A/N: Ayo, cepat-cepat ingin lanjutin cerita yang lain...

I'm Sorry

Yumi, Ahiru, Ryo dan Ulrich benar-benar sangat marah, karena hal yang tadi telah terjadi.

"Hei, masalah kecil seperti itu jangan diperdebatkan!" ucap Jeremy.

"William pada Yumi, Ulrich pada Sissi, Ahiru pada Fakir, dan Jo pada Ryo" Aelita melanjutkan kalimat Jeremy.

"Apakah itu jadi masalah kalian?" bentak Ulrich.

"Kalau kalian peduli jangan ganggu kami" bentak Ryo juga.

Kemudian semua membuang muka kecuali Aelita dan Jeremy. Semuanya telah tiba di tempat sesuai dengan permintaan Ahiru, yang lainnya telah tiba lebih dulu dari mereka semua.

"Hei lama sekali!" ucap Ouyang Ling tetap pada nada dinginnya.

"Kalian kemana saja?" tanya Tokichi.

"Itu bukan urusan kalian" serempak Ryo, Ulrich, Yumi dan Ahiru yang masih marah.

"Kalian kenapa, kok marah begitu?" tanya Retsu.

"Kalau kami beritahu, ya pasti kalian tidak menduganya" jawab Jeremy.

"Cukup sudah, kapan kita latihannya?" tanya J dengan santai.

"Minggu depan, ya sekaranglah" jawab Odd dengan nada sedikit kesal.

"Ayo kita latihan, kulitku sudah gatal-gatal nih!" Go sangat mengeluh.

Lalu semuanya latihan, latihannya selama 3 jam.

"Uwahh...Formasinya masih acak-acakan" Go berteriak sambil mengacak-ngacak rambutnya.

"Kalau masih berantakan, kita harus tetap latihan !" usul Pak Hendra.

"Walaupun sudah bagus, tapi harus latihan lagi agar lebih bagus lagi" ucap Odd dengan santai.

"Besok lagi kita akan melanjutkan latihannya!" perintah Ahiru.

"Kenapa?" tanya Odd

"Dasar bodoh, sekarang sudah mau larut malam Odd!" serempak semuanya. Kemudian semuanya pergi meninggalkan Odd sendiri.

"Tapi aku masih ingin latihan!" bantah Odd.

"Kalau kau terus latihan maka tubuhmu jadi kurus kering!" ejek Go.

"Aku bukan kurus kering, tapi aku langsing!" jawab Odd dengan nada senang.

"Memang ada bedanya?" tanya Tokichi.

"Tentu saja"

"Kalau kau diam disitu, kau akan ketinggalan makam malam!" Ulrich menjelaskan.

"Hei... Tunggu aku" ucap Odd dan ia segera menuju rombongannya.

Semuanya berpencar untuk mencari makan malam masing-masing, Ahiru pergi bersama Ryo. Mereka masing marah dan mereka saling membuang muka. Ahiru merasa tidak enak hati pada Ryo, begitupula sebaliknya.

"Err... Ryo... Kau marah padaku?"

"Err... Hanya sedikit!"

"Aku ingin minta maaf padamu Ryo!"

"Begitu pula denganku Ahiru" Entah kenapa wajah Ryo dan Ahiru menjadi merah, dan mereka tertawa bersama.

Disaat yang bersamaan, Yumi dan Ulrich sedang berjalan bersama. Ulrich memasukan tangannya kedalam saku celananya dan ingin mengatakan sesuatu.

"Yumi, kau pasti marah padaku? Iya kan?" tanya Ulrich dengan ragu.

"Sedikit, memang kenapa?"

"Aku ingin... minta maaf padamu Yumi!"

"Soal kejadian siang tadi?

"I..Iya"

"Dari awal aku sudah memaafkanmu, karena mana mungkin kau mendekati gadis yang bernama Sissi itu. Benarkan Ulrich?"

"Tentu saja, lagi pula dia sangat mengganggu"

"Benarkah?"

"Tentu Yumi, tentu" jawab Ulrich dengan santai. Kemudian mereka melanjutkan kembali mencari makan malamnya.

┬╗ To Be Continue┬ź