darah hati itu berwarna biru.

;

kau membelah hati dari tubuhmu.
"semoga hatiku tak tergores."
terucap sebelum jemarimu menyimpannya
dalam kotak kaca bening,
darah biru mengotori pojok-pojok
jendelanya.

;

kau mengukir kembali hati itu
dengan pisau tajam, ingin
membuatnya terlihat lebih cantik, tapi
hati itu mengecil dan pintunya
digembok dan dikunci sampai
semua goresan itu menghilang.

;

goresan itu belum pudar dan senyum pria itu
merekah begitu lebar seperti luka
di hatimu membuka begitu lebar
dan darah biru mulai mengalir begitu cepat
sampai air mata tumpah ruah
di atasnya. darah itu langsung cocok sebagai
cat air.