Tersirat

Written by V. Vichi L.


Waktu memutuskan untuk terus berjalan

Menuju setapak angan yang tak tergapai,

Menuju lambaian senja-senja lama yang tak terurai

Kemudian di sini hampa; di sini sepi

Tak ada lampu taman yang menerangi

Selanjutnya kutahu bahwa kuharus mengulangi

Potongan kaset klise kecil bernamakan kenangan

Kedua matamu berkedip penuh sesak

Menyakitkan, menciptakan bercak

Di awan putihku yang berpayung

Di asaku yang tak berujung

Ketika tangan itu kemudian kau lambaikan;

Kau angkat dan ayunkan,

Aku terjatuh melihatmu tak lagi menapaki

Lapak rentan yang kita berdua tempati

Hidupi, cintai, diami sampai mati

Di belakang aku tertatih

Menggapai-gapai kekosongan yang tak teraih

Kata-katamu tak lagi seumpama embun;

Penuh penat tak berhingga yang menimbun

Tatapanmu tak lagi sama

Akanku yang kemudian dinilai fana

Lalu jalan kita berkelok,

Aku tertohok

Dan bergeming kau di sana

Menguasai langit, langlang buana

Kau meninggalkanku di belakang

Di masa kumembutuhkan sebuah bahu untuk sandaran

Ingin kumembuatmu sadari

Arti hari-hari

Ketika kita bertukar senyuman,

Peluh, keringat, dendam dan perasaan

Namun tak dapatkah kau mencari tahu

Sendiri, berpaling dari semua anganmu

Bahwa seluruhnya tidaklah selalu tersurat;

Butuh pencarian tanpa istirahat

Maka diamkan saja aku di sini

Hingga kau siap untuk kembali

Aku akan menunggumu di tempat yang sama,

Di tempat kita mengibarkan nama.


23:51:30 PM, 27 Juli 2012. Untuk seorang teman.