Reviews for Selembar Tipis Rasa yang Belum Selesai
Sarah chapter 2 . 2/26
Suka sekali Boneka Mengungkapnya 3
Crookyflips chapter 1 . 12/20/2012
Vichiiiiii! Ah... selalu suka sama susunan kata yang kamu bikin. Tebak ini siapaaa :-D
jacinda-ciidathe chapter 1 . 8/29/2012
hallo, aku datang untuk review kedua HA HA HA *APA* :'

Btw, kukira chapter dua membahas tentang lanjutan kisah ini loh, dan terus aku di pecundangi, ternyata (w;_;)w #bukangitu

_

Aku suka cerita ini, suka cara kamu merangkai kata jadi susunan frasa berima, dan itu bikin aku lebih nyaman aja baca cerita ini sampai kelar (baca ini berulang-ulang, malah) :"b terus kalau soal penggambaran setting tempat kejadian atau deskripsi lingkungan, udahlah ya, kamu kan udah jago.. udah semacam bisa menggambarkan TKP-nya dengan rinci dan bikin gampang dibayangin aja, kalau menurutku :"bd

Tapi dibanding deskripsi tempat, aku lebih suka deskripsi kamu tentang penjabaran dari perasaan si Sean ("AAAAAAAAAAA!" *dibuang*). Udah kamu jadi cowok aja udah sana :"a *dibuang part dua* Aku suka tipe-tipe cowok kayak gini *GAUSAHCURCOL* lucu aja, manis, cute-nya overdosis. Kerasa banget kok betapa Sean sayang sama Irene, betapa Irene itu, kalau menurutku pribadi, di gambarkan sebagai 'center of the world'-nya si Sean :" Galaunya Sean, sedihnya dia, tentang betapa Irene begitu berarti buat dia, well, aku suka. Aku suka cara kamu bikin deskripsi perasaan dia. Seriusan suka nih. Bittersweet gitu, manis-pahit. So sweet, tapi sakit, nyeri :" *ngomongapakamu*

'Ketika senyumanmu berubah menjadi tawa, aku membencimu.' - sakit, ya? ;_; *HEH*

'Ingin aku mengabadikan saat-saat itu, kalau kau boleh tahu. Ingin aku menundukkan kepala untuk mengecup bibirmu, memilikimu, memastikan bahwa kau selalu untukku' - ini juga asik banget, galaunya maxima T_T *udahcinudah*

Tapi aku sebel karena si Sean gak melakukan usaha apa-apa buat bikin Irene 'memandangnya', sebel banget ngelihat Sean berusaha banget menahan dirinya akan Irene karena takut Irene pergi :' Kalau menurutku (...cuekin aja, paling ga penting), Sean harusnya lebih berusaha, melakukan tindakan nyata gitu buat bikin Irene tahu kalau dia ada rasa :'b ..seperti yang Walnut lakuin itu loh *ujungujungnya*, lagipula mungkin dengan itu bisa dapet kesan kalau si Irene memang patut di perjuangkan :'b oiya, btw, aku kurang dapet kesan kalau Irene 'egois' nih ' 'a

"dasjdhasjda.. Aku tidak bisa merelakanmu dibagi begitu saja, bagaimanapun juga." Kalau menurut kalimat ini si Irene karakternya egois kan? Ingin memiliki Sean seorang diri gitu? ' 'a *soktau* *dilelepin* kalau di kalimat itu sih kentara, tapi di kalimat-kalimat sebelumnya, kurang kerasa ego-nya. Etapi, IMO deh, aku kan sok tahu :') *tusuk diri sendiri*

Mulai dari Ryan, Walnut, sampai Sean sekalian—aku ga paham kenapa penggambaran karakter cowok yang kamu bikin bisa bikin aku blushing-blushing nejong gini ” ” #lemahsamacowokkalem #curcolpartdua

Cerita ini; aku mau ada lanjutannya. Harus ada ya T..T
Mulai saat ini, aku bakal sering-sering mampir [s]nyampah[/s] disini deh, jadi sering-sering apdet ya :-j #modus *dilempar ke hatinya Sean* #heh

Seperti yang aku bilang sebelumnya, fic(s) kamu oke punya kok, keren badai :’))b
You breathe literature, no? :p
Rara19Park chapter 1 . 8/15/2012
Aaiiihh,,jd cerita nya Sean itu cuma sahabat Irene ?apa sih mau nya Irene ? dia tau kan kalo Sean itu 'ehem ehem' sama dia ?
chocovic-chu chapter 2 . 8/14/2012
Hei, Vicchin. Ini masih "unrequited", bukan? "Unrequited Desire"—keinginan boneka agar Tuannya memenuhi "jawaban" yang didambakannya, begitu.
Eh, tetapi ... "Tuan"-nya itu sudah menyerah akan profesinya sebagai Ventriloquist ... atau "sudah tiada"? Ah, ambigu.
Tetapi, perasaan sang puppet begitu tersampaikan lewat monolognya. Keren deh! (Akhir2 ini Vic lagi gandrung fiksi2 dengan POV dari benda2 mati—boneka, khususnya. Tetapi, mengapa suasana ceritanya kebanyakan angst atau mellow, ya? Apa karena mereka hanyalah "benda mati"?)
Kalau baca chappie ini, jadi ingat film "Dead Silence" deh ...
Vera Maharani chapter 1 . 8/2/2012
Hello, Vichi! Saya datang me-review! *yaiyalah siapa bilang jualan obat*

First of all, you really have sense in picking titles! 'Selembar Tipis Rasa yang Belum Selesai' : catchy, puitis, orang yang membaca langsung tahu apa yang seharusnya diharapkan, dan my, my, you doesn't disappoint.

I must say, the grip and flow in your story are really something. Saya langsung komitmen membaca cerita sampai akhir sejak kalimat ketiga (deskripsi tentang hujan di senja keenam). Selanjutnya, mengalir dengan lancar seperti menggelosor di atas porselen. Angst yang soft, kalau itu mungkin. Manis. Kadang terlalu manis pada saat pertama kali saya membaca (misalnya bagian 'kamu selalu menyertakan bayang-bayang di setiap tindak tandukmu') tapi begitu saya membaca untuk yang kedua kali, saya bisa lebih menikmati. Mungkin penuturan cerita ini bisa digambarkan seperti gula kompleks yang harus diurai lebih lama sebelum dapat diserap sempurna.

Friendzone is a torture, isn't it? Cara Sean bertutur dalam cerita ini sangat menggambarkan nyeri itu. Saya agak bingung pada bagian kedua karena suara Sean dan Irene di otak saya terlalu sama. Gaya bahasa mereka mirip sekali, ada beberapa saat saya harus membaca ulang untuk tahu ini siapa yang ngomong.

It would be nice if we can see some manlier, complicated side of Sean. Saya mendapat kesan bahwa dia ingin digambarkan sebagai heartbreaker yang entah kenapa takluk pada Irene, tapi saya belum mendapat gambaran charm macam apa yang dimiliki Irene hingga Sean dapat merasa seperti itu. I sympathize with Sean but don't really understand Irene. Mungkin ini sengaja, karena Irene juga misteri besar bagi Sean yang menjadi penutur cerita ini (sotoy! *toyor diri*), tapi...having her viewed by Sean as irresistibly charming character won't hurt anyone. Semoga ini artinya cerita ini merupakan salah satu yang kamu putuskan untuk ada sekuelnya.

Such a long review for a short story! Sorry, I tend to ramble a lot when I really, really like something, and to make it worse, I don't actually pay attention to grammar when I do that.

Definitely will check back often and wait patiently for updates. Followed!

Cheers,
Vera Maharani
chocovic-chu chapter 1 . 8/1/2012
Halo, Vicchin! Huaah, fiksi baru bertendensi kupcer ... (tsk, terus bagaimana nasib Walnutpyon, Nona Author?)
Awal2 baca, jujur, Vic bingung. (Mungkin gegara diksi, jadi ...)
Tapi sesampai bagian dialog, ah, rupanya tentang unrequited love toh? Kasihan Sean-kun. Tapi, yah, mau bagaimana lagi? Namanya juga "terikat benang persahabatan". Um, tapi kalau si Sean-pyon vokal ... apa benar2 akan dijauhi Irene-chan?
Soal, kupcer dengan tiap ending menggantung, okelah. Dan semoga bukan "unrequited love" melulu ya!
Ganbatte, Vicchin!