Demikianlah berkata Zarathustra

Oleh Friedrich Nietzsche

Diterjemahkan ulang dari bahasa Inggris versi Thomas Common

Oleh M. Syarif F.

Prolog

Prolog Zarathustra

1.

KETIKA Zarathustra menginjak umur tiga puluh tahun, ia meninggalkan rumahnya dan danau tempat tinggalnya menuju pegunungan. Disana ia menikmati kejiwaannya dan kesunyiannya, dan selama supuluh tahun ia tiada gelisah. Namun tiba-tiba hatinya berubah,- dan terbangun pada suatu pagi subuh hari bak mawar, ia menghadap matahari lantas berkata padanya:

Wahai Engkau bintang agung! Apalah gerangan kesenanganmu jikalau tiada memiliki orang yang hendak Engkau sinari!

Selama sepuluh tahun Engkau memanjat ke sini guaku: Engkau akan terlelahkan oleh sinarmu dan perjalananmu, jikalau tiada diriku, elang dan ularku.

Namun kami nantikan Engkau setiap pagi, menerima limpahanmu, dan memberkatimu lantas karenanya.

Hatta! Aku lelah akan kebijaksanaanku, bagaikan lebah yang telah menimbun terlalu banyak madu; aku perlukan tangan menngiba 'tuk menerimanya.

Senang aku memberikan dan menyebarkan, hingga orang bijak bahagia akan kepandirannya, dan orang miskin bahagia akan kekayaannya.

Maka, aku harus turun ke kedalaman: sebagaimana Engkau pada malam hari, ketika Engkau pergi di sebalik lautan, dan memberikan sinar cahaya pada dunia bawah juga, wahai Engkau bintang yang bergairah.

Sepertimu mesti aku turun, seperti kata orang, kepada mereka aku akan turun. Kalau demikian, berkatilah aku, wahai mata yang tenang, yang dapat menyaksikan bahkan kebahagiaan terbesar tanpa ada iri-dengki!

Berkatilah cawan yang akan menumpahkan luapan, yang akan mengalir air keemasan darinya, dan membawa kemanapun jua bayangan ketenanganmu.

Hatta! Cawan ini akan mengosongkan diri lagi, serta Zarathustra sekali lagi jadi pria-manusia.

Demikianlah mulainya Zarathustra beranjak turun.