scared syndrome:

Music Start: (jellyfish – Mami kawada)
Chapter 1: welcome to the club!

Namizawa High School, Sekolah yang cukup terkenal. Entah kenapa, malah banyak yang masuk di Namizawa High School padahal sekolah itu tergolong paling mengerikan se-Jepang! (haaah…).Tak lama kemudian, seorang remaja berambut acak datang dengan memakai sepedanya.

Flashback

"Hey, Tomoya. Kau juga mendaftar disini?" tanya seseorang laki-laki berambut sedikit tegak-tegak (Shaggy jarum) kepada cowok berambut acak itu. "Iya, dong, Masashi. Sekolah ini kan paling terkenal di Jepang." Jawab Tomoya. Datanglah seorang cewek berambut panjang sedikit ikal sebatas bahu yang juga mendaftar di sekolah itu. "Hey, Tomoya, Masashi! Kalian juga daftar disini. Berarti kita bakalan sekelas, dong. Yay…." Seru cewek yang bernama Himeka itu. Masashi dan Tomoya hanya bisa sweatdropped liat kelakuan Himeka. Bel sekolah pun berbunyi. Tanda mereka masuk untuk menjalani tes Akademik. Mereka pun bergegas masuk ke kelas. Beruntung, guru belum masuk ke kelas. Jadi, mereka menghabiskan waktu duduk di kelas. Datanglah 2 laki-laki, yang satu lurus namun sedikit tipis dan yang satu lagi kayak Yuzuru di Angel beats! (lho, kok nyaut di Angel beats!, ya. Inikan orifict!). Mereka berdua mendatangi Tomoya dan berkata "Kamu, tomoya siswa baru dari SMP Akihabara, ya?" "itu benar. Ada apa?" jawab Tomoya rada serius. "Namaku Jun Sakaki dan teman disebelah saya bernama Daisuke Kamatani" jawab salah satu dari kedua orang itu. "Salam kenal." Jawab laki-laki yang bernama Daisuke itu. "Salam kenal. Oh, ya. Kalian di kelas ini juga?" Tanya Tomoya. "Iya. Doakan saja agar kelas ini tetap jadi satu kelas yang sama disaat pembagian kelas nanti…" jawab Jun. Tidak sempat Tomoya menjawab, datanglah beberapa orang kepadanya.

Ada 9 orang, yang satu cowok botak. Yang kedua juga botak. Namun, ia memakai wig untuk menutupi identitasnya (Author ditonjok ama cowok tadi dan fansnya). Yang ketiga cewek imut berambut panjang sebatas bahu memakai bando pita putih (kira-kira similar dengan si Mio Akiyama. Lho, kok nyaut ke anime lain. Sih. Sinting amat ni Author. Pasti Authornya otaku!). Yang keempat, cewek bule berambut panjang pirang. Yang kelima, laki-laki India (maksudnya mirip ama orang india dari rambut ampe kaki.). Yang keenam, cewek berambut pirang pendek (Mungkin temannya si bule). Yang ketujuh, cewek cantik nan imut nan feminim yang berambut panjang melewati bahu. Yang kedelapan, cewek berambut panjang melewati bahu memakai topi layaknya mbah surip (Haah, mbah surip? Topi Afrika selatan itu!). Yang terakhir, laki-laki berambut pendek acak yang agak gendut.

Mereka pun memperkenalkan diri mereka masing-masing. "Namaku Hiroshi, Tachibana Hiroshi. Salam kenal." Sapa cowok botak pertama tadi. "Nama saya Hayashi, Asakawa Hayashi. Namamu Tomoya, kan? Salam kenal…" sapa si cowok wig itu. "Namaku… Marina. Ogura Marina. Salam kenal…" sapa cewek imut itu pada Tomoya dan yang lain. "My name is Mine. Sakamichi Mine. Nice to meet you, Tomoya." Sapa cewek bule itu dengan logat bulenya itu. "Acha…acha… Nama Saya Sano. Tsurugi Sano. Salam kenal. Aku penyuka film India. Kalau suka. Kita bisa saling sharing." Terang cowok india itu. "Namaku Tamaki. Kudou Tamaki. Salam kenal." Jawab Cewek rambut pirang pendek itu. Dengan malu-malu cewek nan imut nan feminim itu memperkenalkan dirinya "N…namaku Eri. Kamijou Eri. Salam kenal…" sapanya malu-malu. "Namaku Rena. Kishida Rena. Mohon bantuannya…" seru Cewek bertopi afrika itu. "Kamu, tomoya kan? Nama Saya Shinji. Nakazawa Shinji. Mohon bantuannya, Tomoya-san." Seru Cowok agak gendut itu. Tomoya hanya bisa swt (swt: sweatdropped plus speechless, kalau menurut si Author. Entah kalau yang lain pendapatnya) Tomoya pun mulai menghitung ulang siswa di kelasnya itu (Nggak ada kerjaan lain, apa?). Ternyata satu orang lagi tidak ada. Padahal kuota satu kelas hanya 15 orang (dikit amat. Kelas di SMA harusnya 30 paling minimal. Pantesan jadi sekolah paling mengerikan di Jepang.). Akhirnya, guru pun masuk membawa satu orang… siswi baru. "Maaf menunggu lama. Ibu akan memperkenalkan diri ibu. Nama saya Risa Sugii. Panggil saja Bu Risa. Ada pertanyaan?" Tanya sang ibu guru. Kelas pun sunyi. "kalau nggak ada pertanyaan ibu akan memperkenalkan siswa baru yang akan menempati kelas tes ini bersama kalian. Nak, perkenalkan dirimu…" seru Bu Risa.

Gadis itu bermabut panjang, cantik, imut, manis dan tampangnya feminim sekali. "Semuanya… Namaku Rin Kurosaki. Panggil saja aku Rin… salam kenal…" sapanya manis.

Cowok-cowok hanya bisa melongok melihat Gadis itu. Gadis itu langsung duduk di samping Masashi. Masashi hanya bisa blushing melihat gadis itu duduk disampingnya. Gadis itu langsung menjulurkan tangannya. "Namamu siapa?" Tanya Rin. Masashi pun menerima juluran tangannya dan bersalaman serta berkata "Namaku Masashi. Sugita Masashi. Salam kenal…" jawab Masashi. Rin hanya tersenyum melihat Masashi.

Tes pun dimulai. Tampaknya mereka semua bisa menghadapi tes dengan tidak shock. Namun, Sano dan Hiroshi kelbakan menjawab soal Tes. Beberapa hari kemudian, keluarlah hasil tesnya, Tomoya, Masashi, Rin, Himeka, Marina, Hayashi, Dan Jun berturut menjadi peringkat teratas nilai tes Akademik maupun psikologi. Beruntung, kali ini tidak ada nilai yang dibawah standar. Itu berarti kelas mereka lulus semua. Anggota kelas senang mendengarnya, termasuk Rin. Akhirnya, pembagian kelas dilaksanakan esok harinya. Mereka deg-degan menunggu saat pembagian kelas. Namun, keberuntungan selalu memihak kelas mereka. Kelas mereka tidak diacak. Dan Mereka dapat bagian kelas 1-C. Semua anggota kelas itu langsung berbondong-bondong menuju ke kelas yang berada dekat dengan gerbang sekolah itu. Mereka pun akhirnya pulang dengan rasa senang hati.

Beberapa hari kemudian, kelas membuat suatu klub pada saat masuk sekolah. Klub Simulasi Detektif yang dibina oleh Wali kelas yang juga guru pada saat tes waktu itu, Bu Risa. Mereka pun berembuk menentukan nama klubnya. Akhirnya diputuskanlah nama Scared Syndrome sebagai nama klub mereka. Itu idenya Tomoya. Akhirnya pertemuan klub dijadwalkan setiap hari Senin pulang sekolah setelah perdebatan panjang dan alot.

End of Flashback

Tomoya pun mengayuh sepedanya lebih kencang… saking kencangnya ia terjatuh dan terperosok ke kotak sampah… (kasihan…). Tomoya dengan rasa kesal mendorong sepedanya ke sekolah. Ini sudah waktu Pulang sekolah dan mereka dijadwalkan melakukan rapat jam !4:00. Tomoya pun memarkirkan sepedanya ke tempat parkir dan mencuci mukanya di WC. Setelah itu, Tomoya bergegas ke ruang klub.

Sesampainya di ruang klub, Tomoya disambut oleh ke 14 orang anggota klub beserta pembinanya. "Welcome to the club! Tomoya kamu barusan darimana?" seru Masashi. "Aku terjatuh ke kotak sampah! Kesal aku!" seru Tomoya kesal. Semuanya pun tertawa kecuali Tomoya dan Rin. "Tunggu, kok kalian ketawa. Tomoya pasti kesakitan gara-gara terperosok ke kotak sampah! Jangan ngetawain orang lain! Ntar kalau balanya kena ke kalian gimana?" seru Rin membela Tomoya yang seperti orang baru masuk kebun itu. Klub pun sunyi mendengar perkataan Rin. Tiba-tiba… "Cie..cie… ehem…ehem Jangan-jangan dia ada something dengan Tomoya…" jawab Rena. "Apa kau bilang? Tidak ada hubungan aku dengan Tomoya kalau aku masih suka sama Masa…" ia langsung menutup mulutnya. Masashi langsung blushing. Semua orang menatapnya. "Masashi…" seru semua orang diklub kecuali Tomoya, Rin, Dan Rena. "Tidak! Aku nggak ada hubungan dengan Rin, sumpah…" jawab Masashi panic. "(apa yang kuomong, ya… dasar mulut! Kuhabisi kau setelah ini! Masa, aku harus membeberkan rahasia yang tidak boleh kubeberkan dulu! Dasar bodoh!" omel Rin dalam Hati. Suasana klub pun kembali seperti semula setelah terdengar perkataan Bu Risa. "Sudah! Jangan memojokkan Tomoya dan Masashi. Ntar kalau kalian sudah besar kasus ini bakalan jadi seperti Sherlock Holmes dan Arsene Lupin yang nggak berujung sampai 4 keturunan! Jangan buat kekacauan ini menjadi suatu awal dari kasus Sherlock Holmes dan Arsene Lupin yang baru!" seru Bu Risa. Mereka pun mengakhiri kekacauan ini dan langsung pulang (Nggak jelas banget, ya?).

Rin dan Masashi pulang bersama. "Rin, sebenarnya apa maksud omonganmu tadi?" Tanya Masashi penasaran. "Itu… nggak. Nggak ada apa-apa, kok. Namun, kayaknya aku harus jujur sama kamu. Udah keceplosan tadi." Jawab Rin dengan polosnya. "Kenapa?" Tanya balik Masashi. "Aku suka sama kamu…" jawab Rin malu-malu. "Apa? Ulangi sekali lagi…" jawab Masashi heran tak percaya. "Aku suka padamu, Masashi!" seru Rin lebih keras. "Lebih keras lagi…" jawab Masashi. "AKU MENYUKAI MASASHI!" seru Rin sekeras-kerasnya sampai kaca rumah tetangga pecah (lebay!). Masashi pun tersenyum dan langsung memeluk Rin dengan hangatnya. Mereka pun berjalan bersama-sama. Seseampainya di simpang 3, Rin pun pamit pulang. Rumahnya di sebelah kiri simpang tiga. Sementara Masashi, kebalikannya. Mereka pun saling melontarkan senyuman dan berpisah ke rumah masing-masing…

Malam itu, Rin merasa barangnya ketinggalan di Sekolah. Oleh karena itu, Rin izin dengan orangtuanya untuk pergi ke sekolah. Rin langsung bergegas memakai vespanya itu ke sekolah dan segera pergi ke ruang klub. Beruntung ia punya kuncinya. Jadi, ia bisa menyelinap masuk. Ia pun melihat HP nya ketinggalan di meja ketua Klub. Ia langsung mengambilnya dan mengunci ruang klub. Tiba-tiba, seseorang datang memakai jubah hitam (Dari atas sampai bawah hitam semua. Sampai nggak tampak lagi tuh orang…). Ia datang dengan cepatnya dan… "Aaaaaaaaaaakkkkkkkhhhhhhh…" teriak Rin kesakitan.

Author's Notes:

Maafkan saya kalau buat cerita yang ketiga padahal yang kedua dan pertama belum kelar-kelar juga. Cerita ini terinspirasi dari Big Brother Indonesia. Tokoh-tokohnya pun diusahakan sama dengan yang aslinya. Namun, ini hanya cerita fiksi. Dan, jalan ceritanya sudah pasti berbeda sama BigBro. Sekarang lagi minta persetujuan sama orang aslinya supaya mudah untuk di publish ke muka umum. Pokoknya, pantengin terus karya-karyanya Akihito-missing. Bakalan seru dan ngakak abis!

Omake!:
Di Sekolah
Author: Sekarang, aku sedang bersama dengan salah satu MC dari Scared Syndrome. Yaitu, Tomoya Sakurabi. (Tepuk tangan penonton)
Tomoya: (swt.)
Author: Pengen jadi apa?
Tomoya: Jadi Dokter!
Author: Apa motivasi masuk sekolah ini?
Tomoya: ni author sialan banget. Emangnya kamu tu guru apa? Yang jelas jawabanku adalah ingin berubah menjadi lebih baik dan pengen menambah ilmu yang berguna di masa Depan.
Author: Dengar-dengar, kamu masuk Aksel di SMA ini?
Tomoya: bukannya sudah dijelasin diatas! Aku di kelas 1-C!
Author: oh, ya Nampaknya sudah dulu interviewnya, ya… (sambil menyuruh para panitia menyiapkan sesuatu untuk Tomoya… licik!)
Tomoya: Kalau begitu aku mau ke kelas!
Tomoya pun berjalan dan oooooooohhhhhh… ia terpeleset dan terduduk lalu jatuh ke kolam berenang yang isinya cewek semua! Lalu, ia dipukuli dan… selanjutnya disensor!
Author: Memalukan! Stay tuned in Scared Syndrome, Orifict gaje adaptasi BigBro. Sampai jumpa!

Oh, beruntung saja aku nggak lupa dengan ini:

Luthfie: Tomoya
Afrie: Masashi
Shinta: Marina
Tengku: Himeka
Patra: Jun
Widi: Daisuke
Dewi/Dey: Tamaki
Maurice: Eri
Aga: Sano
Alan: Hayashi
Derek: Hiroshi
Jane: Rena
Rene: Mine
Roy: Shinji
Bu Ade: Bu Risa

Nama lengkapnya nanti setelah 6 chapter... stay tuned in SCARED SYNDROME!