Aku dan Kamu dalam Satu Jaring Dunia

Walau kita jauh, walau kita sepintas terlalu berbeda... sebenarnya ada berhelai-helai benang merah yang mengaitkan kita.

Kita diciptakan oleh Tuhan yang sama. Terlepas dari apa yang kamu percaya.

Kita berdiri di atas bumi yang sama. Dinaungi langit yang sama. Menatap bulan dan bintang yang sama. Diterpa sinar matahari yang sama.

Oksigen yang sekarang menembus pori-pori epitel alveolusku, mungkin suatu saat pernah mampir di paru-parumu.

Air dalam bak mandiku, dalam gelas kopiku, mungkin suatu saat pernah meluncuri kulitmu di sebuah hujan deras, mungkin pernah pula kau teguk dalam lelah.

Lagu yang hari ini aku dengarkan, mungkin pernah pula kamu nyanyikan pada suatu saat, ketika kesepian terlalu kuat mencengkeram hati.

Di jalan yang saat ini kususuri, mungkin suatu saat pernah di atasnya kau berlari.

Orang yang hari ini berpapasan denganku, mungkin di masa lalu atau masa depan bertemu denganmu, membuat hidup kita bergesekan dengan cara yang tidak kita tahu.

Jika hidupmu dibuat menjadi sebuah buku, mungkin aku akan muncul, walaupun hanya sebagai tokoh tanpa nama di halaman 269, yang kemunculannya tidak akan disadari dengan sekali membaca.

Kita terhubung, walaupun kita seringkali buta darinya.

Kita mengadakan kontak, betapapun tidak langsungnya.

Jadi harapan yang temaram ini, bolehkah kubiarkan tetap menyala?


AN: Sebuah notes yang pernah saya publish di facebook, terlalu menggoda untuk dibiarkan berdebu di arsip lama. Maaf kalau ini salah kategori ya, soalnya saya nggak yakin sih sebenarnya harus masukin ini ke kategori yang mana.

Namun semoga catatan pendek ini tetap bisa dinikmati :)