aku melupakan larangan leluhur
dan duduk di depan pintu
menantimu, oh sahabat
mengetuk pintu tiga kali

tok. tok. tok.

lalu bertanya:

"apa kau baik-baik saja?
panggil saja kalau kau perlu
sesuatu dariku."

ya, aku membutuhkanmu;
bisikkanlah,
"dunia merasa beruntung
karena kau berada di sini."

beri aku rasa percaya diri
dari senyum abadi selain cinta tak terbalas
dan kasih sayang orang tua
sehingga kakiku ingin berjalan lagi

meski itu hanya
sebuah imajinasi
yang meledak
dari keinginan di masa sekolah