The Battle of Beginnings: Why Neither Side is Winning the Creation-Evolution Debate

(Pertempuran tentang Asal-Muasal: Mengapa Kedua Kubu Tidak Memenangkan Debat Kreasionisme-evolusi)

Oleh: Delvin Lee Ratzsch By: Delvin Lee Ratzsch

Resensi oleh: Wade A. Tisthammer Review by Wade A. Tisthammer

Terjemah resensi: Muhammad Syarif Fadhlurrahman

Translation of the review by: Muhammad Syarif Fadhlurrahman

Ketika saya pertama kali mengambil buku ini di perpustakaan gereja, saya bersikap skeptis dan sedikit terperanjat. Terperanjat karena kebanyakan gereja yang memiliki buku di bidang kreasi(baca: penciptaan) versus evolusi adalah sangat pro-kreasionisme. Skeptis karena saya telah banyak baca buku yang konon katanya bersifat "netral" namun saya temukan bahwa mereka tidak senetral yang diklaimnya. Saya menduga bahwa sang penulis akan memiliki banyak kesalahan logika dalam argumen-argumennya. Saya mungkin bahkan tidak akan membacanya jika seandainya tidak berada dalam genggamanku, bahkan jika sangat dianjurkan untukku

Ternyata, saya salah berprasangka bahwa buku itu tidak netral dan bahwa argument sang penulis banyak cacatnya. Bukunya Ratzsch ini merupakan salah satu buku yang terbaik dan paling objektif yang pernah saya baca dalam bidang ini (termasuk dibandingkan dari buku yang ditulis oleh kedua pihak) dan saya sangat menganjurkan buku ini kepada siapapun yang memiliki minat yang signifikan terhadap permasalahan kreasionisme-evolusi. Bagi siapapun yang ingin mengkritik baik evolusi maupun kreasionisme, buku ini mutlak harus dibaca.

Buku yang ditulis oleh Ratzsch ini memfokuskan diri terutama pada argument yang sumbing yang diajukan oleh kedua sisi. Macam-macam argumen buruk yang disajikannya adalah berdasarkan kesalahpahaman dari pendirian pihak lawan atau dari keyakinan yang salah tentang hakikat sains. Keyakinan yang salah akan sains tersebut itu biasanya merupakan usaha untuk menunjukkan bahwa teorinya pihak lawan tidak memenuhi syarat sebagai sains yang sah. Ratzsch juga melihat ke dalam sejarah dan perkembangan dari teori Darwin maupun kreasionisme modern.

Satu hal yang mencolok disini adalah dua babnya tentang sifat dan filosofi dari sains (terbaik yang pernah saya lihat). Dua bab tersebut menunjukkan mengapa banyak pandangan popular yang salah tentang sains itu sedemikian rupa salahnya (macam pemikiran induktivisme dan falsifikasi), beberapa dari pemahaman tersebut saya yakini sebelum membaca buku ini. Hal ini mengilhami saya untuk menulis satu uraian lagi tentang sifat dari sains sebelum saya lulus SMA. Saya gali lebih dalam lagi daripada biasanya dan penelitian saya membenarkan kebanyakan dari apa yang dinyatakan oleh sang penulis. Uraian itu telah melalui banyak revisi sejak saya lulus SMA, tapi masih dapat ditemukan disini*.

Sebaik apapun buku ini, masih ada beberapa kekurangan. Sebagai contoh, definisinya tentang kreasionisme itu kabur dan tidak tepat (hal. 12, dimana beliau mendefinisikan seorang "kreasionis"). Untuk tujuan penulisan buku ini saja (beliau menyatakan bahwa hal ini tidak inheren dalam definisi), beliau mencampur-adukkan teori bumi muda dan katastrofisme dengan kreasionisme, namun hal ini bukan masalahnya. Beliau mengutip seseorang mengatakan bahwa kreasionisme adalah gagasan bahwa sesosok Zat Agung menggunakan intervensinya untuk menyeberangi ketidak-sinambungan alam (cth. tidak-hidup/hidup dan reptile/mamalia). Walau ini adalah sebuah bentuk dari kreasionisme, namun itu bukanlah definisi dari kreasionisme. Ratzsch sepertinya mengakui hal ini pada halaman 172, dimana beliau mengatakan bahwa ada bentuk-bentuk dari kreasionisme yang tidak ada merujuk kepada kitab-kitab suci maupun teologi. Hal ini mungkin dilakukan untuk membujuk orang untuk membaca keseluruhan dari bukunya (membaca keseluruhan isi bukunya itu mesti dilakukan, karena saya temukan bahwa lebih baik tidak hanya memeriksa satu bagian tertentu saja).

Namun secara keseluruhan, ini adalah buku yang sangat dianjurkan oleh Tisthammerw meskipun Anda hanya tidak terlalu menggandrungi bidang ini. Saya belum lagi menemukan buku yang lebih sukses dalam bersikap netral dan objektif daripada buku ini.