"Selamat ulang tahun, sayang."

.

Aku masih ingat saat itu

Saat kita masih dimabuk cinta

Saat kau masih peduli padaku

Saat kau masih ingat ulang tahunku

.

Kau datang dan tatap mataku

Lalu berkata, "Selamat ulang tahun, sayang."

.

Tapi waktu menggerogoti cinta kita

Lama-lama rusak, pudar, terbang, hilang

Dan berubah menjadi seonggok sampah

Yang bau, yang lalu kau tinggalkan

.

Kau lupakan

.

Aku tahu aku telah menyakitimu

Karena ucapkan selamat tinggal padamu

Maka pada hari ulangtahunmu,

Aku datang dan mengiba padamu

.

Aku bawa setangkai mawar merah untukmu

Yang berduri, yang lukai tanganku saat kupetik

Untukmu, kurela lakukan apapun

Walau aku mesti jatuh dan jatuh lagi

.

Tapi kau hanya melangkah melewatiku

Tanpa sedikitpun sudi menolehkan kepalamu

.

Dan kau biarkan setangkai mawar berduri itu mati

Layu, tergolek tak berdaya tanpa pernah kausentuh

Seakan itu hanya seonggok sampah

Yang bau, yang lalu kau tinggalkan

.

Kau lupakan

.

Kauabaikan jariku yang telah luka

Kaubiarkan hatiku berdarah-darah

Kauabaikan aku yang menangis dan menangis lagi

Kaubiarkan aku yang hanya bisa menatapmu pergi

.

Hatiku remuk, pecah berantakan

Seperti kaca yang kautonjok dengan tinjumu

.

Bahkan, belum sempat kuucap padamu

"Selamat ulang tahun, sayang."

.

Kemarin, aku berulangtahun

Apakah kau ingat?

Masihkah kau peduli?

.

Sepertinya tidak

Karena setelah duapuluh empat jam berlalu

Aku terus menunggumu

Tapi kau tak pernah ada

.

Tak sekalipun kau datang, dan katakan,

"Selamat ulang tahun, sayang."