Reviews for Not A False Freedom
Shira Sanada chapter 16 . 2/19
Banyak yang tidak berpikir seperti Aling. Dia berpikir "Mencari dirinya yang seharusnya dilakukan terlebih dahulu sebelum mulai mencintai orang lain,"

Aku termasuk diantaranya. Nyesel sih. Seandainya aku seperti Aling pemikirannya-_-

Kurangnya pengenalan akan diri sendiri bikin dampak negatif dalam hubungan. Tidak akan ada kejujuran. Cinta pun hanya di permukaan semata. Namun, kalo udah kenal sama diri sendiri, jika ada masalah dalam hubungan, kita tahu mengcounter sifat jelek kita supaya gak nambah runyam masalah. Misalnya kalo akhirnya kita kenal diri kita gampang melontarkan makian, pas ada masalah datang mendingan menyingkir sementara supaya gak maki2x pasangan kita.
Shira Sanada chapter 15 . 2/19
Pertama, aku sakut sama keluarga Aling. Aling kan besar di keluarga yang masih memegang tradisi dengan kuat. Namun, disisi lain keluarga Aling terbuka dengan orang/budaya luar. . Kontradiktif yang positif.
Mereka terima Sverre jadi calon mantu, yessss

Kedua, aku suka dengan kalimat "Cinta tumbuh karena dirajut, bukan dari pandangan pertama. Aku datang, aku bertemu dan kita ditakdirkan bersama,"

Ya ampun, manis banget ucapan Aling untuk Sverre. Dirajut artinya ada usaha, kena jarum rajut, teliti melihat simpulan rajut biar gak bolong2x...aku merasa kata cinta dirajut itu dalam banget. Penulis memang selalu punya kata2x sendiri yang memorable

Ketiga, alamak...Sverree..ternyata kamu yang mnjahit pake tangan cheongsama untuk miffy. Pake tangan dan laki2x pula, itu manisss bangetttt
Shira Sanada chapter 14 . 2/19
Aku ngerti perasaan Aling. Satu sisi dia marah karena Sverre kurang percaya kepadanya. Sisi lainnya, Aling kurang percaya diri karena Sverre dalam pandangannya bisa memilih perempuan lebih baik darinya. Bisa paham sih campir aduknya perasaan Aling. Syukurlah Sverre disini bijak dan ajak Aling ngomong berdua.
Shira Sanada chapter 13 . 2/19
Kasihan Sverre. Ternyata adik kembarnya terbawa kelompok Kohlerr itu. Tentu saja Sverre sedih melihat adik2x Aling. Moga2x adik Sverre bisa keluar dari pemikirannya yang sempit. Bisa lepas dari kelompok perempuan aneh itu
Shira Sanada chapter 11 . 2/16
Selamat Hari Imlek. Aku paling suka imlek. Informatif banget. Aku baru tahu makna semua makanan di Imlek. Budaya Tionghoa adalah salah budaya yang aku sukai dan anggap menarik. Sama seperti yang tertuang dalam makanan, penuh filosofi. Makanya aku menganggap budaya Tionghoa itu keren. Penuh filosofi hidup. Aku suka banget sama part ini.
Shira Sanada chapter 10 . 2/16
Sverre yang baik. Jelas sekali kedewasaannya. Dia jujur dengan hasratnya. Aku juga gak nyalahin Aling. Sama seperti Sverre bilang.

Salut sama Aling yang bisa keluar dari pemahaman yang salah tentang seks. Bener banget, seks sering jadi komoditi dan dieksploitasi dalam cerita stensilan sesuka hati. Yang membaca menjadi bias terhadap makna seks karena bacaan semacam itu. Berharap banget aku, suatu saat nanti karya ini bisa cetak. Yang baca tentu tercerahkan. Aku sih ngerasa gitu sejauh baca sampe part 10 ini.
Shira Sanada chapter 9 . 2/16
Harus ada kesiapan batin sekalipun saling jatuh cinta. Akh, bener banget. Penggambaran yang sangat tepat. Banyak yang salah paham sama bercinta. Banyak yang mikir bakalan bisa bercinta tanpa kesiapan batin. Paling parah, bercinta tanpa mikir konsekuensi. "Meskipun saling cinta, sudahkah siap dengan konsekuensinya? " pertanyaan yang super mengena.
Shira Sanada chapter 8 . 2/16
"Sejatinya seks adalah sakral. Penggunaan membabi buta, larangan ketat yang dilepas menyebabkan kesetanan itulah yang mengurangi kesakralan seks"

Lagi-lagi ada kata-kata yang bagi saya menohok banget. Aku ngerasa ini seperti sebuah kritik keras terhadap karya-karya stensilan yang tidak tepat dalam penggambaran seks. Seks sering dianggap permainan belaka di karya stesilan. Tidak melibatkan hati. Akhirnya mengurangi nilai kesakralannya.

Aku suka pemikiran penulis.
Shira Sanada chapter 7 . 2/16
Aku suka sama ucapan kakaknya Aling yang bilang kalo Aling dikuliahkan biar bisa aktualisasi diri. Supaya Aling dapat suami baik yang dukung dia. Zaman sekarang orang kuliah bisa lupa sama tujuan dia dikuliahkan. Entah karena jauh dari orang tua atau kepengaruh teman2x. Aku liat belakangan yang namanya kuliah jadi ajang hura-hura. Sedikit2x hang out. Sedikit2x ke resto mahal buat selfi. Atau aku aja yang salah paham ya... soalnya udah beda generasi.
Shira Sanada chapter 6 . 2/16
Selalu saja ada kata-kata yang bener-bener mengena di hati. Seperti pada part ini
"Pacaran adalah saling mengenal, bukan harapan-harapan bersifat matrealistis semacam impian mendapat suami kaya lalu berleha-leha"

Wow. Aku suka banget sama kalimat ini dan setuju banget. Pacaran itu waktunya untuk saling mengenal. Bukan untuk memenuhi harapan materialistis. Banyak yang salah paham terhadap esensi pacaran. Dipikir hanya jalan bareng saja udah itu ajang dapat traktiran. Sedih sih sebenernya, banyak kaum ku (hawa) menganggap dalam pacaran si cowok harus korban banyak termasuk traktir dan belikan hadiah. Akhirnya pacaran jadi ajang memenuhi keinginan material. Bukan memenuhi keinginan untuk saling mengenal
Shira Sanada chapter 5 . 2/15
Aling bener-bener gambarin gimana anak kost hidup. Mencari diskon bahan makanan dan mencoba memasaknya dengan buku resep.

Disini akhirnya mereka pacaran. Setelah setahun belajar saling mengenal.
Shira Sanada chapter 4 . 2/15
Saya suka kalimat Sverre yang mengatakan "tudak ada yang mebih menakutkan dibanding tidak bisa menulis apa yang menjadi renjananya dan dipaksa menulis apa yang tidak sesuai dengan hatinya"

Media memang luar biasa. Mereka punya kekuatan menarik seseorang masuk ke dalam dan menjadi seperti media mau. Maksudku pengaruhnya itu bisa mengubah seseorang dari A menjadi Z. Aku sependapat dengan Sverre. Banyak hal di media yang salah penggambaranya dan membuat hal yang baik jadi keliatan buruk juga sebaliknya. Membuat persepsi manusia salah, media mampu melakukannya.
tomo chapter 37 . 1/28
Akhirnya tamat juga. Dan kali ini si Sverre sama Aling beneran disorot sudut pandangnya mereka berdua di sini. Ya ampun, Sverre di sini sebenarnya juga nggak percaya diri karena kan dari bab-bab sebelumnya si Sverre ini kan udah kayak gimana ya. Merasa gagal sebagai laki-laki karena nggak berhasil menjaga adik perempuannya dari aliran yang nggak bener. Tapi pada kenyataannya dia percaya dengan dirinya sendiri bisa jadi suami buat Aling. Begitu juga dengan Aling yang mungkin melihat orang-orang di sekelilingnya nggak bisa jadi orang tua yang baik, dan masa lalunya dia juga membuatnya mungkin nanti nggak bisa jadi contoh baik buat anak-anaknya kelak. Dia beruntung karena walau orang juga heran akan pilihannya menikah sama Gustav, tapi itulah yang membuat dia nyaman.

Namanya manusia juga harus berubah sih ya semakin dia tumbuh dewasa, walau kadang kita nggak bisa menerima perubahan itu pada awalnya. Dan kita juga pasti menemukan tujuan hidup kita yang sesungguhnya semakin kita dewasa serta lebih paham kita di dunia ini ada buat apa. Kayak Aling, mungkin dia dianggap sebagai orang yang nggak berguna atau kutukan bagi perempuan lain yang iri. Tapi kan seenggaknya dia punya family to support dan sahabat-sahabat yang bisa membawa dia ke arah yang lebih baik.

Overall. You did a good job on this story, Ce. And I could not wait for your next works. Keep fighting!
tomo chapter 36 . 1/25
Ya ampun, ini Gustav nekat banget ya demi belain si dedek nih sampai nantangin mereka ke rumah, pasang alamat. Dia nggak tahu kali ya kalau misalnya emak-emak itu nekatnya minta ampun banget sampai pakai acara mukulin pula. Gemes sumpah sama ini emak-emak gampang kena trigger, mereka ya karena stress sama rumah tangga mereka sampai segitunya. Ini ibu-ibu juga delulu banget sih. Masak iya berani anak kecil hajar emak-emak kalau nggak diganggu. Mana frontal banget lagi ngomongnya soal alat kelamin dan lain , my fucking god.

Tapi namanya juga saudara, wajar aja sih dikira sama. Walau mereka punya sifat yang beda satu sama lain tapi aku bisa lihat di antara saudara ini mereka punya sesuatu yang sama saking kompaknya mereka berdua. Dan malah Magnus yang jadi korban padahal nggak ngapa-ngapain juga, ini udah saking fanatiknya sampai sakit jiwa tuh emak-emak. Padahal ya cuma bilang nggak suka sama artis A malahan dianggap benci atau antis. Untung ortunya balik dan nyelesaiin masalahnya, ya masih baik si Sverre-Aling ini nggak ngancem balik. Logikanya bisa ngancem balik sih. Cuma ya perang sih entar. Dibiarin aja udah viral dan perang sampai divideoin segala, gimana kalau berantem? Abis deh mereka.

Ditunggu lanjutannya!
tomo chapter 35 . 1/25
Ya ampun, gak habis-habisnya nih Astrid sama Fenja saingan buat dapat si Haakon. Kira-kira siapa yang bakalan mengambil hati Haakon ya? Atau nanti dia pacaran sama orang lain si Haakonnya. Terus si Aling sama Sverre di sini aku lihat makin nempel aja. Makin manis mereka berdua mengenang masa-masa indah mereka, pas pertama kali nikah. Ini keknya si papa mamanya Haakon boleh nih kalau mau dibuat cerita sendiri, extra aja ngga papah. Abisnya bercinta di atas genteng rumah gila abis tuh.

Di sini Aling juga semakin merasa dirinya beruntung. Walaupun mungkin dia nggak bisa jadi ibu yang baik, tapi seenggaknya dia udah berusaha bareng Sverre buat saling melengkapi dan memperbaiki diri dia mengingat sekarang posisinya udah jadi ibu. Dia udah mulai meninggalkan segala macam yang menjadi hal-hal lama yang dia sukai, sadar kalau itu salah dan mulai hidup baru. Dan syukurlah kalau misalnya si Sonja kembarannya ini setelah dihukum udah tobat, udah berdamai dengan dirinya sendiri dan dapat laki-laki lain yang lebih mencintai dia.

Flavia ini walaupun dia nggak mendapatkan cinta dari perempuan yang dia inginkan tapi bisa kasih ke anak-anak perempuannya sendiri, dan tahu ayahnya meninggal sedih juga sih. Tapi ya kurasa itu ayahnya Flavia mau membebaskan anaknya dari masa lalunya, salah satunya berkorban walaupun mungkin Flavia nggak mau dia pergi. Terus Verena ini juga sama sih kuatnya, mungkin dia kayak menolak keadaannya sebagai keturunan pejabat tapi ya namanya takdir udah digariskan nggak bisa dielakkan lagi walau mungkin dia udah coba-coba hal lain. Verena ini juga kurasa sadar kalau semakin dia berdamai dengan masa lalunya, semakin dia punya keinginan buat mengubah masa depannya.

Aku lanjut baca ya...
51 | Page 1 2 3 .. Last Next »