Reviews for Paradiso Perduto
Asha D chapter 3 . 3/14
kak, aku gasuka banget sama si Rai, jahat banget. kok bisa sih kakaknya baik tapi adeknya begitu ._. dan semoga Anna bisa menemukan kebahagiannya ya. kayaknya ceritanya bakal jadi asik, lanjut terus ya kak :D aku udah kasih alert kok
Zahrarputeri chapter 3 . 8/17/2013
Where are you, chapter 4?
AAAAAH... Penasaran sekali sama Paradiso Perduto...
Kangeeeeen.
Hiks, hiks.
Squidoo chapter 3 . 7/8/2013
Hai, kak Vera! (boleh manggil gitu kan?) kita ketemu lagi xD

Jadi, setelah baca SNYBS dan promosi sana-sini a.k.a ceritain SNYBS ke temen-temen, akhirnya sampailah aku baca fict ini.

Btw, it's been a year and a half you haven't updated this story, ya. Jadi di sini aku cuma mau mengingatkan kalo kak Vera masih punya cerita, hayoo jangan gak diselesaiin. Kasian mereka nungguin xD
.
.
.
Aku suka banget Anna. Ntahlah, tp sifatnya yang suka menyendiri tuh aku banget, hehe.

Oh! Apa yang ada di balik lemari tsb? Ayo update! Kutunggu ya update-annya

Salam tiga jari,
Prim.
d chapter 3 . 8/27/2012
ada apa dibalik lemari ituuuu? pls apdet asap im so curious _
Mmerleavy Ellesmerea chapter 3 . 1/21/2012
Hai Vera, ini saya, Ellesmere-Season... Saya ganti nama, sesuai PM, anda dapat memanggil saya Merl mulai sekarang

Dan review saya, LANJUTKAAAAAANNNNNNN! WAJIB LANJUT!

Emm, beneran tuh si Sashi YURI aka lesbi?

Saya tunggu, update petir yaaaa!

Rain of December,

Merl.
Zahrarputeri chapter 3 . 1/18/2012
OMG! OMG! OMG!

Ehm. Sorry. Terlalu excited, ehe.

Kepintaran kakak dalam menguraikan cerita emang nggak bisa dikasih satu jempol aja. Bener-bener menguasai. Nggak bikin aku ngelewatin satu kalimat/paragraf pun (Fyi, biasanya aku suka langsung loncat dari beberapa paragraf yang menurutku nggak penting *di geplak*.)

Tapi iniiiii! Aih... kenapa keren banget? Kenapa kalau ada yang terlewat kerasa janggal?

Narasi yang mendramatisir namun lugas dan pas ini klop banget bikin aku ikut ngerasain 'kehampaan', 'kesendirian', juga 'secuil-dua cuil kebahagiaan'-nya Anna. Hampir nangis, u know. Dan sewaktu Anna senyum ke lelaki yang entah siapa itu, aku juga ikut senyum. See kan, betapa kuatnya cerita ini ke kehidupan nyata yang aku jalanin.

Then, campuran antara sudut pandang Anna & penulis juga baru aku temuin lagi yang senada banget kayak fic ini. Nggak bikin illfeel atau merusak cerita. Komposisinya paaaaas. Malahan, jadi manis.

Sayangnya. Nah, maaf ya.

Honestly, pertama-tama aku tergoda dengan fic ini (selain atas kepintaran kakak dalam membuat hidup sebuah cerita), karena aku cinta dengan karakter Rai. Yang tempramen nan kesepian. Yang sok mengeluh karena sirik. Sesosok yang butuh dimengerti oleh orang-orang disekitarnya, yang butuh dipahami dan ditaburi perhatian. Emang sih, karakter Rai ini kalau ditilik dengan mata sekilas dan didengar makiannya, nggak ada hal yang patut dijadikan contoh. Karena Rai memang salah kan, kak. Seakan-akan dengan mengimbaskan ketidak terimaannya pada keadilan Tuhan pada Anna yang dia jadikan sebagai tempat makian dan hinaan, Rai akan mendapatkan kepuasan. Menurutku, terasa lebih hidup daripada kisahnya Anna yang apa adanya sampai kayak nggak punya apa-apa.

Sayangnya aku salah, dari ch 1-2 aku belum bisa mahamin seorang Anna. Tapi ch 3 ini, aku mulai ngerti.

Karena pada kenyataannya, Anna pun punya karakter yang kuat. Seperti rapuh dari luar tapi sebenernya dia ada kebijaksanaan hati dalam menyikapi kehidupan, sabar (meskipun itu adalah cara menghindari perdebatan Rai & dia agar nggak berlanjut)dan juga seneng belajar! Hehehhehe. Tapi dia tetep manusia, yang pasti punya masalah. Kesalahannya pun berbanding terbalik dengan Rai. Karena Anna tertutup, sosok yang mendem perasaannya dalem hati sendirian. Rai kan, walau agak nggak jelas dan dominannya marah2, dia masih lebih terbuka menurutku.

And Stefan... Nyedihin pas tau kalau ternyata Rai 'tertarik' dan Stefan kayaknya malah lebih cenderung ke Anna. Aku takut Rai bakal lebih buruk dari sekarang. AAAA TIDAK-TIDAK! Tokoh faforitku mudah-mudahan bisa lebih dewasaaaaa kedepannya. Kalaupun nggak jadi sama Stefan, dia harus bisa nerima. Amin-amin! Rai, semoga dapet ilham ya. Moga juga dia dapet porsi lebih dalam cerita. Walau kayaknya Anna-lah sang tokoh utama.

Aih. Aih. Too much abis ya, aku.

Sok tahunya kumat, nih. Maaf ya kak. Kalau ada yang "Menurutku, menurut-kunya bikin kakak nggak suka." Namanya juga menurutku, jadi itu sudut pandang dari aku sendiri. Hehehehe... over all, it's amazing! Ch 4 diharapkan bisa update nggak jauh dari waktu sekarang! AMIIIIIN!

Oh, anyway kak, apa lelaki bermata cokelat itu akan dimunculkan nantinya?;)
Mmerleavy Ellesmerea chapter 2 . 12/31/2011
Baiklah,sy bru nyadar di chap 2 ni. Bahwa trnyata sy memang benar2 mirip Anna, sy cm bs mengutarakan pndapat melalui tulisan sperti ini.

Makasih Vera-san,sy jd bs bercermin pd tokoh Anna utk mengetahui buruk dn baik yg ad dlm diri saya *bows*

Emm,sy mohon dg sangat,tolong lanjutkan fiction ini,please

Alert n fave

-Mmerl.-
Mmerleavy Ellesmerea chapter 1 . 12/31/2011
Keren

Ah,sy gasuka tipe cewe macam Rai *ditimpuk botol selai nanas

Aplgi ad satu tmn sy yg kya bgitu,plus sifat manja dan soknya dia #malahcurcol

Ah,Anna,dirimu mirip diriku (bag baca pikirannya ma sikap dinginbekuny),tapi aku gak sesuram/sediem kamu sih ehe

Baiklah,sy mw ngacir dulu baca chappie 2

-Rain of December, Mmerleavy.
Phia chapter 2 . 7/21/2011
Hmm..apakah cerita ini sedikit misteri jg?

Huaa, penasaran! Update, please?

Thanks so
Mizu chapter 2 . 4/9/2011
Msh ada lanjutanya kn?

Di lanjutin donk keren nih..
Guest chapter 2 . 3/5/2011
Ahooy. .

Ahh, cerita yang ini juga menarik.

Aku harap Anna jadi ma Stefan.

D tgu apdetannya.

Makasih.
dilia-pyon chapter 1 . 8/26/2010
Keren sekalii! Ya ampun saya sepicles banget ini. O.o

Seperti biasa, deskripsinya selalu membuat saya bisa membayangkan setting cerita dengan mudah.

Dan saya suka sekali dengan bagaimana cerita ini berjalan. Saya udah menduga kalo cewek yang ditabrak Stefan pasti ada hubungannya sama Keluarga Soebagjo.

Agak miris juga pas tau Rai ternyata tertarik sama Stefan. Apakah berarti dia bakal makin mangkel sama Anna? Mengapa juga mereka bersaudara, tapi ga keliatan akrab sama sekali gini?

Ah, penasaraan! Ditunggu apdetnya. XD izin alert

Btw fic satunya saya ripyu nanti ya. Ga sempet ._. *gapentingjugatuh*

Ganbatte!