Catatan: Saya tidak tahu apakah ada orang yang pernah menulis cerita ini atau tidak!

Suara Aneh di Malam Hari

Hening dan gelap menyelimuti kamar Neisha dan sudah seharusnya ia tidur. Namun, sepertinya ia tidak menaati jam tidurnya untuk yang kesekian kalinya. Belakangan ini Neisha selalu mendengar suara aneh yang hanya biasanya ia dengar saat hari mulai gelap dan malam menggantikan siang. Akibatnya, saat ini Neisha hanya bisa bersembunyi di balik selimut hingga akhirnya ia tertidur. Namun, kali ini upayanya gagal. Ia terus terjaga hingga akhirnya suara itu terdengar lagi.

TOKEK! TOKEK! TOKEK!

Setelah mendengar suara aneh tersebut, kontan saja Neisha langsung lari menghambur keluar dari kamarnya. Dihampirinya papa dan mamanya yang sedang bersantai di ruang keluarga.

"MA!!!! SUARA ANEH ITU KEDENGERAN LAGI!!!!!"

"Loh? Neisha? Ini sudah jam sebelas. Kenapa kamu belum tidur juga? Besok kan kamu masuk pagi. Kalo kamu terlambat bagaimana?" tanya mamanya Neisha sambil menoleh cepat ke arah Neisha.

"Neisha mau tidur tapi Neisha takut, ma! Suara aneh itu kedengeran lagi!"

"Suara aneh? Suara aneh apaan?"

"Ya…Suara aneh…."

"Bunyinya kayak gimana?"

"Bunyinya kayak…."

TOKEK…TOKEK….TOKEK…

Setelah mendengar suara itu, Neisha terdiam dan melihat ke sekelilingnya berharap kalau-kalau ia melihat cicak, jangkrik atau hewan lain yang sedang mengeluarakan bunyi-bunyi aneh. Namun demikian, ia tidak menemukan satu ekor hewan pun berkeliaran dan bersuara di ruangan itu.

"NAH, MA! ITU DIA MAH SUARANYA! TADI NEISHA NGEDENGER SUARA ITU DI KAMAR NEISHA DAN SEKARARNG KAYAKNYA DIA ADA DI SINI!"

"Sayang, itu suara tokek."

"Tokek? Apa itu???"

"Tokek itu hewan yang bentuknya seperti cicak tapi ukurannya lebih besar dan kulitnya agak bersisik," jelas mamanya Neisha.

Merasa penasaran, Neisha lantas memeriksa ke sekelilingnya sekali lagi. Namun hasilnya sama saja. Ia tidak melihat satu hewan pun yang sedang berkeluyuran di ruangan itu.

"Neisha ga liat apa-apa, Ma! Jangan-jangan yang yang tadi itu beneran suara hantu, ma!"

"Neisha…Neisha…Kamu ini ada-ada aja! Di dunia ini, ga ada hantu. Kamu terlalu banyak nonton tv sih! Makanya selalu kepikiran yang aneh-aneh!"

"Neisha ga mikirin yang aneh-aneh kok, ma! Neisha bener-bener ngedenger suara aneh!"

"Emangnya suaranya seperti apa sih? Kamu kok sampe segitu takutnya?" tanya papanya Neisha sambil menahan tawanya.

"Ma….Temenin Neisha tidur dong….Neisha takut nih…." rengek Neisha.

Mamanya Neisha mendesah dan bangkit dari duduknya.

"Ya sudah, mama temani kamu sampe kamu tertidur."

Keesokan harinya, tepat pukul setengah dua siang Neisha sampai di rumahnya. Setelah makan dan istirahat sebentar, Neisha langsung pergi ke kamar dan mengganti bajunya. Setelah itu, ia membongkar tasnya, mengeluarkan semua buku-buku pelajarnnya dan menyusunnya di atas meja. Saat itu, ia hendak mengulangi materi yang sudah disampaikan oleh gurunya. Neisha bisa terus belajar hingga suara itu terdengar lagi dan gara-gara suara itu pula konsentrasinya jadi sedikit buyar. Rasa takut sempat muncul di dalam hatinya dan ia bahkan sempat berpikir kalau itu suara hantu. Namun, perasaan takutnya hilang sebab ia menyadari bahwa hari masih siang dan kamarnya pun terang benderang. Jadi, buat apa ia merasa takut? Neisha mengangkat bahunya dan terus membaca materi yang tadi ia dapatkan dari gurunya sembari membatin:

"Hari masih siang dan hantu takut keluar di siang hari sebab sinar matahari menyinari kamarku!"

Ia mengulangi kalimat itu di dalam hati berulang-ulang untuk melawan rasa takutnya pada suara aneh yang menurut ibunya suara tokek. Neisha dapat belajar dengan tenang dan rasa takutnya juga mulai berkurang. Setelah beberapa waktu kemudian, Neisha selesai membaca kembali buku pelajarannya. Ia bangkit dari duduknya dan merenggangkan badannya.

"Aku mau ke kamar mandi dulu ah….Mau cuci muka!"

Neisha melangkah masuk ke kamar mandi dan membasuh mukanya. Ketika ia baru saja melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi, tiba-tiba ia melihat sekelebat bayangan di sebuah celah di antara dinding dan lemari di depannya. Neisha yang terkejut langsung berteriak keras.

"HI! HANTU! Ma! Pa! Tolong ada HANTU!"

Mendengar Neisha berteriak karena panik, papa dan mamanya Neisha langsung menghampiri Neisha.

"Ada apa, Neisha?"

"I…Itu tadi ada bayangan di antara dinding dan lemari!" kata Neisha sambil menunjuk ke arah sebuah ruang yang agak lebar di antara dinding dan lemari itu.

Belum sempat Neisha menenangkan dirinya tiba-tiba….

TOKEK…TOKEK…TOKEK….

"TUH! MA! PA! ITU DIA SUARANYA! Neisha bener kan, kalo di sini ada hantu!"

"Aduh, Neisha..Neisha…Kamu ini apa-apaan sih? Kan mama dari kemaren udah bilang kalo di sini ga ada hantu adanya tokek yang ngeluarin suara TOKEK…TOKEK…TOKEK…"

"Bo'ong kalo emang itu suara tokek. Apa buktinya? Mana tokeknya?"

"Pah…Coba papa tangkap tokeknya…"

"Iya..iya…tapi tolong ambilin papa senter dan plastik yang tebal dong, ma. Tokek itu kan agak susah ditangkep walaupun dia sebenarnya sudah terjebak," kata papanya Neisha sambil melihat ke dalam ruang di di antara lemari dan dinding.

Tanpa berkata apa-apa lagi, mamanya Neisha pergi ke dapur untuk mengambil plastiK dan senter diikuti oleh Neisha. Beberapa menit kemudian, mamanya Neisha kembali dari dapur dengan senter dan plastik hitam ditangannya.

"Kemarikan plastiknya…"

"Ini…"

Setelah hampir setengah jam, papanya Neisha akhirnya berhasil menangkap tokek yang selama ini sering disangka hantu oleh Neisha. Neisha melompat ke belakang dan sembunyi di belakang mamanya.

"HIIII….Binatang apaan tuh???" pekik Neisha sembari menunjuk ke arah hewan yang bentuknya mirip cicak tetapi ukurannya lebih besar.

Kulit hewan itu terlihat kasar dan berwarna hijau kehitam-hitaman. Matanya agak sedikit menonjol seperti bunglon. Hewan itu tampak meronta-ronta digenggaman papanya bahkan sesekali binatang itu tampak ingin menggigit tangan ayahnya.

"Nah, Neisha…Hewan inilah yang sering mengeluarkan bunyi-bunyi aneh setiap malam dan hewan inilah yang sering kamu sangka hantu."

"Hiiiii…Buangin aja keluar, pa! Hewan itu betul-betul menyeramkan!"

"Pa, cepatlah papa buang tokek itu keluar. Kasihan kan anak kita tidak bisa tidur tenang di kamarnya. Selain itu, tokek itu terlihat sangat menjijikkan. Mama aja sampe gatel-gatel melihatnya!"

"Iya…Iya….Papa juga ngerti…Papa juga ga suka hewan ini berkeliaran di dalam rumah kita. Sebab, hewan ini seperti cicak dan tikus. Pembawa penyakit!" kata papanya Neisha sambil berusaha memasukkan hewan itu ke dalam plastik hitam.

Tokek besar itu berusaha melawan saat papanya Neisha berusaha memasukkannya ke dalam plastik secara paksa. Namun akhirnya, ia berhasil dimasukkan ke dalam plastik hitam itu. Papanya Neisha membuat simpul supaya hewan itu tidak dapat keluar dari dalam plastik. Setelah itu, papanya Neisha pergi ke luar rumah dengan diikuti oleh Neisha dan istrinya. Ia meletakkan tokek itu ke dalam tong sampah di depan rumah Neisha. Neisha sempat melihat plastik itu bergerak-gerak dan ia mendengar tokek itu mengeluarkan suaranya yang khas.

"Nah! Sudah selesai! Sekarang mari kita masuk! Dan…Neisha…Ayah rasa sekarang kamu sudah bisa tidur nyenyak seperti sedia kala karena 'hantu' yang menggangumu sudah papa buang."

"Ah! Papa jahat!" kata Neisha cemberut tapi kemudian ia tertawa.

Melihat sikap Neisha yang mudah berubah, kedua orangtuanya Neisha tertawa-tawa. Di malam hari pada hari yang sama, Neisha benar-benar merasa nyaman dan tidak merasa takut lagi. Ia sudah bisa beristirahat dengan tenang. Neisha menutup matanya perlahan-lahan dan tertidur pulas seiring dengan perasaan kantuk dan damai yang menyertainya.

TAMAT