Truth About Life and Love

© by Me

.

Mereka belajar menghargai hidup, dari sebuah penderitaan.

Mereka belajar menghargai kebenaran, dari suatu kebohongan.

Mereka belajar menghargai setiap perkataan, dari sebuah ejekan.

Mereka belajar menghargai seorang teman, dari kesepian hidup.

Mereka belajar menghargai suatu usaha, dari sebuah kegagalan.

Mereka belajar menghargai sesuatu yang mereka miliki, dari ketiadaan.

Mereka belajar menghargai sebuah cinta, dari ketidak pedulian.

Mereka belajar saling menyayangi, dari sebuah kebersamaan.

Mereka belajar untuk sabar, dari kemarahan.

Mereka belajar keikhlasan, dari sebuah pengorbanan.

Mereka belajar menghargai sebuah senyuman, dari kepahitan hidup.

Mereka belajar untuk kuat, dari kerapuhan.

Mereka belajar menghargai sebuah pertolongan, dari keacuhan.

Mereka belajar untuk tak iri, dari sebuah kehebatan.

Mereka belajar menghargai kesetiaan, dari sebuah penghianatan.

Mereka belajar untuk mandiri, dari kemanjaan diri.

Mereka belajar untuk menghargai Tuhan, dari semuanya.

Mereka belajar untuk rendah diri, dari kesombongan.

Mereka belajar peduli, dari sebuah keegoisan.

Mereka belajar untuk saling berbagi, dari sebuah keserakahan.

Mereka belajar untuk memahami diri, dari sebuah kelemahan diri.

Mereka belajar untuk bangkit, dari sebuah keputus asaan.

.

Karena kau yang selalu menyemangatiku, aku belajar untuk kuat.

Karena kau yang menghapus air mataku, aku belajar untuk tak menangis.

Karena kau yang mencintaiku, aku belajar untuk mencintaimu.

Karena kau yang mau menerimaku apa adanya, aku belajar untuk setia.

Karena kau yang selalu di sisiku, aku berusaha untuk tak menghilang.

Karena kau yang mengajarku hidup, aku berusaha untuk memahaminya.

Kau tak lagi mencintaiku, aku tetap belajar untuk mencintaimu.

Kau berhianat, aku tetap belajar untuk setia.

Kau meninggalkanku, aku tetap belajar untuk tegar.

Kau menghilang, aku tetap belajar untuk ikhlas.

Aku belajar… Aku terus belajar dan memahami.

Bahwa setiap manusia pasti menghilang. Kau yang memberi tahuku.

Tapi, kenapa… Kenapa seperti ini?

Air mata tak pernah berhenti, berderai bagai rintikan hujan yang terus menumpahkan bulir-bulirnya.

Aku tahu… Hidup tak ada yang abadi.

Aku tahu… Hidup hanya sekali.

Maka dari itu, belajarlah tentang hidup, selagi masih ada kesempatan.

.

How many life lessons in there

Not only tens of years to learn this

But, it takes lifetime to understand everything

.

~: FIN :~

Maaf kalau Poetry pertama saya ini agak aneh dan tidak nyambung.

RnR, please!

Thank You.