Reviews for Kelas yang selalu rusuh
LePion chapter 1 . 9/15/2013
Gyakakakakkk!
Kocak!
Udah la nggak baca fic humor yang kocak kayak gini wwkwkw
Dilanjutin dong senpai!
LalaNurrafa GemasangkalaOke chapter 1 . 6/8/2012
Orific apaan sih? #plak!

Mirip kelas saya kalo wali kelas-nya pada pergi.
Rio de Ciliwung chapter 1 . 8/26/2010
Ngakak parah! XD

Please, update!
kiyo89 chapter 1 . 7/24/2010
Sugoi! XD
pindanglicious chapter 1 . 7/21/2010
Lanjut, neng! Lucu! XDD
fujiwara Ai chapter 1 . 7/2/2010
keren kak!

saya suka loh, apalagi humornya itu,, nangkep banget saya baca-nya. apalagi, kayaknya kelasnya sama dengan kelas saya yang ributnya gak ketolongan.

terus lanjutkan ya! keep writing!
teacupz chapter 1 . 6/21/2010
astaga! shina! ini lucu banget! XDD wah, real story kayaknya menarik banget buat dibaca, nih! XD itu beneran semua humor-humornya itu asli dari kelas? atau ada yang shina tambahin sendiri? kalau itu humornya semua beneran dari kelas, gue kalau ada di kelas itu udah sakit perut tiap hari karena ketawa. well, mungkin nggak sakit perut, sih... tapi, intinya lucu, deh! XDD dan semuanya nggak pernah gue alamin di dunia nyata. artinya, nggak pernah punya pengalaman kelas begitu. lol.

sebelum lanjut, bolehkah gue memberi beberapa pendapat yang diharapkan untuk dikoreksi kembali jika salah? -dilemparin-

buat dialog dalam hati, setahu gue, aturannya nggak jauh beda dari dialog yang diucapkan. jadi, kalimat deskripsi setelah dialog itu nggak perlu diawali pakai huruf besar. contoh? :O

- TANGAN GUE CUMA SA—EH, DUA! Jerit Nadia histeris dalem hati. / kata 'Jerit' jadi 'jerit'. by the way, itu ngomong dalam hati aja kok pakai diralat-ralat? -malah protes- -digamparin- lol. itu bikin lucu, kok. :P

- Banyak banget, cape deh. Batin Nadia. / kata 'Batin' jadi 'batin'. terus, tanda titik yang habis kata 'deh' kayaknya lebih tepat tanda koma.

lines berikut:

- Ia meninggalkan kartu tanda khusunya / maaf, boleh nanya..? 'khusunya' itu typo bukan? soalnya nggak pernah denger. :/ kalau bukan, itu artinya apa, yak?

- Nadia yang lagi asyik ngambar di belakang. / hmm, sedikit saran aja, nih. gimana kalau kata 'ngambar' diganti jadi 'ngegambar'. biar lebih jelas aja supaya nggak dikira typo dari 'ngambang'. XP -ngaco- ngapain ya ngambang di kelas? -plak-

- Tiba-tiba hani dan Lisa nyolot. / ini 'hani'nya typo. harusnya 'h'nya ditulis dalam kapital, kan?

sekian ruang sotoy gue. harap koreksi balik karena gue juga nggak yakin. -halah, mana tanggung jawab lo sebagai reviewer?-

suka banget sama fic ini, shina! maaf telat baca karena emang jarang buka FP. :/ soalnya, gue lebih nggak terbiasa baca orific karena... karakternya musti ngenalin sifatnya dan nyaris tiap fic beda karakter. dan di fic shina, karakternya satu kelas, yak? XD waduh! apa nggak bikin pusing, tuh? hmm, tapi, gue lihat cuma beberapa yang dispotlight, sih. beberapa lebih kayak karakter numpang lewat yang cuma ngomong beberapa dialog jadi nggak bikin pusing karena musti ngenalin semua karakter. :P -disepak karakter-karakter yang dimaksud- tapi gak apa-apa sih asal nggak langsung satu chapter semua karakter dispotlight aja. -maunya apa, sih?-

si Fia itu ketua kelas atau sekretaris atau apa? orangnya kayaknya rada pemimpin gitu. heh. kalau Nadia itu shina, yak? soalnya banyak hint kayak ngegambar, Apollo Justice, sama fanfic, sih. :P eh, eh, daripada makanannya dilemparin ke muka temen-temen, mending kasih ke gue aja. -nyomot chocolatos-

hm, ditunggu lanjutannya. update!

eh? ada yang ketinggalan? bagian-bagian yang paling lucu? :/ erm, mungkin semuanya lucu... tapi, kalau boleh milih... yang bagian Fia ngomong "Penelepon selanjutnya... ah capek! Nadiong, beliin makanan di kantin!". lol. itu niat bawain acara nggak, sih? XD tapi, gue lebih ngakak pas baca yang 'ke depan kelas tanpa tepuk tangan' sama bagian akhir yang acara 'gak jelas apa yang ditampilin' itu. heh heh. XD