Penipu

(x)

Ah, hari di mana langit akan menjadi merah terulang kembali

Sepertinya amarah menguasai benakku

Dalam setiap hari aku selalu berpura-pura

Menampilkan senyum yang kaku kepada orang-orang itu!

Atas kebencian apa yang bisa membakar jiwa ini?

Siapa yang berbisik di situ?

Jangan mengeluarkan kata-kata memuakkan itu!

Aku menutup mataku, semua terasa panas

Air mata, bisakah kau diam sebentar?

Dan aku hanya bisa tertawa terhadap ketidakmampuanku

Aku tidak benci kau, tapi sebagaimana sifatmu…

Aku ingin mencincang kata-kata kotor itu!

Untuk apa kebaikan dipakai? Itu jelas-jelas menipu diri

Apa yang kau cari, kawan? Bukankah segala hal sudah ada di tanganmu?

Tidak ada yang bisa kuperbuat selain membunuh pikiranku

Dan aku merasa kasihan terhadapmu, kawan

Manipulasimu akan berbalik kepadamu dan berkata,

"Untuk apa kau hidup jika kau tidak mau mengerti?"

Jangankan untuk berbicara, bahkan menutup kuping saja tidak cukup!
Semua tawa dan gurauan itu sangat menyakitkan!

Kau tak tahu bahwa aku bisa membunuh hatimu yang kejam

Tapi betapa bodohnya aku mempunyai "kawan" seperti kau…

Siapa musuh terburuk, amarah atau diriku sendiri?

Kejujuran hati bersembunyi dibalik ambang pintu kegelapan

Dan lidah kasar itu tetap terluka

Menghindar dari permasalahan, aku lebih memilih untuk berlari

Mungkin kau akan berkata hal buruk kepadaku,

Tapi oh tipuan apalagi yang akan kau gunakan untukku?

Kau benar-benar manusia yang memilukan

Bagaimana mereka bisa percaya jika kau telah menyakiti hati orang lain,

Dengan suara diam tidak berperasaan itu?