| Don't play with your food |

Pair: 0514

Author: 12

Rate: M

Category: Romance

A/N: This fic is based on Tenma Hishimaru's pervert idea. Seriously, he's the real magnificent pervert bastard. We really love yooouuu, Te-chan! :D

Music : Cinema Bizarre – My obsession

Mood : Pervert mode on (?)

Disclaimer: This story belongs to Shinobi Famiglia! Tenma and Saga belongs to each other and there's no doubt about it.

Warning: boy x boy, Lemon (Yes, this mean S-E-X.), and this is count as maniac. Te-hee!

Don't like, don't read! (Oh, and prince, this is what Tenma actually want to do to you… And I would be so happy if you turn this into reality~ Te-hee! :D)

Happy reading! Enjoy this, you pervert! :D


Saga memutar keran showernya lalu mengibaskan rambutnya yang masih setengah basah. Ia berjalan mengambil handuk yang mengantung untuk mengeringkan tubuhnya. Ia memang terbiasa mandi pada malam hari seperti ini. Menurutnya itu membantunya untuk tidur. (Dia memang menderita insomnia kronik.)

Setelah selesai mengenakan celana panjangnya, ia melangkahkan kakinya keluar. Ia memang terbiasa berkeliaran dengan topless di dalam apartementnya. Toh hanya dia dan Tenma yang ada disana. ...Oh ya, juga dengan anjing kecil ras Alaskan Malamute yang sekarang sudah tidur nyenyak di dalam kamar mereka.

"Belle, lo laper nggak? Mendadak gue laper nih." ujar Tenma seketika Saga melintas tepat di belakang tempat ia duduk. "Cari makan di luar yuk?"

"Repot banget sih keluar jam segini? Gue baru aja selesai mandi. Gue mau tidur." tolak Saga sembari berjalan ke arah dapur lalu mengambil sebotol susu dari dalam lemari es. Ia langsung menegaknya habis. "Udah lo masak aja, nih banyak bahan makanan kok." tandasnya.

"Gue lagi males masak, sayang." rajuk Tenma manja. "Kecuali lo mau masakin?" tanyanya sambil nyengir penuh harap.

"No way in hell." tolak Saga cepat. Maaf-maaf saja, ia tidak mau direpotkan Tenma di tengah malam seperti ini.

Saga berjalan ke arah sofa dimana Tenma duduk dan sekonyong-konyong merebahkan diri di atas pangkuan pacarnya. Ia bahkan sama sekali tidak mempedulikan celana Tenma menjadi basah lantaran rambutnya yang masih setengah basah.

Tenma tidak mempermasalahkannya, ia mengelus lembut wajah Saga dengan punggung tangannya lalu mengecup kening Saga.

"Lo emang nggak laper?" tanya Tenma masih berharap. "Nggak mau makan lagi?"

"No, thanks."

"Yah, gue lagi males masak, sumpah deh." rajuk Tenma, masih berusaha mengubah pendirian Saga. "Jam segini juga udah nggak ada delivery lagi." tambahnya makin memelas.

"Urusan gue gitu? Udah lo nggak usah bawel. Lo ngapain kek biar lo lupa sama cacing-cacing di perut lo itu." sahut Saga ketus.

Mulanya Tenma hanya mendecak pelan lalu memanyunkan bibirnya kecewa namun Saga tetap tidak mempedulikannya. Keduanya terdiam bersama untuk beberapa saat.

Setelah jeda berlalu tanpa ada kata terucap di antara keduanya, raut wajah Tenma mendadak berubah. Cengiran sinis mulai mengembang di wajahnya. Pemandangan yang bisa terbilang jarang—biasanya anggota Shinobi ke 5 itu selalu memasang cengiran bodoh yang sudah seperti menempel permanent di wajahnya. Tenma hanya berwajah seperti itu apabila terbesit sebuah ide mesum di kepalanya.

"Don't forget you're the one who tempted me, Belle."

"Hn? What do you me—mmph!"

Tenma menundukkan wajahnya lalu merengkuh wajah Saga dengan lembut. Ia dengan seenaknya menyelusupkan lidahnya masuk ke dalam rongga mulut Saga. Menjilat satu-persatu deretan gigi Saga yang sempurna.

Saga bukannya keberatan—Sejujurnya ia justru senang kalau Tenma yang berinisiatif duluan. Tapi karena gengsinya yang setinggi langit, Saga selalu berlagak seperti menolak pada awalnya. Nanti kalau sudah melewati jangka waktu tertentu, tanpa perlu diminta Saga akan berinsiatif dengan sendirinya dan menjadi sangat kooperatif.

"You just said that I should do 'something' to forget about it right?" Tenma tersenyum mesum lalu menjilat bibir atas Saga dan menghisapnya. Saga mengerang nikmat. "Then you should take the consequences, honey."

Saga kembali mengerang seketika tangan Tenma menekan-nekan nipplenya hingga menegang. Namun erangannya tidak bertahan lama karena Tenma langsung mengunci mulutnya dengan ciuman panas yang membuat Saga secara instant tenggelam dalam kenikmatan.

Saga mengalungkan kedua tangannya pada leher Tenma, memastikan pacarnya tidak pergi meninggalkannya sebelum ia benar-benar puas.

Tentunya Tenma memang tidak berniat meninggalkan Saga. Namun yang tidak diketahui oleh Saga, sekarang di dalam otak Tenma terbesit sebuah ide mesum yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. (Dan mungkin Saga sedikit terkesima oleh mesumnya otak Tenma saat semua ini telah berakhir nanti.)

Mendadak Tenma menarik diri lalu tersenyum nakal. Lalu ia mengangkat tubuh Saga dan menggendongnya dengan bridal style ke arah meja makan.

"What the fuck?!" Saga secara spontan langsung berontak. "Tenma! Put me down!"

Tenma membaringkan tubuh Saga di atas meja makan lalu menciumi jenjang leher Saga. Perlahan ciuman lembut itu berubah menjadi hisapan yang membuat Saga melenguh pelan. Dan semakin bertambah intensitas permainan mereka, hisapan tersebut berubah menjadi gigitan kecil yang meninggalkan bekas kemerahan yang menjadi bukti kepemilikan Tenma atas Saga.

"Aahn… Nngh, Te-Tenma."

Tenma masih menjilati jenjang leher Saga dan sesekali turun ke nipple Saga yang sudah menegang. Prince of Shinobi itu langsung mengerang nikmat.

"Aaaah! Aaahn… N-No, Te-Tenma…"

Satu gigitan terakhir dan Tenma menarik diri. Saga bisa melihat kalau pacarnya tersenyum sinis, tidak lagi berwajah bodoh seperti biasanya.

"Now, shall we proceed to the 'main show'?"


Tubuh Saga mengelinjang saat Tenma dengan sengaja menumpahkan whipped cream ke atas tubuhnya, lebih tepatnya di atas nipplenya. Tenma tersenyum kecil lalu mengambil sebuah cracker di dekatnya. Ia dengan sengaja mengenai whipped cream yang berada di atas nipple Saga dengan crackernya lalu memakannya.

Saga menggigit bibir menahan erangannya. Tenma tersenyum puas dan kembali mengulanginya pada nipple yang satunya. Reaksi Saga sungguh menggemaskan di mata Tenma. Anggota shinobi ke 5 itu kembali tersenyum sinis.

"Well, well, I guess I should arrange the main dish right now." ujarnya dengan suara rendah. Ia berbisik kepada Saga, "Stay still, Belle."

Saga bukannya suka diperlakukan seperti itu. Ingat kan kalau harga diri Saga itu setinggi langit?

Tapi bukan Tenma namanya kalau tidak bisa membuat Saga menggorbankan harga dirinya yang setinggi langit dengan menawarkan kenikmatan yang tidak bisa ditolak oleh Saga.

Saga tetap pada posisinya saat ia melihat Tenma mulai mengambil satu-persatu makanan dari dalam lemari es. Ia kembali melihat cengiran sinis Tenma. Ah, wajah Tenma benar-benar terlihat sangat mesum sekarang.

"Well, what should I put first?" tanya Tenma dengan pose sok berfikir.

Ia melihat Saga lalu tersenyum nakal dan mengambil flavoured cheese cubes. Dengan satu gerakan cepat ia membuka plastik pembungkusnya. Perlahan ia meletakan keju balok itu di sekitar perut Saga, berhasil membuat dada Saga naik turun secara spontan.

Tenma tersenyum lalu mencium bibir Saga, mengadu lidah sebentar sebelum kembali menarik diri.

"What's next?" tanya Tenma masih dengan cengiran mesum di wajahnya. "Hm, Maybe I should spread this dressing?"

Ia mengambil dressing yang biasa ia gunakan pada salad kesukannya dan meneteskannya di sekitar perut Saga. Seketika cairan kental yang bersuhu lebih rendah daripada suhu tubuhnya menetes turun dari sekitar perut ke pinggangnya, Saga menahan nafas.

"Nngh… Da-Dammit, don't play with me any-aah... anymore."

"Who said I'm playing with you? I'm 'eating' you, my dear."

Tenma menjilati dressing di daerah perut Saga dan mulai memakan keju balok dengan rasa Barbeque. Ia tersenyum puas saat memandangi wajah Saga.

"Fu-Fuck! Aaahn!"

Saga kembali mengerang saat Tenma memutar dan menekan-nekan nipplenya dengan tak sabar. Ibu jari Tenma yang bermain-main dengan nipplenya membuat nafas Saga semakin tidak beraturan. Dada Saga naik turun, wajahnya mulai merona merah layaknya apel matang siap santap.

Tenma merengkuh wajah Saga lalu kembali menciumnya. Kali ini Saga kembali mengalungkan tangannya di leher Tenma agar pacarnya tidak seenaknya pergi lagi sebelum ia puas.

Saga dengan tidak sabar menggigit bibir Tenma, menjilatnya sebentar lalu menyelusupkan lidahnya untuk kembali beradu lidah. Sebelah tangan Saga turun merengkuh wajah Tenma, ia memutar wajahnya lalu mendorong tengkuk Tenma dengan sebelah tangannya yang lain.

Deep kiss berdurasi sekitar 3 menit itu membuat Tenma dan Saga sama-sama kehabisan nafas. Keduanya menarik diri untuk mengambil pasokan oksigen.

Tenma tersenyum seduktif pada Saga, "You're such a naughty boy, Belle. You shouldn't tempt me like that."

"E-Enough with this, ju-just fuck me now, Tenma."

Tenma meletakkan telunjuknya pada bibir Saga sambil tersenyum. "Be patient, honey."

"I don't want to wait any longer. Just fuck me no—!"

Saga tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena Tenma memasukan sebutir buah anggur ke dalam mulutnya. Ia kembali melihat pacarnya tersenyum mesum. Heran, apa perut lapar membuat Tenma gampang ketempelan setan mesum ya?

"Ssh, be quiet and let me enjoy 'the show' first, Belle."

Tenma kembali menumpahkan whipped cream pada nipple Saga, namun kali ini ia tidak lagi menggunakan cracker. Ia memilin nipple Saga bersama dengan whipped cream itu dengan ibu jari dan telunjuknya. Saga hanya dapat mengerang tertahan dengan buah anggur yang masih di dalam mulutnya.

Tenma beralih kembali pada bibir Saga, menjilatnya sebentar lalu tanpa permisi ia menyelusupkan lidahnya masuk dan dengan seenaknya merebut buah anggur di dalam mulut Saga.

Laki-laki kelahiran 13 Oktober itu memandangi pacarnya yang ketara sekali sudah tidak sabar. Ia juga menyadari kalau sedari tadi celana Saga terlihat 'lebih ketat' apabila dibandingkan dengan keadaan normal.

"You want it now?"

"A-Are you deaf? I already asked you to fuck me. Isn't that clear enough?"

"Tell me how bad you want it." ujar Tenma sambil tersenyum seduktif. Ia berbisik pada telinga Saga dengan suara rendah yang menggoda. "Tell me, cause you'll get what you want."

"I-I want it… badly. Fuck me now, Tenma."

"Well said."

Tenma mencium pipi Saga lalu tersenyum tipis. Saga tidak begitu memperhatikan lagi, matanya hanya tertuju pada gerakan tangan Tenma yang tengah menurunkan resleting celananya. Ia menggigit bibir dengan tak sabar.

Jari telunjuk Tenma mencolek whipped cream yang tersisa di sekitar nipple Saga lalu berjalan ke ujung meja dan menurunkan celana Saga hingga pakaian dalamnya. Tanpa peringatan, Tenma langsung menyelusupkan jari telunjuknya yang basah oleh whipped cream masuk ke dalam lubang anus Saga.

"Aaahn… Te-Tenma…"

Tenma tahu kalau Saga tidak akan terpuaskan hanya dengan ini, karena itu ia kembali menambahkan jari kedua dan ketiga dalam jangka waktu yang tidak lama. Setelah ketiga jari itu berada di dalam, ia mengatur tempo gerakan jarinya. Masuk, keluar, masuk, keluar.

"Aaah! Nnggh—Aaah! Te-Tenma! More!"

Tenma tahu apa yang diinginkan oleh Saga sekarang, jadi ia menarik ketiga jarinya dan menggantinya dengan sesuatu yang daritadi sudah ditunggu oleh Saga. Ia memposisikan dirinya pada lubang anus Saga lalu perlahan mendorongkan pinggangnya hingga penisnya tertanam sempurna di dalam anus Saga.

"Aaaaaaah! Aaaahn! Nng—Aah… Fuck, fuck… Te-Tenma! Move!"

Mengikuti perintah Saga, Tenma mulai bergerak dengan tempo pelan pada awalnya. Erangan Saga kembali terdengar memenuhi ruangan. Ritme nafasnya semakin tidak beraturan. Dadanya naik turun seirama dengan gerakan Tenma.

"Aahn! Aaah! Fuck! Tenma! Faster!"

Tenma merentangkan kaki Saga lalu menambah tempo irama permainan mereka. Wet sound mulai dapat terdengar tempat bersatunya tubuh mereka. Dengan sebelah tangan Tenma memainkan penis Saga yang sudah menegang, memainkannya dengan ibu jari dan sesekali menekan ujungnya hingga membuat Saga mengerang penuh kenikmatan.

"Aaaaahn! Oh fuck, Tenma! Fuck me harder!"

Tenma menggerakkan tangannya naik turun seirama dengan gerakan pinggulnya yang maju mundur. Semakin cepat dan cepat hingga membuat Saga nyaris terdengar seperti menjerit saat mengerang.

"Aaaaaaaaah! Aah! Aaahn! Aagh, Te-Tenma…"

Tenma menarik kaki Saga dan meletakkannya di atas pundaknya. Kedua tangannya meninggalkan pekerjaannya sementara dan berpegangan pada paha Saga. Ia kembali memaju-mundurkan penisnya masuk ke dalam anal Saga. Semakin cepat dan keras.

Satu hentakan dari Tenma berhasil mengenai sweet spot Saga dan membuat Saga mengerang keras.

"There! Do it there!"

Menuruti kemauan pacarnya, Tenma kembali berusaha mengincar tempat yang sama.

"Aahn! Aaah! Aaahn! Ah, fuck! Aaah! Aaahn!"

"Nngh, Be-Belle…"

Saga benar-benar seperti orang yang kecanduan, ia sepenuhnya takluk pada kenikmatan yang diberikan oleh Tenma. Suara erangan penuh kenikmatan menggema di seluruh ruangan apartement.

"Aaah, Te-Tenma, I think I wa—aah! I think I wanna c-cum!"

"Me too, nnngh, this feels damn good."

"Faster, Tenma! Fuck me faster!"

"Nngh, Be-Belle!"

"Te-Tenma! Tenma! Tenmaaa! Aaahn! Aaaah! Aaaah!"

Sekali lagi Tenma mengenai prostate Saga dan membuat Saga mencapai klimaks. Ia mengerang sambil memanggilkan nama Tenma. Sementara Tenma menyusul tidak lama kemudian setelah penisnya semakin terhimpit oleh dinding rektum Saga yang menyempit saat sedang klimaks.

Keduanya sama-sama mengatur nafas.

Tenma memandangi Saga lalu tersenyum kecil dan mencium lembut bibir pacarnya. Saga membalasnya dengan lembut. Saat Tenma menarik diri, mata mereka kembali bertemu. Keduanya sama-sama memandangi satu sama lain tanpa berkata apa-apa. Namun pancaran mata keduanya sama-sama saling menunjukkan afeksi kasat mata.

"Tenma," panggil Saga dengan nafas yang masih terengah-engah. "As much as I enjoyed this, I won't help you clean up all the mess."

Tenma tertawa kecil lalu mengamati kekacauan yang disebabkan oleh 'permainan liar' mereka berdua.

"Seriously? I have to clean this all by myself?"

Saga membersihkan sisa-sisa makanan yang masih menempel di tubuhnya lalu beranjak bangun. Ia menarik wajah Tenma dengan sebelah tangan dan memberikan sebuah ciuman singkat. Setelah menarik diri, ia tersenyum sinis pada pacarnya, "Next time you better not play with your 'food'."

Saga tersenyum kecil lalu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Tenma dan segala kekacauan di meja makan itu sendiri.


End


Well? Tenma is such a lil pervert right? :D Te-hee!