scared syndrome:
chapter 6: Tomoya's briefing

"Sepertinya si pembunuh akan mengincar salah seorang dari kita… Ia mempunyai dendam terhadap Rin dan ayahnya… Informasi yang kudapat adalah… Ayahnya Rin adalah orang yang membinasakan rumah dan kampung tempat si pembunuh itu tinggal sebelumnya… Kali ini, ia membunuh Rin untuk mengancam ayahnya itu…" jelas Tomoya.
"Tapi, apa hubungannya Rin dengan Situs Pribadiku?" Tanya Masashi.
"Kamu kan digosipkan HTS (Hubungan Tanpa Status) dengan Rin, kan? Itulah alasannya…" lanjut Tomoya.
"Apa hubungannya?" Tanya balik Masashi…
"Dia ada sedikit dendam denganmu…" lanjut Tomoya.
"Kok bisa?" Tanya Masashi heran.
"Aku juga nggak tahu… Mungkin si pembunuh juga orang terdekat Rin." Lanjut Tomoya lagi.
"Haa? Sebentar… kalau gitu… yang patut dicurigai adalah… Kamu!" celetuk Marina.
"Apa?! Mana tega aku ngelakuin hal itu!" seru Tomoya kesal.
"Masalahnya… yang dekat sama Rin hanya Masashi dan kamu!" seru Jun.
"Tapi, kalau kalian tuduh aku, itu salah!" seru Tomoya.
"tapi, Tomoya benar… dan secara logika… itu tidak mungkin…" lanjut Daisuke.
"Tapi..." celetuk Masashi
"Kenapa?" tanya Tomoya
"entah kenapa feeling ku kuat banget soal ini..." lanjut Masashi
"jangan pernah terlalu percaya sama feelingmu... belum tentu feelingmu itu benar..." ujar Jun.
"betul kata Jun..." lanjut Tomoya.
"Sebaiknya kita seldiki dulu soal TC ini... jangan terlalu cepat berhipotesa..." ujar Hiroshi.
Masashi pun terdiam...

"Baiklah, kita tutup meeting hari ini..." tutup bu Risa.
Akhirnya, meeting pun ditutup dan penyelidikan masih berlanjut... Mereka semua pun pulang ke rumah masing-masing...

Suatu ketika, di rumah Tomoya... Tomoya duduk termangu di kamarnya... sendirian... tanpa ada siapapun yang menghiburnya...
"Aku... ngerasa kecil..." ujar Tomoya lirih...
Ia pun kemudian mengambil foto berpigura di meja... foto bersama orang tuanya...
Lalu...
Foto itu pun ia banting!
"Aku benci kalian!" seru Tomoya sambil berteriak...

Keesokan harinya, di SMA Namizawa, keadaan sudah mulai membaik... KBM pun dimulai seperti biasanya... untuk mengantisipasi keamanan, jumlah Satpam pun ditingkatkan menjadi 9 orang...

Sementara itu, Masashi dan Himeka merintis kaki mereka menuju ke sekolah...
"Masashi... aku kok nggak habis pikir sama si TC... beraninya dia membunuh Rin..." ujar Himeka.
"tapi, dia pasti punya alasan untuk melakukan hal itu... aku yakin!" seru Masashi.
"Tapi... kenapa harus Rin?"
"itulah yang akan kita semua selidiki..."
"Terus, kenapa Tomoya seakan-akan... tingkahnya itu lho... mencurigakan..."
"Aku nggak tahu... Just Wait and See..."
"apakah bakal terungkap?"
"Pasti terungkap, I'm sure about that..."
Mereka pun melanjutkan perjalanan...
Di tempat lain, Tomoya bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah...
"Aku udah nggak tahan lagi..." ujar Tomoya lirih...
Tiba-tiba, Jun pun mengetuk pintu didepan rumah Tomoya
Tomoya pun membuka pintunya...
"Tomoya, kita pergi?"
"Ayo kita berangkat!"
"Ayo!"
Mereka pun pergi bersama ke sekolah...