""

Ah Kun, Dainase, Milla, dan Khiupy terus mencari Liling dan Zhiu Wan. Lalu mereka senua mendengar suara teriakan. Mereka langsung menuju ketempat dari mana suara itu berasal. Milla melihat sebuah rumah yang angker dan melihat ada benda didepan rumah itu.

"Semuanya...Lihat apa yang aku temukan!", Milla memberitahu. Semudian mereka melihat benda itu secara dekat

"Ini kan kamera yang dibawa Liling!", Ah Kun menjelaskan.

"Milla, kau menemukan benda ini dimana?~kyu~", tanya Khiupy.

"Disana...!", kata Milla sambil menunjuk kearah rumah yang miserius itu. Mereka pergi dan sedang berdiri didepan rumah itu.

"Aku sangat yakin, mereka ada didalam!", pirasat Dainase yang mengatakan mereka semua harus masuk kedalam.

"Tapi...Pintunya terkuci ~kyu~", kata Khiupy yang mendobrak pintunya yang susah dibuka.

"Kalau begitu, kalian keluarkan jurus andalan masing-masing! Cepat...!", usul dan perintah Ah Kun. Kemudian Dainase, Khiupy dan Milla mengeluarkan jurus mereka dan pintunya pun hancur. Dan semuanya kaget karena melihat Zhiu Wan dan Liling dilumuri darah.

"Apa yang terjadi?", tanya Dainase yang sangat kaget.

"Tidak ada waktu untuk menjelaskan!", bentak Liling.

"Ada musuh yang harus dihadapi!", kata Zhiu Wan melanjutkan kalimat Liling. Kemudian makhluk gaib yang menyerang Liling dan Zhiu Wan menghadang mereka.

"Apa?", serempak Ah Kun, Milla, Dainase, dan Khiupy yang kaget dan tidak percaya.

"Biar aku yang menghadapinya... Pasangan kalian dalam bahaya, jadi kalian tidak bisa Evolusi Tempur!", Khiupy menjelaskan kepada Milla dan Dainase.

"Baiklah... Khiupy, EVOLUSI TEMPUR", ucap Ah Kun.

Khiupy sudah Evolusi Tempur dan mulai menyerang, tapi serangannya ditangkis oleh Makhluk gaib itu. Khiupy sangat terdesak, ia juga sudah tidak bertenaga lagi. Kemudian makhluk gaib itu menyerangnya, tapi ada yang menolongnya. Yang menolongnya adalah Taliku dengan pasangannya Tianlou.

"Anak payah...", penik Liling yang kaget dan tidak disangka-sangka dia datang untuk membantu.

"Tianlou.. Bagaimana kau bisa kesini?", tanya Ah Kun.

"Tentu saja aku mengikutimu sampai kesini!", Tianlou menjelaskan.

Kemudian musuh kembali menyerang, Taliku lengah dan terkena serangannya. Makhluk gaib itu tidak mempedulikan mereka dan ia menyerang Zhiu Wan dengan pedangnya.

"ZHIU WAN...", teriak Liling yang sangat panik dan... (Tahukan bunyi tebasan pedang?) "AARRGGHH", teriak Liling kesakitan. Darahnya menciprat ke wajah Zhiu Wan dan semuanya sangat kaget. Rupanya yang kena dati Makhluk gaib itu tidak mengenai Zhiu Wan, tapi mengenai tepat dijantungnya Liling.

"Liling...", serempak semuanya.

"Li...Li...Liling...K...K...Kau..?", kata Zhiu Wan yang sangat tidak percaya dan ingin menangis.

"Kau tidak apa-apa kan Zhiu Wan?", tanya Liling dengan suara yang lembut seperti hembusan angin. Darah yang dikeluarkan Liling sudah mulai banyak.

"Liling...", serempak Ah Kun dan Dainase yang juga ikut bersedih.

"Liling... Kenapa kau melakukan semua ini?", tanya Zhiu Wan yang sudah mengeluarkan air mata sambil memeluk Liling dengan erat.

"I...I...Itu karena... Aku.. jatuh cinta padamu... Zhiu Wan!", Liling menjelaskan ditelinga Zhiu Wan.

Mata Zhiu Wan terbelak sedih bercampur senang, tidak dia sangka. Liling menyukainya. Kemudian Zhiu Wan mentidurkan Liling dan berdiri. Tatapan Zhiu Wan sangat serius.

"Aku... Aku... Aku tidak akan mengampunimu...!", bentak Zhiu Wan yang sangat kesal karena perbuatannya pada Liling. "Milla... EVOLUSI TEMPUR", Zhiu Wan sudah tidak bisa menahan emosinya lagi dan Milla pun berubah.

"Milla... Serang dia dengan seluruh tenaga...", perintah Zhiu Wan.

"Baiklah...", jawab Milla dan mulai menyerang dengan jurus andalannya. Dan serangannya mengenai lawan dan lawannya pun musnah.

"Ber...Berhasil...", kata Tianlou yang sangat kaget dengan nada pelan.

"Walaupun kita berhasil mengalahkannya, tapi... Liling...", kata Ah Kun yang belum menyelesaikan kalimatnya dan semuanya menengok ke arah Liling.

"Liling... Liling... Jangan pergi...", kata Zhiu Wan yang sudah menjatuhkan air matanya.

"Zhi... Zhiu Wan, kau jangan bersedih...", kata Liling sambil menghapus air matanya Zhiu Wan.

"Padahal kita baru bertemu, tapi kau... kau...", kata Zhiu Wan yang tidak sempat menyelesaikan kalimatnya.

"UUEEKKHH", Liling sambil memuntahkan darahnya.

"LILING...", serempak semuanya yang sangat khawatir.

"Liling, aku tidak mau kau pergi. Karena aku juga jatuh cinta padamu!", Zhiu Wan menjelaskan dan air matanya jatuh.

"Be...Be...Benarkah.. I...", tanya Liling yang belum menyelesaikan kalimatnya dengan sisa-sisa tenaganya. Karena Zhiu Wan mengambil first-kiss untuk Liling, semuanya hanya termangap karena mereka tidak percaya dengan apa yang dilihat mereka.

"Zhiu Wan...", serempak semuanya dengan nada do.

"Trima kasih atas kiss yang kau berikan. Se...La...Mat tinggal... Zhiu Wan...", kata Liling dan matanya perlahan-lahan tertutup.

"Liling...", serempak semua dengan nada SI karena Liling sudah...

"Jangan pergi...", teriak Zhui Wan sambil memeluk Liling dengan erat dan ia mulai menangis.

(KEESOKAN HARINYA)

Cuaca sekarang sedang hujan, sepertinya langit ingin menangis. Jasatnya Liling dimakamkan, Zhiu Wan hanya bisa menangis di batu nisan Liling. Ah Kun dan Tianlou merenungkan kepergiannya. Dainase, Khiupy, Milla, dan Taliku bersembunyi dibalik batang pohon dan juga ikut berdoa atas kepergian Liling.

"Zhiu Wan, kau jangan bersedih lagi!", kata Tianlou sambil memukul bahu Zhiu Wan dengan pelan.

"Dia benar, Liling akan selalu bersamamu!", kata Ah Kun menjelaskan.

"Dimana?", tanya Zhiu Wan dengan perasaan yang sangat sedih.

"Dihatimu...", serempak Ah Kun dan Tianlou. Zhiu Wan mengangguk dan mengusap air matanya.

~THE END~

A/N: Selesai juga ceritanya, aku memang paling suka akhir cerita seperti ini. Semoga kalian menyukainya.