| Knocked up |

Pair: TYL0514!

Author: 12

Rate: M

Category: Romance, Comedy

A/N: Terinspirasi dari sebuah ide konyol yang terlahir atas curcol dari oknum "K"… ini bodoh dan gila, tapi sepertinya menarik! HUAHAHAHAHAHAHA! Oke, untuk memperjelas, time setting adalah TYL (10-years-later) yang berarti Kevin dan Saga sama-sama berusia 29 tahun! Fuck yeah! Viva long lasting relationship!

Disclaimer: This story belongs to Shinobi Famiglia! But Tenma and Saga belongs to each other. For real! Fiction only (though I hope it could turn into real)

Warning: boy x boy, I'll tell another warning soon! Te-hee! :D

Don't like, don't read! I'll kill you if you dare to bash this awesome pairing!


Chapter 1: Life is not like a boat


"Nobody knows who I really am

I never felt this empty before

And if I ever need someone to come along

Who's gonna comfort me and keep me strong?"

Lantunan lagu dari Rie fu yang berjudul Life is like a boat itu melantun menemani Kevin yang sedang duduk sembari merokok di balkon apartement. Ah, ralat, ia tidak merokok. Hampir, tapi ia tidak jadi melakukannya seketika ia ingat janjinya pada Saga.

Haruskah ia kembali diingatkan apa yang dilakukan pacarnya itu untuk menghukumnya? Bahkan Kevin tidak ingin membayangkannya lagi. Ngeri.

Sore yang sunyi sekali. Tidak ada siapa pun menemaninya disana. Bahkan tidak ada anjing ras Alaskan Malamute yang biasanya selalu setia berada disana.

Lalu kemana Saga? Nanti akan terjawab.

Well, kembali ia mendengarkan lantunan lagu itu.

Life is like a boat.

Hidup seperti perahu? Ah, ya, tentu saja. Karena hidup itu tidak pasti dan selalu bergoyang seperti perahu yang terdorong derasnya arus? Karena itu lagu ini mengandaikan hidup seperti sebuah perahu?

Maaf, tapi Kevin tidak setuju. (Sebenarnya tidak ada yang tanya sih, tapi ya sudahlah.)

Menurutnya, hidup itu harusnya seperti roda bukan perahu. Ada kalanya hidup berada di atas dan di bawah seperti roda yang berputar. Bukan sekedar bergoyang dan statis di tempat. Mana ada juga sih hidup yang terpaku pada satu masa? Tidak ada kan?

Jadi, ya, seperti yang ia katakan barusan. Hidup itu seperti roda. Kadang di atas, kadang di bawah, dan kadang ketika peruntunganmu sedang jelek maka roda itu akan kempes.

Kalau diibaratkan sekarang, hidup Kevin layaknya roda kempes yang baru saja tertusuk paku di jalanan mendadak tanpa peringatan. Sekonyong-konyong terjadi begitu saja.

Kevin menikmati senja mentari yang perlahan menghilang di ufuk barat dan membiarkan semilir angin menerpa wajahnya. Ia menghela nafas pendek (entah keberapa kalinya hari ini) dan menopangkan dagunya dengan lesu di balkon apartementnya.

Kenapa?

Baiklah, sekalian untuk menjawab pertanyaan sebelumnya; "Kemana Saga?", sebenarnya hari ini keduanya mengalami pertengkaran hebat. Saga yang muak lalu mengambil kunci mobil dan bergegas pergi entah kemana. Klasik. Dan seperti pasangan suami-istri yang bertengkar, 'sang anak' alias belle, si anjing ras Alaskan Malamute pun dibawa pergi oleh sang nyonya.

Terjawab sudah kenapa sekarang Kevin menjadi penghuni terakhir di apartment mereka.

"We are all rowing the boat of fate

The waves keep on comin' and we can't escape

But if we ever get lost on our way

The waves would guide you through another day"

Bukan pertama kalinya mereka berdua bertengkar, justru hampir setiap hari, setiap saat. Menyatukan seorang natural idiot dan jenius congenital bukan hal yang mudah, trust me.

Tapi mungkin ini pertama kalinya Kevin tidak mengambil inisiatif untuk mengajak sang prince of Shinobi baikan. Buktinya ia diam saja dan tidak menyusul pacarnya. (Padahal biasanya ia selalu mengekor kemana pun Saga pergi.)

Apakah itu berarti pertengkaran kali ini bukan kesalahannya? Apakah pertengkaran kali ini merupakan salah Saga? Well, sebenarnya bahkan bisa dibilang ini bukan salah keduanya.

Kalau ada yang bisa disalahkan, mungkin itu adalah takdir. Ya, takdir. Karena hal seperti ini hanya bisa terjadi karena permainan iseng dari sang takdir.

Kevin kembali menghela nafas sembari mengalihkan pandangannya kepada strip alat pendeteksi hormon HCG yang ia keluarkan dari saku celananya. Helaan nafas kembali terdengar di senja yang sunyi di balkon apartement mereka.

-To be continue-