Karya perdana di FictionPress. Tak usah diragukan lagi keabalannya, tapi ini adalah kejujurannya si penulis. :D

Selamat membaca! ^__^

.

#~**~#

.

Tak layak dengan bayang rupa di benakmu

Penuh bohong kala kuberkata

Penuh palsu tatkala kubersikap

Penuh salah yang tak ingin tertangkap basah

Penuh tindak laku bodoh walau dikaruniai akal cerdas

Aku si muka dua

Yang tertawa di atas kesedihannya

Yang berbahagia menginjak penderitaannya

Tak acuh pada kepiluannya seorang diri

Pengecut berarmor pahlawan tanpa cela

…adalah aku…

Yang pantas untuk dibenci

.

Inginku adalah hak

Biar malas tunaikan kewajiban

Pula tak ingin bertanggung jawab

Dimanjakan oleh situasi

Disayangi oleh kondisi

Terbuai oleh timangan nafsu senang yang semu

…adalah aku…

Yang pantas untuk kau benci.

.

Sepenuhnya sadar menyelebungiku

Mata ini bergulir gelisah melirik waktu

Tak berhenti detik bergulir

Merangkak pasti meraih tiada

Menghabiskan waktu jalinan takdir

Tak akan berhenti atau melambat

Takkan bisa dihentikan

Dan kukehabisan waktu

Sang waktu tinggalkanku

Setelah kutinggalkan dan abaikannya di langkah awal

Waktu kalahkanku

Yang pengecut untuk menanggung konsekuensi

Yang dikalahkan keburukkan diri

Dan dihempaskannya sadarku

Pada kenyataan pahit

Hukuman habis sabar menunggu

Ingin mengeksekusi kebodohanku hingga kujera

Atas tingkah menyia-nyiakan waktu si penguasa

Di ujung kekalutanku

Di pinggir kebingunganku

Di tepi kesedihanku

Di batas amarah pada diri

Sang sesal merengkuhku yang tenggelam

Dibutakan bermacam rasa memporak-poranda hati

Hingga sadar perlahan menyembul di balik sesal

Tak guna walau kuperbaiki

Tak pantas walau kuharus mengemis

Tak layak jika kumeminta

Andaikata waktu dapat diulang

Seandainya aku mengiba seperti itupun

Waktu tak sudi berjalan mundur

.

Omong kosong!

.

Tingkah pecundang semacam itu

Takkan kubiarkan menenggelamkanku lagi

Sadar menghempaskanku pada kenyataan

.

"Yang sudah hancur

Takkan kembali seperti semula

Namun dapat diperbaiki."

.

Itulah yang harus kulakukan

Tak usah lagi kubuang waktu

Waktuku yang masih tersisa

Untuk memperbaiki semuanya

Semua yang tertinggal

.

Bagai menyulam kembali sehelai syal

Merajut kembali yang telah koyak

Menutupi celah rusaknya

Dengan taburan hiasan

Dan kembali mengenakannya

Menyelendangkannya sebagai penghangat

Yang telah indah walau sempat terkoyak

.

Kendati ribuan kata telah kurangkai

Hingga terjalin untaian puisi

Sarat makna kebajikan

Penuh akan semangat

Pantang menyerah pada takdir yang berkuasa

Bagai tak mampu ditaklukkan waktu

Namun aku tetaplah aku

Yang bahkan berkutik pun tak mampu

Ditenggelamkan jerat keputusasaan yang membelenggu

Di pojok hati ini

Aku tergugu bisu

.

Ya

Sosok yang dihujani pandangan miris itu

Yang dilimpahi tatapan iba

Namun tak mengemis belas-kasih

Yang terpuruk

Dan yang pantas untuk kau benci

Adalah aku

.

#~**~#

.

Kritik dan saran yang membangun selalu ditunggu kehadirannya! Terima kasih sudah menyempatkan membaca. ^__^

.

Sweet smile,

Light