ANGIN LALU

.

Sendiri di stasiun.

Seorang wanita duduk termangu.

Matanya memandang ragu.

Tubuhnya seakan layu.

Dalam wajah sendu.

Menatap kereta yang telah berlalu.

.

Hatinya bingung.

Kenapa ia mau menunggu?

Padahal semua terus melaju.

Apa bisa nanti bertemu?

Jika janji yang dikata suci adalah palsu.

Dan cinta adalah kebohongan bisu.

.

Akankah sang pria mengingatmu?

Jika yang ada hanyalah semu.

Sedang engkau cuma bergantung pada kalbu.

Percaya cerita dari masa lalu.

Bahwa jarak bukanlah halangan untuk bersatu.

Apalagi waktu!

.

Itulah angan lucu dari kepala dungu.

Hasrat kuat dari pikiran keruh.

Dusta lucu atas ikatan rapuh.

Dikira kuat sejatinya runtuh.

Sebab segalanya telah luluh.

Kenangan dulu biarlah berlalu.

.

Semuanya hanya angin lalu.

.

(Jakarta, 19 Agustus 2012)