Chalice07 : baiklah ini karya ku yang kedua, semoga kalian semua suka dengan ini (sebenernya saya sedang membuat 3 cerita tapi ujung-ujungnya belum selesai-selesai) jadi maklumin jika gaje *membungkuk*

Rin : oh ya, kalau kalian sempat-sempat ke fanfiction, tolong lihat karya author sarap ini ya, cari Game, terus grandchase, terus cari yang namanya sama seperti author ini *promosi mode : ON* dan baca karya lain author , oke?

Akira : kebanyakan ngoceh kau, seperti authornya

Rin : diam kau!

Chalice07 : baiklah kita mulai saja ceritanya, flea tolong warningnya.

Warning (suara Flea) : Gaje, aneh, ngaco, gak ada genre romantisnya, cacad, sarap, dll.

-happy reading-


10 years ago


Zraash (sound effect untuk suara hujan)

"kau benerang mau pergi, liz? Bukannya kita sahabat?" ucap seorang anak perempuan berambut warna Orange ke anak perempuan berambut berwarna kuning keemasan.

"tentu saja, karena mahluk setengah iblis dan setengah malaikat tidak diterima di Orca," ucap gadis itu sambil menangis.

"karena itu kamu merahasiakan kau adalah setengah iblis dan malaikat, walaupun kami adalah sahabatmu?" ucap seorang anak lelaki berambut warna coklat caramel.

"heehehe, maaf ya" ucap gadis berwarna keemasan.

"Liz, kau pindah ke venom dan di sekolah magic academy ,ya?" tanya gadis berambut warna orange.

"iya..." ucap gadis bernama liz itu.

"liz, ayo cepetan, kita harus berangkat" tiba-tiba ada suara wanita memanggil liz di mobil.

"oke, ma..., rin-chan, akira-kun, sayonara" ucap liz sambil berlinang air mata dan masuk ke mobil.

"sayonara, liz-chan," ucap gadis bernama rin.

"sayonara, Tsumi" ucap lelaki bernama akira.

Liz menangguk sambil berlinang air mata Dan mobil itu melaju cepat,

"Sayonara, liz, aku yakin akan kesanaaaa, karena persahabatan kita tidak akan putus secepat ituuu" teriak rin.

"... aku pulang dulu ya, ayako" ucap akira meninggalkan rin yang sedang menangis.

"eeeeh, jangan tinggalkan aku, kita kan sahabat"ucap rin dan mengejar akira yang sudah pergi menjauh.

'aku yakin, aku akan kesana bersama akira (?) karena kita bertiga sahabat' pikir rin sambil menatap langit yang biru dan ada pelangi karena habis hujan (sejak kapan?)


10 years passed


Di sebuah sekolah yang besar seperti istana (lebay mode : ON), di lorong sekolah terdapat 2 sosok, 1 lelaki dan 1 lagi perempuan, mereka sedang berlari

"hoi, ayako, kenapa aku harus kesini ? kau sendiri juga bisa kan?"tanya lelaki itu.

"karena kita bertiga sahabat, jadi kau harus ke venom juga , karena aku ingin reuni persahabatan komplit tanpa ada yang hilang" ucap ayako (atau dengan nama depannya rin) dengan mata berbinar.

"heh, terserah, aku Cuma pasrah saja" ucap lelaki itu bukan lain adalah akira ryouji.

"ngomong-ngomong..." ucap rin dengan muka pucat.

"?"

"...kita kelihatannya tersesat"lanjut rin sambil bermuka pucat sepucat mayat hidup (?).

"hmm... maklum lah, sekolahs sebesar ini mana mungkin tidak tersesat" ucap akira santai.

"kok kau malah santai?! Kita tersesat!"

"terus harus ngapain? Panik? Itu tidak membantu, Baka!"

"tapi, jika kita tidak menemukan jalan ke kelas, terus tidak di temukan orang, mencari jalan sampai 1000tahun lalu mati kering tanpa di ketahui orang? Aku gak maauu" ucap rin panik membuat akira sweatdropped karena rin terlalu mendramatisir.

Mereka tetap berlari,

BRUK!

Rin di tabrak seseorang sehingga jatuh sedangkan akira hanya diam saja dan melihat siapa yang menabrak rin sampai jatuh, dan dia melihat sosok gadis berambut hijau tua yang ikut-ikutan jatuh, di samping gadis itu terdapat gadis berambut biru langit bermata berwarna topaz, gadis berambut birulaut itu membantu gadis berambut hijau tua berdiri.

"kau baik-baik saja, luna?"tanya gadis berambut birulaut

"i,iya" balas gadis bernama luna dan dia mengulurkan tangannya untuk dibantu berdiri sama gadis berambut biru laut itu

"umm... kau baik-baik saja?"tanya luna sambil mengulurkan tangannya pada rin

"iya, maaf ya" ucap rin

"mustinya aku, aku gak lihat jalan" ucap luna

"BTW, kalian anak baru ya?"tanya gadis berambut birulaut.

"i,iya, namaku rin ayako, dan dia *nunjuk akira* akira ryouji"

"oh, namaku Flea hakame dan dia *nunjuk luna* luna kurogane"

"kalian pasti tersesat" ucap luna to the point

"iya" jawab rin "kenapa kalian tahu?" lanjutnya.

"umm.. sebenarnya kami juga tersesat" ucap luna dan flea bersamaan, cuman bedanya flea muka memerah malu dan flea dia kelihatan easy talk.

DOEEENG

'Sama saja donk?!' pikir akira dan rin sama sambil sweatdropped.

"yaaah, kita tinggal tunggu si duo kembar itu dan kaito datang nyariin nih" ucap flea easy talk.

"tapi kita tidak boleh terlalu merepotkan mereka melulu karena kita sering tersesat"ucap luna kaga setuju sama flea (?).

"awww, kalau akito yang mah kubilang gak kerepotan tapi khawatirin kamu sampai-sampai nyariin kamu waktu itu saat ilang di moonlight forest, fufufufu... cinta membara~" ucap flea dengan aura yang aneh.

Sedangkan akira dan rin yang mendengar mereka bicara hanya bengong kaga mengerti.

"maksudmu, flea?" tanya luna kelihatan gak mengerti.

"huuuh, kamu terlalu polos, gak mengerti arti cintaaaa~" ucap flea sambil manyun.

"?" luna masih kebingungan.

"muuuuh, payah!" flea mulai kesal dan pipinya digembungin ( seperti ini : XI)

Akhirnya mereka berdua (flea dan luna) membicarakan hal yang tidak di mengerti akira dan rin (soalnya gak tahu apa-apa).

"FLEA! LUNA!" tiba-tiba ada suara memanggil mereka berdua.

"Ah, aoi-chan, ai-chan, liz-chan, dan kaito-kun~" ucap flea sambil melambai-lambai tangannya.

"eh ,liz?" rin kaget dengan teriakkan flea dengan kata 'liz'.

Dan pas mereka mulai mendekat, rin dan akira kaget melihat sosok didepannya.

Gadis berambut kuning keemasan, matanya biru langit, rambutnya lurus, pita di rambutnya sangat cocok dengan warna rambutnya, dan mukanya mirip Liz.

"Liz?!" teriak mereka bersamaan (akira dan rin)

"eh,EEEEh, Rin-chan?!, Akira-kun?! Kenapa kalian disini?"tanya liz tidak percaya.

"huwweeee, liiiz. Rin kangeeen" ucap rin sambil memeluk liz.

"hahaha, aku juga, dan saya senang bertemu kalian berdua"

"umm... kalian sudah saling kenal ya?"tanya flea.

"iya, kami teman masa kecil" balas mereka bertiga.

"huwwaaa, kau beruntung, rin-chan. Berteman dengan queen 3 di sekolah ini" ucap flea sambil menepuk punggung rin

"queen 3?"tanya akira dan rin bersamaan.

"ya, setiap tahun terdapat pemilihan 6 queen sekolah dan 6 king sekolah, hanya gadis cantik dan terkenal yang bisa, sesuai vote, siapa yang paling banyak dialah yang jadi queen" ucap flea menjelaskan.

"hoo, siapa saja queen dan kingnya?"tanya rin.

"hehehe... lihat ini" ucap flea sambil menunjuk satu papan ternyata mereka ada di tempat papan pengumuman (aneh, masa masih nyasar saja),

6 queen dan 6 king tahun ini.

Queen :

1. Luna kurogane.

2. Flea hakame.

3. Liz tsumi.

4. Enma gardenias

5. Yuna kurogane

6. Ellina ogawa.

King :

1. Akito kurosaki

2. Azusa kurosaki.

3. Ryu jyousuke.

4. Kaito kurosaki.

5. Yuri kurogane

6. None.

"lho kok, ini none?"tanya rin sambil nunjuk nomor 6 bagian king.

"karena tidak ada, murid-murid sini Cuma memilih 5 saja satu lagi tidak, entah kenapa" ucap flea sambil mengangkat bahu.

"karena, saya gak terima, toki sujukawa jadi king keenam" tiba-tiba muncul perempuan sekitar berumur 17 tahun muncul.

Tentu saja munculnya perempuan itu membuat semuanya kaget (kecuali liz, akito, azusa, dan kaito)

"pagi, ibu kepala sekolah~" ucapan liz membuat rin kaget.

"eh, ibu kepala sekolah? Semuda ini?"tanya rin.

"muda? Jangan bercanda, dia sudah berumur 476 tahun" ucap laki-laki berambut biru tua dan matanya merah stroberry (?).

"apa?!" teriak akira dan rin bersamaan bisa dibilang kaga percaya.

"hehehe, jangan seperti itu ,kaito. Bibi kan masih muda~" ucap sambil mengelus-elus rambut kaito.

"walau, aku keponakanmu tapi jangan seenaknya mengelus rambutku , nenek tua" ucap kaito sambil death glare.

DJENG!

Semuanya membeku.

"huhuhu, kaito padahal saat berumur 5 tahun sangat lengket sama bibi, kok sekarang jadi dingin?"ucap bu sambil berlinang airmata.

"percuma kamu mengeluarkan airmata buaya, sora!" ucap kaito (contoh keponakan tidak bagus, manggil bibinya dengan namanya)

"hmm... mungkin dari ayahnya kali, kakak" muncul seorang gadis sekitar berumur 19tahun.

"kelihatannya" balas sora.

"bu guru , ryo. Kok ada disini?"tanya luna.

"hmm... hanya mencari murid baru yang hilang, eh..." ucapan ryooko terpotong melihat rin dan akira.

"kau rin ayako dan akira ryouji kan?"tanya nya

"iya" balas mereka bersamaan.

"kalian murid kelasku, kelas bintang = 11-2, kalian pasti belum kenal mereka kan?"tanya ryooko sambil menunjuk flea , luna, kaito, sikembar dan liz

"umm... saya sudah kenal kok, cuman mereka *nunjuk kaito dan si kembar* belum" ucap akira.

"baiklah, azusa, kaito, akito, kenalan!" perintah flea.

"elu siapanya gue? Sampai menyuruh gue" balas mereka (kaito dan sikembar) dengan dingin.

"kalian beraninya menolak perintah ku, mau kupajang foto memalukan (kelemahan mereka) kalian di bulletin sekolah?" tanya flea.

"eeeh?!"teriak mereka bertiga kaget.

"akito yang malu-malu melihat dandanan luna yang super cute, azusa yang tertindih buku-buku karena maruk membaca, kaito yang menyatakan cinta pada seika, akito yang waktu hallowen diisengin sync dan memakai baju cinerlella, azusa yang memakai baju snow whiet waktu saya isengin, kaito yang gak sengaja menjatuhkan vas bunga senilai 120.000.000 coin (mata duit di dunia fantasi yang saya buat *keinginan : saya coba saja ada dunia fantasi yang kaya saya inginkan* ), dll" ucap flea sambil menunjuk ratusan foto memalukan murid-murid sekolah magic academy.

"cih, baiklah" ucap si kembar bersamaan.

"asalkan bibi gak tahu aku memecahkan vas kesayangannya" ucap kaito sambil melirik sora yang sedang asyik berbicara dengan ryooko.

"*sigh* namaku kaito kazeki" ucap kaito dengan muka gak tulus.

"dan dia sudah mempunyai pacar, seika umekawa" teriak flea memakai toa.

"hei!" kaito kelihatan kesal'

"namaku azusa kurosaki" ucap azusa dengan muka merasa terganggu.

"namaku akito kurosaki" ucap akito dengan dingin sedingin es.

Deg...Deg...Deg...

Muka rin memerah melihat akito bisa dibilang fall in the love dengan akito,

Flea, sora, ryooko, liz, dan akira tahu kenapa rin memerah, yap, jatuh cinta pada akito.

"rin-chan, akito itu menyukai luna, jadi sangat susah kalau kau mau merebut hatinya" bisik flea ke rin.

Tentu saja rin kaget.

"ap-apa? Tentu saja aku tidak suka kok!" rin menyangkal.

"hehehehe" flea mengeluarkan senyum jahilnya.

"ada apa sih?"tanya akito, azusa , luna dan kaito (4 orang tidak peka)

"itu si rin suk—" sebelum flea menyelesaikan kata-katanya dia langsung ditutupin mulutnya.

"tidak ada apa-apa kok" ucap rin sambil menutup mulut flea.

"ngomong-ngomong pelajaran alchemy sudah selesai tadi lho"tiba-tiba ada suara perempuan tapi agak tenang

Semuanya menengok kearah sumber suara itu.

"yui?" ucap sora dan ryooko melihat gadis berambut biru tua, warna matanya berbeda-beda, kanan biru, kiri merah dan dia memakai kacamata, rambutnya tergerai dan sepanjang punggung.

"kalian murid kelas bintang 12-2 kan?" tanya yui ke akira dan rin.

Akira dan rin mengangguk.

"kelas itu baru kuberi tugas, tugasnya adalah membuat potion, bahan-bahannya adalah water, muffy, dan daun pohon traynt, ini petanya tempat yang gampang menemui bahan-bahan itu" ucap yui ke akira, kaito, luna, azusa, rin, liz, akito dan flea.

"dadah, ayo kakak, bukannya kalian ada tugas" ucap yui tenang sambil menarik ryooko dan sora.

"kami pergi dulu ya~" ucap flea dan menarik luna "dadaaah~" lanjutnya

"eeeh?"luna kebingungan dan ditarik luna.

Dan mereka berlari jauh.

"*sigh* pasti dia menarik luna lagi untuk mengumpulkan foto-foto memalukan murid-murid sini, harus dicegah" ucap kaito dan mengejar flea.

"jangan sampai flea menggunakan luna sebagai kelinci percobaan" ucap akito dan mengejar flea.

"tinggal aku? *sigh* aku malas banget mengerjain tugas bu yui" keluh azusa dan pergi menuju perpustakaan (?).

"jadi tinggal kita?"tanya rin ke akira dan liz

Akira dan liz mngangguk.

"ayo kita ke..." rin memerhatikan peta "...kita ke moonlight forest" lanjutnya lagi.

"ayo, kesana" ucap liz


Chalice07 : huuf,selesai juga, capenya.

Rin : kok di bersambungkan

Chalice07 : malas, dan chapie selanjut baru saya munculkan mereka mengumpulkan bahan-bahan tugas, dan tentu saja gak gampang soalnya ada monsternya.

Rin :*gulp*

Chalice07 : nah, minna, tolong reviewnya ya (kebiasaan di fanfiction terbawa sampai ke fictionpress /hehe/)