Tuhan

Biarkan aku mengadu

Biarkan aku mengaku

Karena hanya pada-Mu

Aku hidup dan bernaung

.

Tuhan

Malam ini, lagi-lagi

Engkau menyadarkan diri

Bahwa hamba-Mu ini

Belum siap mati

.

Sungguh, Tuhan

Aku belum siap dijemput ajal

.

Tuhan

Aku tahu aku tak pernah bersyukur

Aku tahu aku tak pernah berterima kasih

Bahkan ketika Engkau lubangi satu persatu

Bagian tubuh yang memang milik-Mu

Aku masih saja mangkir dan berdalih

.

Tapi, Tuhan… sungguh

Aku belum siap bertemu maut

.

Tuhan

Aku ini baru saja jadi mahasiswi

Aku ini baru saja Engkau serahi

Segunung tanggung jawab yang berarti

Nasib orang-orang di kanan-kiri

Tolong, jangan Engkau panggil diri ini

Aku belum menjadi insan sejati

Untuk mereka yang menanti

.

Tuhan

Aku ini baru saja beranjak dewasa

Aku ini baru saja Engkau ajarkan

Teman dan sahabat apa bedanya

Sayang dan cinta apa maknanya

Tolong, jangan Engkau panggil nyawa ini

Aku belum bisa memberi

Bagi mereka yang menanti

.

Tuhan

Sakitnya kepala ini tak bisa diadu

Perih menusuknya jantung ini tak bisa diukur

Tetap saja, Tuhan

Aku belum siap untuk kembali pada-Mu

.

Tuhan

Kalau boleh aku meminta

Ah, manusia memang selalu saja meminta

Tapi aku ingin satu kali lagi

Engkau berikan kesempatan padaku

Engkau panjangkan hak hidupku

.

Karena sungguh, Tuhan

Aku belum siap disiksa panasnya neraka-Mu


a.n/ Okeh, maaf kalau yang kali ini isinya somewhat desperate atau aneh abis. Ini cuman sebuah doa tersembunyi yang penulis ucapin baru-baru ini pas sakitnya kumat dan bener2 udah nyawa diujung tanduk banget.... Bener ya... manusia itu ternyata baru bisa "sadar" dan jalan dengan "bener" lagi kalau udah dikasih cobaan, dikasih sakit, dikasih teguran sama Yang Maha Segalanya. Itu aja dulu... read n review, please? Mau doain buat kesembuhan penulis juga ngga apa2 kok, hehehehe.... --dilemparKBBI--