Kala Renjana Melanda

.

Kala renjana melanda

Biarlah cinta tetap di dada

Sebab hanya engkaulah yang aku cinta

Walau karena itu aku harus menderita

Karena cinta adalah penderitaan

Keanehan mutlak produk kemanusiaan

.

(Jakarta, 20 Agustus 2012)