: 6 - Follows: 1 - Published: 02-03-13 - id: 3097881
A+  A-   Full 3/4 1/2 Expand Tighten

Welcome to My World

Carl A. R / N. 潘 (Phan)

Carl Trilogy AU series

Character: Valeria Alvarez (Carl Alvarez and Severina Armando's daughter)


Chapter 1-Forever Alone


Seperti biasa, apartemen The Big Apple di lantai 19 selalu berisik. Bukan karena tamu yang super ramai, melainkan seorang anak laki-laki Swedia yang berdarah Denmark berusia lima belas tahun selalu melakukan—bisa dibilang sebagai penganiayaan—hal yang tidak pantas jika itu dilakukan oleh perempuan.

"DENGAR YA, CARL LUNDQVIST! JANGAN MENTANG-MENTANG AKU JAUH LEBIH PENDEK DARIMU KAU SEENAKNYA MELEMPARKU KE SUDUT SANA!" maki seorang gadis kecil tomboy pada seorang anak laki-laki bertampang nakal dan bergaya seperti boyband Korea. "TERUS AKU HARUS BILANG 'WOOW' GITU KALAU KAU ANAK BOYBAND ATAU LEBIH TINGGI!"

"Valeria, tenanglah!" Matias, sang kakak, berusaha menenangkan gadis kecil yang tidak sampai 140 cm sambil menahan kedua tangan Valeria—takut-takut kalau Valeria berbuat macam-macam dan ujung-ujungnya anak lelaki bernama Carl Lundqvist itu akan melemparnya lagi ke tempat yang tidak terduga.

Masalah pertama adalah karena Valeria menghina boyband kesukaan Carl Lundqvist yaitu Master Segnor dengan alasan lebih mirip super gay. Kontan Carl Lundqvist yang merupakan pencinta segala hal yang berbau Korea (mengingat sang ayah, Carl Sørensen, memiliki darah Korea-Rusia dari sang ibu) langsung marah. Tanpa tedeng aling-aling, Valeria dilempar seolah-olah ia alat untuk lempar lembing. Untung saja Valeria tahan banting, coba kalau tidak? Sudah pasti Valeria akan mati.

"Aku nggak suka sama orang ini," gerutu Valeria sambil menunjuk Carl Lundqvist dan pemuda itu menggeram marah tetapi Matias menahan Carl Lundqvist dan Valeria bersamaan. "Sejak dulu kelakuannya aneh dan tidak pernah hormat padaku yang lebih tua karena aku pendek."

Valeria Xavier-Alvarez, dua puluh tahun dan sering dikira sebagai anak sekolah dasar. Ditambah wajahnya yang sedikit tengil dan menyerupai sang ayah, Carl Alvarez, membuatnya sering disangka sebagai laki-laki. Ia menggunakan kacamata karena ia sangat kutu buku dan menyukai segala hal mengenai politik. Ia adalah anak kedua di keluarga Alvarez.

Sang ibu, Severina adalah seorang wanita yang memiliki keterbatasan dan sama pendeknya dengan Valeria. Seharusnya ia tidak boleh menyalahkan ibunya tetapi bagaimana tidak menyakitkan jika sang kakak dan adik kembarnya mewarisi gen ayahnya yaitu tubuh yang tinggi-tinggi, sekitar 180 cm. Sedangkan ia sendiri sangat pendek, sekitar 138 cm. Ketika pulang ke Madrid, Carl Alvarez selalu iseng menggendongnya sehingga lebih mirip anak sekolah dasar di tahun pertama dan itu membuat Valeria selalu menjadi bahan lelucon di kalangan tetangganya.

Ditambah Valeria adalah anak jurusan hukum di salah satu universitas di New York. Dengan tampang tengil ditambah pendek, seringkali Valeria menjadi bahan cacian anak-anak perempuan yang trendy, gaul dan tinggi.

Valeria memang termasuk pintar di kelasnya, terutama di sub-jurusan hukum internasional. Tapi, Valeria paling malas yang namanya membawa catatan di notes. Lebih suka membawa iPad ke kelas, sekalian mencatat, sekalian main game dan sekalian download lagu-lagu band Jerman favoritnya, Rammstein. Modus ceritanya.

"Memangnya tampangku lebih mirip bajingan tengil daripada penegak hukum, ya?" tanyanya pada diri sendiri dengan setengah ngaco sehabis dimarahi oleh dosen karena ketahuan bermain Angry Birds ketika dosen menerangkan.

Michelle Chang, teman sekelasnya yang warga negara Hong Kong hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabat baiknya ini. Ia sampai tidak bisa berkata apa-apa tentang hal ini saking herannya dengan Valeria. Jangan-jangan Carl Alvarez, yang sekarang menjadi penulis buku, dulu ketika muda sama seperti Valeria sekarang. Secara ibu Michelle yang seorang diplomat untuk Spanyol merupakan fans berat Carl Alvarez.

"Mengapa tidak menjawab, Michelle?" tanyanya kesal dan menarik baju Michelle.

Michelle menjawab pelan sambil menghela nafas. "Kelakuanmu terlalu tolol dan tidak mencerminkan orang Eropa sesungguhnya."

Aduh, memang susah kalau punya tinggi tidak seberapa. Teman-temannya yang berasal dari benua Asia memang sama tingginya dengan Valeria, bahkan lebih tinggi sedikit dari Valeria.

Gara-gara itu juga, ia susah dapat jodoh dan selalu dikerjai oleh Carl Lundqvist yang jelas-jelas lebih muda darinya. Lebih muda lima tahun darinya tetapi tingginya menyamai sang kakak, Matias. Saking stressnya dikerjai oleh anak ababil bernama Carl Lundqvist, ia pernah mengirim e-mail ke sang ayah dengan bunyi sebagai berikut:

Dari: valeria. orange adventura. esp

Untuk: carl. spanien adventura. esp

Tolong carikan saya jodoh dengan beda usia minimal sepuluh tahun dengan syarat adalah pria campuran Asia-Eropa agar perbedaan tingginya tidak terlalu jauh karena saya sudah muak dikerjai oleh Carl Lundqvist gila itu (apalagi satu lantai dengan anak nakal itu). Ancaman pidana sama sekali tidak mempan untuknya.

Salam cinta, Valeria Xavier-Alvarez

PS: Ngomong-ngomong, paman Sørensen marah karena Niklas didekati oleh pria Belanda (ganteng) yang jauh lebih tua darinya? Iseng bertanya sih, tidak dijawab tak apa.

Dan beginilah balasan Carl Alvarez terhadap putri kesayangannya yang dibilang cukup memusingkan.

Dari: carl. spanien adventura. esp

Untuk: valeria. orange adventura. esp

¡Hola! Valeria mi amor, apa kabar? Sepertinya anak kesayangan papa sedang gundah gulana? Tenang saja, jodoh tidak akan kemana-mana. Tidak ada hubungannya dengan fisik. Buktinya Sev pendek tetapi papa jatuh cinta padanya.

Soal Lundqvist, dia menyukaimu dan jadi wajar saja dia bersikap seperti itu.

Ah, Sørensen? Iya, Niklas berpacaran dengan Lars van Dirk (tetangganya sejak kecil) dan kurasa cocok-cocok saja. Papanya saja yang terlalu kuno, sama saja seperti dulu ia mengekang señorita Adrianne.

Salam cinta, Carl Hector-Alvarez

Percuma bicara dengan ayahnya yang mantan playboy itu (beribu heran ayahnya sekarang sangat setia, jangankan gosip perselingkuhan—gosip ia dekat dengan wanita saja tidak ada sejak ia lahir) , sama sekali tidak membantu. Malah bergosip mengenai anak orang lain. Duh! Dari dulu ayahnya selalu memberikan saran sesat padanya.

Malamnya, Valeria merenung di tempat tidurnya sambil menatap langit-langit. Susahnya kalau belum punya pacar, suka dituduh forever alone dan sebagainya. Ditambah ledekan menyakitkan dari adik kembarnya yang keduanya sebagai model. Ia sendiri sialnya adalah model freelance untuk majalah fashion anak-anak di Asia Timur dan Amerika Utara, bisa dibayangkan betapa memalukannya hal itu.

Sebenarnya banyak yang menghina Valeria karena iri akan kelebihan yang banyak dimiliki olehnya. Valeria bisa berbicara dalam sepuluh bahasa alias polyglot, bisa menggambar sebaik mangaka atau Peyo (pengarang komik Smurf dari Belgia), pintar dalam debat hukum terutama hukum internasional dan kurang apa lagi? Karena iri biasanya Valeria sering dibilang anak artis numpang tenar dan mengungkit-ungkit tinggi badannya supaya tampak kelemahannya.

Daripada masalah itu, sekarang Valeria sedang muak karena di usia dua puluh tahun ini ia sama sekali tidak bertambah tinggi dan mulai merasa forever alone. Teman-temannya dan kerabatnya yang selama ini ia kenal sudah memiliki calon pasangan hidup, bahkan Niklas yang baru berusia empat belas tahun sudah memiliki kekasih yang usianya lebih tua sembilan tahun darinya. Astaga, dunia memang sudah terbalik baginya.

TBC


Author notes: Agak gaje dan pendek ya? Memang sih format cerita ini lebih mirip diary harian :) Karakter dari Carl Trilogy pasti kena bagiannya, tergantung mood authornya sih, hehe.

Review please and no flame~

Favorite : Story Author   Follow : Story Author

  .    .