Curahan Remuk Redam

.

Ketika bahasa tak lagi sejalan dengan pikiran,

mungkinkah suatu kata bisa diucapkan?

Selain terdiam dan saling bertatapan,

duduk berdua lalu hanyut dalam kesunyian.

Bertanya "mengapa" tanpa ada jawaban,

berujar "kenapa" tanpa mendapat balasan.

Niat berujar hati tenggelam dalam kesendirian,

salah sedikit datanglah keputusasaan.

Kesadaran lantas bersua kegilaan,

bersuara lantang mereka maju menantang.

Ledakan keras perasaan terpendam,

Ungkapkan isi hati remuk redam.

.

(Jakarta, 20 Agustus 2012)