VERANO A DINAMARCA *

Carl A. R / N. Phan

Tiga nama yang sama, berbeda permasalahan dan asal usul.

THREE POV-ROMANCE [semi erotica for next chapter]

Warning: rate M for later chapter, mention of adult things.


PROLOG

Tiga nama yang sama tetapi tiga kepribadian yang berbeda satu sama lainnya. Bahkan berbeda asal usul dan berbeda kewarganegaraan.

Memiliki masalahnya masing-masing dan berusaha untuk menyelesaikannya.

Satu hal yang pasti, mereka mencari cinta sejati di dalam hidupnya. Demi meraih kebahagiaan yang pasti dan orang yang mereka paling cintai di dalam hidupnya.


København, Danmark


"Habiskan makananmu, signorina [1]! Atau padre [2] akan memukul pantatmu seperti kemarin malam."

Gadis kecil berusia lima tahun itu duduk di kursinya sambil cemberut dan menatap kesal sang ayah. Lagi-lagi sang ayah memaksa si gadis kecil itu untuk menghabiskan makanannya.

"Aku tidak mau makan ini!" gerutu sang anak yang bernama Fiorella tersebut sementara sang ayah sama sekali bergeming, seolah-olah sudah tahu bagaimana kelakuannya. "Aku tetap tidak mau!"

"Makan!" balas sang ayah dan memukul kepala Fiorella pelan. "Atau kau akan sakit, signorina."

Fiorella kembali menggerutu dan menghabiskan makanannya dengan sangat terpaksa. "Aku nggak suka sama padre. Padre jahat sama Fio dan berbeda dengan madre."

"Hm?"

"Madre sayang sama Fio dan tidak pernah memukul kepalaku seperti padre," ujar Fiorella dan kembali ke kamar sambil membawa boneka elk kecil. "Ti odio [3], padre!"

Carl R. Cassano bukannya tidak mengerti dengan keadaan Fiorella. Sejak istrinya meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Milan setahun lalu, Carl berubah menjadi keras dan terlalu mengekang Fiorella. Membuat Fiorella sering membanding-bandingkan Carl dengan mendiang ibunya, Marianne.

Takut kejadian yang sama terulang kepada Fiorella, Carl memutuskan untuk pindah ke København atau orang sering mengatakan dengan sebutan Kopenhagen.

Sudah setahun Fiorella selalu mengeluh bahkan berkata kepada tetangga bahwa Carl tidak memperhatikan dirinya. Untung saja Fiorella berkata dalam bahasa Italia dan mereka tidak akan mengerti dengan apa yang dikatakannya, pikir Carl.

Ia tersadar, semua keluhan Fiorella merupakan pelajaran baginya.

Apa keputusannya untuk pindah ke Denmark merupakan hal yang salah? Apa memang seharusnya ia bertanya kepada Fiorella?

Sejak mereka pindah, Fiorella berubah menjadi sensitif dan selalu memaksa Carl untuk kembali ke Italia. Barangkali Denmark bukanlah tempat yang cocok untuknya karena Fiorella tidak bisa berbahasa Denmark seperti dirinya.

Apa yang dikatakan Fiorella berbeda dengan kenyataannya. Carl terlalu mencintai Fiorella dan apapun akan Carl lakukan asalkan Fiorella senang.

Faktanya adalah ia bukan ayah yang baik bagi Fiorella. Tanpa sadar ia sering mengabaikan Fiorella dan terlalu sibuk dengan urusannya yang bisa dikesampingkan.

Sven Jorgensen yang merupakan teman dekat Carl di Denmark pernah mengusulkan agar Carl segera mencari calon ibu baru untuk Fiorella tetapi dengan tegas Carl menolaknya.

"Tidak ada wanita lain yang bisa menggantikan posisi Marianne. Lebih baik aku yang mengurus Fiorella sendirian daripada melihatnya sedih.

Ketika pertanyaan itu dilontarkan kepadanya, Carl menjawabnya dengan penuh keyakinan. Sekarang ia sudah tidak bisa mempertahankannya. Sebagai pria, ia merindukan kehadiran seorang wanita di sisinya.

Apalagi melihat perkembangan Fiorella yang sekarang ini, mungkin Carl harus segera mencari wanita yang mau menjadi ibu dari Fiorella.


Stockholm, Sverige


"Kau selalu memperhatikan anak sialan itu, Carl. Tidak bisakah kau sedikit memperhatikanku, huh?" Fredrika mengeluh. "Apa gunanya memperhatikan wanita setengah lelaki seperti dia. Lebih baik kau perhatikan aku."

Carl Sørensen tidak mendengarkan perkataan Fredrika dan sibuk dengan iPhone-nya, menunggu pesan masuk dari seseorang yang paling ingin ia temui. Gadis itu, bisa dibilang sama sekali tidak istimewa bahkan buruk dari segi fisik dan kelakuan.

Adrianne Linnea: Temui aku di tempat biasa. Di tempat biasa kita bercinta.

Carl tersenyum kecil membaca pesan yang baru masuk. Gadis pemberani, pikirnya. Blak-blakan tanpa rasa malu sedikitpun.

Tapi itulah yang ia sukai dari Adrianne. Setiap melihat tingkahnya, mau tak mau Carl luluh.

Dengan cepat ia membalas pesan Adrianne.

Carl Sørensen: Baiklah, min kærlighed [4]. Satu jam lagi aku akan segera ke sana.

Anehnya ia terpikat dengan gadis itu. Gadis itu tidak seburuk dugaannya dan bisa dibilang lebih alami dibandingkan wanita yang Carl kenal—terlalu banyak mengenakan make up sehingga lebih mirip kulit dempulan dibandingkan alami. Salah satunya adalah Fredrika.

Lucu memang bahwa ia jatuh cinta pada anak pacarnya sekarang. Sang anak yang tidak pernah dianggap oleh Fredrika, disia-siakan begitu saja seolah-olah anak itu hanya kebetulan ada. Ironi yang begitu indah, wanita sekarang hanya mementingkan karir dan dirinya sendiri. Demi ambisi, mereka rela membuang hal yang paling berarti dalam hidup mereka.

Ia pernah jatuh cinta pada Fredrika tetapi lebih bersifat fisik semata. Begitu tahu Fredrika yang sebenarnya, Carl mulai menyesal apalagi ketika bertemu dengan putrinya yang sifatnya terlalu bertolak belakang dengan Fredrika. Putrinya, Adrianne dengan jelas menunjukkan apa yang ia mau dan tegas. Tanpa kenal rasa takut sekalipun menghadapi masalah tersulit sekalipun.

Sejak saat itu, mata Carl seperti tidak bisa lepas dari Adrianne. Ingin memeluknya dan menggodanya lebih dalam lagi. Memadu cinta dengan sang anak secara diam-diam, merasakan kulit lembutnya dan tubuh wanitanya yang tertutup oleh sifat kelelakian yang biasa ditampilkan di depan umum.

Untuk pertama kalinya, ia benar-benar jatuh cinta. Bukan kepada wanita cantik yang sering ia temui.

Ia memilih untuk membiarkan gairahnya terbakar dengan kobaran api asmara yang ditujukan untuk si anak. Carl mengakui bahwa dirinya jatuh cinta dengan perawan kecil yang pemarah sekaligus keras kepala. Berkali-kali Carl menundukkannya, tetapi gadis itu selalu bangkit dan balik menyerangnya. Berbeda dengan Fredrika, sang ibu. Setiap ia bertengkar dengan Fredrika, wanita itu selalu mengeluarkan tangisan buayanya yang membuat Carl muak setengah mati.

"Carl, kau mendengarkanku?"

"Um, yeah," jawabnya asal dan menghisap cerutunya. "Sudah malam dan ini saatnya aku pulang ke rumah. Bye, Fredrika."

Lagi-lagi, Carl berbohong—ia ingin bercinta dengan Adrianne dan menghabiskan malam bersamanya. Ia berbohong kepada Fredrika berkali-kali, selama dua tahun belakangan ini. Dalam hati Carl agak menyesal melakukannya tetapi apa boleh buat, semua sudah terjadi dan seharusnya ia berpikir lebih matang lain kali. Tetapi di sisi lain ia menikmati cinta terlarang ini dan suatu saat ia akan melepaskan Fredrika di dalam kehidupannya.

Jika Fredrika menyia-nyiakan Adrianne maka Carl yang akan berperan ganda untuk Adrianne. Sebagai ayah, kekasih dan kekasih gelap.

Cinta yang gila. Obsesif sekaligus memabukkan. Persetan bahwa Adrianne masih delapan belas tahun sementara ia sudah hampir empat puluh tahun.


Madrid, España


Semua orang pasti akan bilang menjadi Carl Hector-Alvarez itu sangat enak. Ia adalah penulis cerita erotica yang terkenal di seluruh Eropa serta Amerika dan baru-baru ini akan merambah ke Asia. Tidak hanya itu saja, Carl juga seorang penyanyi Latin ternama yang mengcover lagu dari senior-seniornya seperti Sue Moreno, Placido Domingo, Julio Iglesias.

Baik wanita dan pria kagum kepada Carl. Carl memiliki wajah yang tampan khas Latin walaupun dalam faktanya ia adalah keturunan Swedia. Sikapnya yang elegan dan peduli terhadap fans membuat Carl terlihat mempesona. Sorot mata yang tajam di luar tetapi sebenarnya melembut, itulah pesonanya.

Tetapi adalah fakta memilukan bahwa ia sudah berumur empat puluh dua tahun dan belum memiliki pendamping hidup sementara teman-temannya sudah berkeluarga bahkan sudah memiliki anak yang cukup besar.

Lagipula, ia tidak berniat untuk mengikatkan diri ke dalam pernikahan. Untuk apa, toh ia memiliki banyak keponakan yang bisa ia manjakan dan wanita cantik yang silih berganti datang ke dalam kehidupannya yang semakin keras.

"Kau tidak berpikir untuk berkeluarga dan memiliki anak sendiri, mi amigo [5] ?" tanya Fernandez Colunga dan membawa anaknya yang berusia lima tahun, Lucas.

"Itu bukan masuk ke dalam rencanaku," Carl berkata dan memainkan penanya. "Aku sudah cukup puas berkencan dengan wanita-wanita cantik itu dan mereka hanyalah mainan untuk ide ceritaku."

Fernandez tertawa. "Kau memang misterius, Don Juan. Pikiranmu sangat sulit ditebak dan aku kagum dengan caramu. Jika kau jatuh cinta dengan seorang wanita, apa yang akan kau lakukan?"

"Aneh sekali kau berkata seperti itu," Carl bergumam dan menatap heran teman baiknya sejak ia kecil. "Aku sama sekali tidak pernah jatuh cinta kecuali pada ibu angkatku sendiri."

Ia teringat dengan seorang wanita cacat yang ia temui di kompartemen. Wanita itu sangat cantik dan sendu. Hanya berbicara beberapa patah kata dan menatapnya dingin. Ketika Carl bertanya apakah wanita itu tahu mengenai dirinya, wanita itu menjawab tidak. Wanita itu hanya berkata bahwa ia kabur dari rumah dan menuju ke rumah saudaranya yang berada di Madrid.

Selama sisa perjalanan, ia hanya memandangi betapa cantiknya wanita itu dan mendapatkan fakta bahwa wanita itu lebih muda dari usianya yang sebenarnya.

Gadis itu bernama Severina Cecille-Armando. Nama yang indah sekaligus menyedihkan. Severina berarti terputus.

Sejak di kereta itu, Carl tidak berhenti memikirkan Severina. Aneh memang, ia memiliki niatan gila mengenai gadis itu. Niatan gila nan erotis. Jauh lebih gila dari apa yang pernah ia tulis di novella [6]. Seumur hidup Carl, ia tidak pernah merasakan bagaimana rasanya ia bergairah dengan gadis belia dan sebentar lagi ia akan benar-benar merasakannya. Ini akan menjadi petualangan cinta yang erotis dan manis.

Sudah bertahun-tahun ia menghadapi wanita cantik manapun dan ini saatnya ia melakukannya kepada Severina, sang gadis Galicia. Pasti akan berhasil.

TBC


Author Notes: Saya nggak bisa lanjutin orific yang satu lagi karena idenya mentok lagi =w= Ide mengenai tiga Carl ini muncul pas lagi dengerin lagu Placido Domingo yang berjudul Noche Azul. Oke, sebenarnya nama Carl dalam versi Spanish dan Italian itu juga ada tetapi saya lebih suka dengan nama yang pertama.

Untuk chapter selanjutnya akan kumunculkan salah satu dari Carl ini. Mau Carl yang mana? Italia? Spanyol? Atau yang Denmark dulu yang dibuat.

Glosarium:

1. signorina (italian)=nona

2. padre (italian/spanish)=ayah

3. ti odio (italian)=aku benci

4. min kaerlighed (danish)=sayangku

5. mi amigo (spanish)=temanku

6. novella (spanish)=istilah novel untuk novel Spanyol

*Summer at Denmark