Friend, Teacher, and Me

Chapter 8: Ending & Find Love

Apa yang mau dibicarakan?

Kenapa begitu serius?

...

''sejak kursus waktu dulu, kamu ingat, saat kamu terjatuh dipelukanku?'' tanya Kira Sensei.

Itu...itu... Hari dimana aku mulai jatuh cinta kepada Kira-Sensei...

Kenapa Sensei menanyakan hal itu?

''iya. Kenapa?'' tanyaku.

''sejak hari itu, aku selalu menganggapmu murid paling berharga dan unik...

Tapi sejak kamu memberikan persahabatan padaku, saat pertama kali kamu masuk SMU ini, aku merasa dekat dan ingin bersamamu... Tepatnya, aku menyukaimu, Nanashi...'' kata Kira-Sensei memegang pipiku.

Kira-Sensei merasakan hal yang sama denganku!

KRIEET... (ada yang membuka pintu)

''aku...aku juga me...'' kataku.

Aku...

''hem!'' panggil seseorang.

''Moe-Chan!'' kagetku.

''Moe?'' kaget Kira-Sensei.

Astaga! Moe-Chan melihatku dengan Kira-Sensei!

Moe-Chan hanya menangis dan pasti sakit karena tidak bisa mengatakan apapun...

''aku...aku...'' kata Moe-Chan agak bisa berbicara.

''Moe-Chan! Ini bukan seperti yang terlihat!'' kataku.

Moe-Chan hanya menggelengkan kepalanya.

BRUK... ''Moe-Chan!'' kagetku melihat Moe-Chan pingsan.

Aku tidak mengira,

sesuatu yang besar akan terjadi!

''Nanashi...ternyata...'' kata seseorang tiba-tiba.

''So...Souta!'' kagetku.

''... kamu pasti senang, perasaanmu tersampaikan... Ya kan?'' kata Souta tampak begitu tidak menyenangkan.

Apakah dia tahu apa yang terjadi!

Lalu kenapa dia harus berwajah begitu padaku?

''Souta! Kenapa kamu harus be...'' kataku.

''kau masih bertanya kenapa? Kenapa? Apakah kamu tidak sadar kalau aku menyukaimu!'' teriak Souta.

''tapi, cewek idamanmu?'' tanyaku.

''itu kamu! Dasar bodoh!'' teriak Souta langsung pergi.

Semua suster mengangkat Moe-Chan, dan membawa Moe-Chan keruang gawat darurat. Astaga!

Apa yang terjadi!

Moe-Chan memburuk,

Souta marah padaku!

2 jam kemudian,

''Moe!'' kagetku dan Kira-Sensei melihat Moe-Chan sadar dari pingsannya...

Diawal sadarnya Moe-Chan,

Moe-Chan sudah langsung mengeluarkan air mata...

Aku tidak enak kepada Moe-Chan yang sudah begitu baik padaku, tapi akhirnya aku membuat dirinya sakit hati.

Maafkan aku...

GREBB...

''ka...kalian...bersama.'' kata Moe-Chan menyatukan tanganku dengan Kira-Sensei dan dia berbicara.

PLEK...

Eh?

Kenapa dadaku sama sekali tidak bergetar meski bersentuhan dengan Sensei?

Padahal biasanya aku... Biasanya aku bisa merasakan getaran suka dengan Sensei, tapi sekarang... Kenapa ya? Apa ada sesuatu yang berubah dengan hatiku! Dan sekarang, yang terbayang dibenakku hanya Souta... Souta... Souta! Kenapa harus dia? Apa yang spesial darinya? Aku tidak pernah menganggapnya suka sama sekali kan? Tapi aku...benar-benar merindukan Souta!

BRUKK...

''Moe-Chan!'' teriakku melihat Moe-Chan pingsan.

''Dokter!'' teriak Kira-Sensei. Ternyata kejadiannya lebih buruk dari yang kubayangkan...

Setelah diperiksa dokter, ternyata denyut nadi Moe-Chan sudah tidak ada... Apakah benar Moe-Chan sudah meninggal!

Aku...benar-benar merasa bersalah... Kali ini aku, merasa hidupku tidak lagi berguna!

''Kira-Sensei! Maafkan aku! Aku tidak bisa menerima perasaan Sensei meski aku memang pernah suka dengan Sensei.'' kataku.

''hah?'' kaget Kira-Sensei.

''tapi, sekarang, aku sudah menyukai orang lain. Aku baru saja menyadarinya...'' kataku.

''haha, aku mengerti Nanashi. Pasti kamu menyukai Souta itu kan? Aku bukan tipe orang yang memaksakan kehendak. Aku terima selalu apa yang menjadi kebahagiaanmu.'' kata Kira-Sensei.

''Sensei? Gomen dan...Arigatou!'' kataku langsung pergi.

''pergilah... Moe-Chan menjadi urusanku! Terima kasih juga! Arigatou!'' kata Kira-Sensei begitu senang dan melambaikan tangan.

Kematian Moe-Chan, akan menjadi pelajaran untukku...

Dimana ya Souta!

Huft... Karena kebodohanku, semuanya terjadi...

Oh ya, taman anak-anak dekat rumahku?

Itukan sudah menjadi tempat favoritnya denganku.

TAB...TAB.. aku berlari dengan tergesa-gesa!

Sampai ditaman,

tidak ada siapapun,

sepi dan kosong...

Dimana Souta! Souta...!

Hiks... Kenapa aku merasa ingin menangis sih? Huh! Pasti semuanya karena Souta!

''Soutaaaa! Maafkan akuuu! Aku telat menyadarinya! Aku juga menyukaimu!'' teriakku menangis.

''baru kali ini aku melihat seorang Nanashi menangis. Apalagi menangis untukku.'' kata seseorang.

BRUKK...

''Soutaaa!'' teriakku langsung menoleh dan memeluk orang yang berbicara tadi.

''bagaimana kau yakin aku Souta?'' tanya orang itu. '

'karena hanya kamu yang tahu kalau aku tidak pernah menangis.'' kataku.

''bodoh! Apa benar kamu menyukaiku? Tadi aku mendengarnya lho.'' kata Souta.

''tidak!'' jawabku mengelak.

''aku benar-benar menyukaimu, idamanku! Kamu menyadarinya telat!'' kata Souta.

''pintar menggoda ya sekarang!'' sebalku.

''tidak! Itu hanya kulontarkan padamu.'' kata Souta.

''ah! Bohong...'' kataku.

''jadi, kamu benar-benar menyukaiku?'' tanya Souta.

''jawabannya setelah Moe-Chan dikuburkan dengan tenang ya!'' jawabku.

''hah? Moe-Chan meninggal? Dia sudah...'' kata Souta.

''iya, aku sangat merasa bersalah! Pasti dia shock karena aku!'' kataku berkaca-kaca.

Aku memang bodoh!

GYUT...

''bukan salahmu, aku percaya, kamu sudah berusaha untuk melupakan Kira-Sensei, kan?'' kata Souta memelukku.

''iya...'' jawabku.

Akhirnya,

aku dan Souta kembali kerumah sakit...

Dirumah sakit,

Moe-Chan sudah dipindahkan keruang mayat. Aku dan Souta menuju kesana, disana sudah ada Kira-Sensei.

''kalian?'' kaget Kira-Sensei.

''iya, kami kesini untuk menjenguk Moe-Chan lagi sebelum nanti siang dikuburkan.'' kataku.

''iya... Souta, maafkan Sensei sudah membuatmu marah dan sebal.'' kata Kira-Sensei.

''aku yang seharusnya minta maaf, karena sebenarnya Nanashi dari awal menyukai Sensei, bukan aku.'' kata Souta menjelaskan.

''tampaknya, aku dan Nanashi tidak berjodoh, buktinya dalam sekejap, semuanya berubah!'' kata Kira-Sensei.

''iya, aku juga tidak menyangka... Nanashi bisa berubah kembali padaku.'' kata Souta.

''ih, apaan sih! Kedengarannya aku seperti playgirl saja!'' sebalku.

''memang! Hahaha, Nanashi adalah cewek yang membuat seorang guru bertekuk lutut padanya.'' kata Souta.

''tidak perlu berkata begitu! Oh ya, aku mau berbicara dengan Moe-Chan.'' kataku.

Dari dalam hatiku yang terdalam,

''Moe-Chan, maafkan aku... Semuanya memang kesalahanku. Aku terlalu bodoh dan tidak berpikir panjang... Aku sangat berterima kasih dengan hari-hari baik yang Moe-Chan berikan dan ajarkan. Aku selalu menyayangimu...'' kataku.

''jadilah murid yang baik!'' kata Kira-Sensei.

''baik! Asalkan Sensei mengajar yang baik! Hahaha...'' kataku.

''gitu ya...'' kata Souta.

''apa?'' tanyaku dan Kira-Sensei.

''gitu ya... Awas saja kalau Kira-Sensei macam-macam dengan pacarku!'' kata Souta.

''kalian sudah berpacaran? Baguslah!'' kata Kira-Sensei tampak masih menutupi perasaannya.

BLETAKKK...

''kita belum resmi tahu!'' sebalku menjitaknya.

''tapi kan...'' kata Souta.

''hoi kalian! Anak SMU lama sekali menjenguknya! Mau macam-macam ya?'' kata penjaganya.

''mana mungkin kami macam-macam diruang mayat!'' kaget Souta.

''keluar!'' kata penjaganya.

Akhirnya,

permasalahan ini selesai...

Moe-Chan sudah dikuburkan.

...

Dan aku, benar-benar dikejar oleh kata-kataku sendiri...

Disekolah,

''kamu katanya menyukaiku, katakan dong!'' kata Souta.

''tak akan!'' sebalku. ''ayolah!'' sebal Souta.

''gak mau ah! Kalau mintanya gak romantis!'' kataku iseng.

''ukh, kau ini...'' sebal Souta.

Pasti dia tidak bisa apa-apa... Dia kan tidak mengerti romantis...

Bagaimana mau romantis, menulis saja patah-patah begitu.

Oh ya, berawal dari tulisannya juga, semuanya berjalan sesuai alurnya...

CUP... ''Ayolah katakan padaku.'' kata Souta mencium pipiku.

''ekh!'' kagetku.

''romantis kan?'' tanya Souta.

''iya iya, aku menyukaimu, Souta!'' maluku.

''ahahaha, yeei, kamu mau jadi pacarku?'' tanya Souta.

''iya.'' jawabku malu tapi senang sekali.

''yes, Souta si penulis terjelek didunia, akhirnya punya pacarrrr!'' teriak Souta.

PLAKK...

''heiii! Ini disekolah tahu!'' teriakku menutup mulutnya. ''biarin, masih pagi lho!'' kata Souta. ''bodoh!'' sebalku langsung pergi.

5 bulan kemudian,

''eh! Ada undangan pernikahan Kira-Sensei!'' senangku.

''mana?'' tanya cowok disebelahku yang paling menyukaiku dan menyayangiku didunia ini.

''Ini. Besok lhoh!'' kataku.

''benarkah!'' senang Souta.

''iya!'' jawabku.

''hmm, kapan kita menyusul ya!'' kata Souta iseng sekali.

''tidak akan! Huh!'' sebalku.

''lho? Kenapa?'' tanya Souta.

''kita masih kelas 1 SMU. Kuliah aja belum!'' sebalku.

''setelah itu mau kan?'' tanya Souta menggodaku.

''kalau itu... Entahlah!'' kataku.

''Nanashi!'' kata Souta.

''apa!'' tanyaku.

''kamu ini...''kata Souta.

Ternyata memang membuat bingung ya, hidup ini penuh dengan keanehan...

Kira-Sensei akhirnya juga menikah dengan seorang mahasiswi yang cantik.

Dan mahasiswi itu... ''mirip dengan Moe-Chan!'' kagetku dan Souta.

''benar-benar mirip! Tapi diundangan namanya Miu.'' kataku.

''tetap sama mirip, namanya pun hampir menyamai.'' kata Souta.

''hebat!'' kataku senang sekali.

Moe-Chan, ternyata kamu tidak semudah itu melepaskan cintamu...

Sampai berubah wujud dalam bentuk Miu? Moe-Chan... Selamat datang kembali.

''untuk kerabat diharap maju.'' kata host.

Eh? Tiba-tiba Kira-Sensei melihat kearahku dan Souta lalu berbisik kehost.

''oh, permintaan mempelai, meminta sahabatnya maju untuk berfoto. Nanashi Murakanai dan Souta Kagamiya!'' kata host.

''eh kita?'' kagetku.

''iya, ayo maju.'' kata Souta.

''ok!'' jawabku dengan senangnya.

Diatas panggung, serasa aku ingin mempunyai pesta sendiri yang meriah dan menyenangkan! Apakah akan diberikan oleh Souta bodoh ini ya!

Setelah foto,

semua nya bersalaman.

''terima kasih sudah datang!'' kata Kira-Sensei.

''jaga Moe dan Miu Chan ya!'' kataku.

''haha, iya. Memang kejadian yang mengejutkan!'' kata Kira-Sensei.

''kapan-kapan cerita ya disekolah, Sensei!'' kata Souta.

''ok!'' jawab Sensei.

Akhirnya,

setelah semuanya selesai diselenggarakan.

Diadakan pelemparan bunga dari kedua mempelai.

Itu artinya, siapa yang mendapat lemparan itu, akan menikah dengan cepat.

hehe, aku berharap mendapatkannya.

SYUUNG...

''hyaa... Siapa yang mendapatkannya!'' tanya host.

Eh? Tidak kearah sini ya? akupun memejamkan mataku.

''iya, didapatkan anak muda disebelah sana!'' kata host.

''siapa?'' tanyaku.

''kita!'' teriak Souta tiba-tiba.

Eh? Akupun langsung membuka mataku. Memang Souta yang mendapatkannya...

Bagaimana bisa? Tanpa bertanya, aku langsung melambaikan tangan pada Kira-Sensei.

PEACE... Kira-Sensei memberikan peace padaku dan Souta.

''hahaha!'' tertawaku dan Souta.

Semuanya... Benar-benar tidak terduga!

Terima kasih all, kalian memberikan makna hidup yang terdalam didalam hidupku sebagai Nanashi Murakanai...

Oh ya, gosip disekolah:

''Jagoan situlisan rumput berpacaran dengan Nanashi dari kelas!" itu sekarang benar lho! bahkan, meledak-ledak disekolah...

...

..

.

Thanks for reading ^^
Hahaha,
maaf kalau jelek dan biasa aja..
Review ya ^^
Please... :3