~Berawal dari sebuah kekaguman~

"Aku sangat mengagumi, Arthur Jacques William!"

"Menurutku itu bukan kagum, Jeremy. Kau terobsesi."

~Dan sebuah kesempatan~

"What? Arthur mengadakan pesta? Aku harus datang, Allen!"

"Tapi, Jeje. Sebenarnya pesta itu…"

"Aku akan melakukan apa pun agar bisa datang ke pesta itu. Termasuk…"

~Kejadian yang tak terduga karena kebodohan~

"Arthur! Apa yang kalian lakukan?"

~Sebuah pernikahan yang tak diharapkan~

"Kalian harus menikah! Hari ini juga!"

~Dan sebuah penyamaran yang terbongkar~

"Whatta hell? Kau seorang pemuda?"

~Masalah yang berawal dari pernikahan bermasalah dimulai~

"Aku tidak menyukaimu! Dan pernikahan ini adalah hal yang sangat tidak kuharapkan, you know?"

"Tidur di luar!"

"Tapi aku uke-mu!"

"Apa peduliku?"

~Sebuah kenyataan dan masalah lain~

"K-kau punya bayi? Jangan-jangan kau wanita, eh?"

"Bodoh! Tentu saja aku pria!"

"Kalau begitu kau uke-ku! Karena kau bisa m-preg! Hal ini akan jadi berita besar! Arthur punya bayi!"

"Diam atau kuusir kau dari rumah ini?"

"Aku adalah suamimu! Bukan baby sitter untuk bayimu!"

~Dan akhir dari masalah atau… awal masalah baru?~

"Ada kabar bahwa Jeremy dan Arthur menikah!"

"Tapi mereka 'kan sesama lelaki?"

"Aku tidak mengira ternyata Arthur punya kelainan! Sayang sekali!"

.

.

"Kasihan sekali Arthur yang menjadi korban Jeremy!"

"Kenapa hanya aku yang menjadi pihak bersalah?"

~Dan sang orang ketiga datang~

"Aku mencintainya…"

"Apa ini artinya kau tidak mencintaiku."

"Tidak. Aku tidak pernah bisa mencintaimu…"

.

.

"Kau tahu satu hal terakhir yang sangat kuinginkan?"

"What?"

"Aku ingin kita… cerai…"

"Baiklah…"

.

.

"Terima kasih telah mencintaiku…"

.

.

.

.

.

.

BERSAMBUNG...