Kau Palsu, Aku Semu

© Alitheia

;

Aku bukan sahabatmu

Aku memang teman dekatmu

Aku juga teman baikmu—

anggaplah begitu kalau mau

Tapi tolong jangan,

jangan bilang kalau akulah sahabatmu

Karena aku bukan,

aku bukan sahabatmu

.

Aku bukan sahabatmu

Tapi aku ada di sini,

aku peduli,

aku sudi

.

Aku bukan sahabatmu

Tapi kukorbankan waktuku

Kuberikan tenagaku

Kudengarkan deritamu

Kuhapus air matamu

Kuobati lukamu

.

Aku bukan sahabatmu—

meski kau menganggap begitu

Tapi aku tetap berusaha semampuku untukmu

"Berbahagialah, ada cerah masa depan untukmu,"

optimismeku—kebohonganku

.

Kukira aku yang gagal

Namun ternyata segalanya palsu

Lucu sekali saat kutahu,

orang yang telah kujaga sekuat tenaga,

ternyata hanya penipu yang mahir bersandiwara;

bahwa segala usaha,

hanyalah sia-sia

Semua sakit yang kau curahkan,

hanya penambah beban;

meminta belas kasihan

Oh, kau palsu, aku semu

Cukup adil

.

Hanya satu tanyaku;

aku memang bukan sahabatmu,

meski begitu, simpatiku nyata,

sayangku ada,

hirauku bukan cuma pura-pura,

tapi perlukah kau untuk mengkhianatiku?

.

Kau memang palsu, dan aku dianggap semu

Lebih baik kau pergi

Hapus aku dari memori

Dan semoga kita tak bertemu lagi

.

Tapi andai saja suatu hari

Kau peduli untuk menoleh ke jalan yang telah kau lewati

Biarlah kau menemukan,

bahwa tempat sampah lamamu masih di sini


A/N: Poetry pertama, dan fail. orz Saya nggak pernah bisa bikin puisi, memang. Lagian saya sebenernya cuma mau numpang curhat doang kok, ahaha. #dor Saran, kritik, kesan? Saya akan senang mendengarnya. :D