aku melihatmu, aku melihatmu
aku melihat segalanya
kebajikan
kebengisan
kemarahan
keramahan
di sana, di situ, di sana
aku bisu, tapi aku tak buta
aku melihat kau dan kau dan kau
seperti aktor, seperti aktris
berbohongberbohongberbohong
topeng emas di wajah cantik kalian
di sudut ruang ini, aku melihatmu
matamu memutar saat bosan
jari menutup bibir yang terbuka bila rasa kejut datang
senyum merekah di wajah bila ia yang dinamakan belahan jiwa bercanda
kerutan di kening saat bahagia tak berhasil menyapu kemarahan
aku melihat segalanya
karena aku tak buta
seperti yang kaukira
karena aku bukanlah hantu
seperti yang kaukira
karena aku bukanlah linglung
seperti yang kaukira
kau hanya tak mau menerimaku
semacam sampah masyarakat
oh bisa saja aku memberi propaganda
menyebar fakta berwujud gosip
dan kau berguling jatuh dari tahtamu
tapi kubiarkan diriku menjadi enigma
mengobservasi kau dan kau dan kau
mengupas kejujuran dengan kebohonganmu
sementara aku menunggu seseorang
datang untuk membuka teka-teki
enigma dalam diriku
tapi
sekarang, sekarang, sekarang
sepasang mata di wajahku
menatapmu lekat-lekat
aku melihatmu, aku melihatmu