A/N : Aku menulis cerita ini dengan gaya kebarat-baratan. Cerita ini hanya fiksi, tidak ada hubungannya dengan kejadian nyata. Apabila ada kesamaan dengan orang atau kejadian nyata maka itu semua hanya kebetulan belaka.

Kemarilah…

Benar… ayo kesini…

Sekali kamu menginjakkan kaki di sekolah ini, kamu tidak akan bisa keluar.

Kamu akan menjadi salah satu dari kami selamanya

Chapter I : Awal Mula

Aku menengadah menatap bangunan besar yang menjulang tinggi di depanku. Disinilah aku berada. Di depan sekolah baruku. SMP Hyde. Karena pekerjaan Dad, aku harus pindah ke daerah pinggiran ini.

Sejak aku datang kesini bersama Dad dengan mobil kemarin. Aku sudah merasakan gelagat tidak enak ketika menginjakkan kaki di sekolah ini. Hari itu seperti hari ini, awan-awan berwarna abu-abu menghiasi langit. Well, daerah sini memang terkenal sering mendung.

Aku memperhatikan sekolahku. Bangunan ini bercat gelap, dan warnanya sudah agak pudar. Sepertinya memang sekolah ini sudah berdiri cukup lama. Meskipun hanya bangunan SMP, tapi gedungnya terbilang cukup besar besar. Untuk daerah pinggiran seperti ini terkesan mencolok. Lagipula letaknya tidak jauh dari rumah. Mungkin karena alasan itulah Dad memilih menyekolahkanku disini dibanding SMP lainnya yang juga berada di kota ini.

Aku tidak tahu apakah aku akan bersekolah disini sampai lulus, tapi yang jelas kehidupan SMP ku yang baru akan bermulai disini.

Aku agak sedikit khawatir juga apakah aku akan bisa mendapat teman di sekolah baru ini.

Aku menarik nafas panjang.

'Tenanglah Lyon, kamu pasti bisa' batinku sambil meremas tali tas selempangku.

Aku berjalan memasuki gerbang pintu. Kemudian melewati lorong menuju ke tangga. Selain gelap, sekolah juga terasa sepi. Hanya terdengar suara-suara kecil guru yang sedang mengajar dari balik pintu tiap kelas. Tampaknya sudah jam pelajaran.

Kemarin aku sudah kesini, jadi setidaknya aku sudah tahu dimana kelasku. Karena aku sudah kelas dua, maka kelasku berada di lantai dua.

Kemudian sampailah aku di depan pintu kelasku. Kelas 8 G.

Aku menarik nafas panjang sekali lagi sebelum mengetuk pintu kelas.

Kemudian kelas menjadi sunyi. Dan lima detik kemudian pintu terbuka. Tampak seorang guru wanita yang masih muda. Ia cantik.

"Ah, kamu pasti Lyon yang pindah hari ini?" tanyanya sambil menampilkan senyum yang manis.

Aku mengangguk.

"Masuklah," Guru itu menyingkir untuk memberiku jalan. Lalu aku melangkah masuk dengan jantung berdebar-debar.

Kemudian aku mendengar suara pintu ditutup. Dan ketika aku berpaling menghadap teman-teman. Aku merasa aneh, mereka semua menatapku dengan intens.

'Eh apa? memangnya ada yang aneh dengan penampilanku?'

Tapi kemudian aku mulai merasa ngeri dengan pandangan mata mereka. Bulu kudukku meremang. Tatapan mereka seperti…buas. Seperti serigala yang sedang memata-matai mangsanya. Dan aku sadar itu bukan hanya beberapa orang tapi hampir seluruh kelas atau semuanya, setidaknya itu yang aku rasakan.

Mataku berpaling pada Guru untuk mencari pertolongan. Tapi kemudian aku sadar bahwa Guru itu juga menatapku dengan cara yang sama.

Keringat dingin mulai membasahi sekujur tubuhku. Nafasku tercekat antara rasa takut dan rasa grogi. Jantungku berdebar lebih kencang dibanding tadi.

Oh great, hari pertama yang sangat berkesan. Kupastikan untuk menulisnya dalam diari nanti.

Kemudian mereka mulai tertawa. Seisi kelas penuh dengan suara tawa. Tawa melengking yang terdengar dingin.

Kenapa mereka tertawa?

Apa mereka sedang mempermainkanku? Mempermainkan aku yang anak baru ini?

Tapi aku lebih merasa takut dibanding diejek.

Ini tidak lucu!

Tawa-tawa itu terus terdengar, terngiang di telingaku.

Tidak

Tidak tahan lagi, akhirnya aku menutup kedua telingaku. Dan memejamkan mata erat-erat.

Hentikannn!