Aku dan Pilihanku

Setelah 3 tahun aku terus melangkah,

Akhirnya aku harus 4 kali melangkah lagi menuju final

Aku pun harus memilih

Dan dengan pilihanku lah aku melangkah

Dengan penuh harap disertai doa,

Ternyata pilihanku berbuah baik, karena pilihanku juga baik

Aku memilih untuk jujur...

Langkah demi langkah tlah kulewati

Hingga aku di titik final,

Dan di titik inilah mimpiku tak lagi bernyawa

Buah pilihanku memang baik, sangat baik, tapi tak cukup banyak untuk merealisasikan mimpiku

Kecewa memang ada, karena aku harus membiarkan mimpiku mati

Tapi bukankah seharusnya aku bersyukur?

Karena sebenarnya masih ada yang tak memiliki buah kebaikan sebanyak diriku

Bukankah seharusnya aku bangga?

Karena ini adalah buah dari kejujuranku sendiri, tanpa sop buntut yang lezat itu

Meskipun mimpiku tak lagi bernyawa,

tapi aku tetap ada untuk merangkai mimpi baru yang lebih indah

karena aku tau, ini bukan akhir dari perjuanganku

bersama jujurku, langkahku berbuah baik, mimpiku kini tak lagi bernyawa, tapi aku punya mimpi baru yang hidup...

aku memilih lagi,

meninggalkan mimpi lamaku

menyambut mimpi baruku

aku tak istimewa, tapi aku ada

Bandung, 4 Juni 2012

21:58

Sabila Nur Afifah