panas membunuh suasana.

;

waktu terlalu cepat datang,
ibu terlalu cepat datang,
mobil terlalu cepat datang,
guru terlalu cepat datang.

matahari bersikap jahat padaku;
ruang kelas pengap dan ya tuhan
bau sekali -
kenapa semuanya berkeringat?

kipas angin macet,
menikmati liburannya;
bulir-bulir keringat takkan takut,
hanya bertingkah lebih jahat.

suara guru tenggelam dalam
keriuhan - keegoisan - kami,
berlalu bagai angin musim kemarau.
kelas ini jadi lebih panas dan panas dan panas―

kelopat mata enggan bergerak dan
udara mengendurkan ototku,
melorot dalam kursi kayu,
buku tulis jadi tempat pelampiasan.

suara telah hilang
dan aku tertidur di atas salju.

(aku berharap.)