a friendship poetry by shikisuzuna


—ikatan kita—


Dulu kita dekat

Bagai perangko dan amplop yang selalu lekat

Terus bersama tak pernah penat

Yakin telah menemukan teman yang tepat

.

Kini kita jauh

Hanya karena seorang mengeluh

Pertemanan yang kukira teguh

Ternyata sebegitu rapuh

.

Ah, aku salah

Kukira kita takkan berpisah

Kukira ikatan kita tak bercelah

Ternyata tetap patah

.

Kepada langit aku bertanya

Kenapa sekadar menahan ego aku tak kuasa?

Kenapa aku tidak lebih peka?

Kuberharap pada setitik asa

Agar nanti ke depannya

Ikatan kita kembali seperti sediakala


—fin—


sepatahkata: ahaha, sebenernya ini puisi buat tugas. terimakasih kepada Edwin yang telah membuat puisi ini jadi ambigu—ini puisi persahabatan, bukan cinta! D:

—tunggu, jangan-jangan emang beneran ambigu?


review?