Jujurlah

© Alitheia

;

Jujurlah
Jika kau memang masih ingin bersamanya
Jika kakimu masih ingin menapaki jalan beriringan dengan langkahnya
Jika kau masih ingin menyapukan jemarimu di pipinya

Jujurlah
Kalau tanganmu masih ingin menggandeng tangannya
Kalau matamu masih ingin memandang wajahnya
Kalau bahumu memang hanya disiapkan untuknya

Tidak

Tidak?

Kalau tidak—
Mengapa matamu masih terus terarah padanya?
Mengapa bibirmu masih terus mengucap namanya?
Mengapa dalam benakmu masih terus ada dirinya?

Dia—

—selalu dia, dia, dan dia lagi

Jujur sajalah
Bahwa kenyataannya kau masih ingin kembali padanya
Bahwa kehadiranmu di sisiku hanyalah formalitas semata
Bahwa kau memang diciptakan hanya untuknya

Jujur sajalah
Bahwa kau hadir hanya untuk menenangkan perasaan bersalah di hatimu
Bahwa kau menemaniku karena takut jika tidak maka akan menyakitiku
Bahwa kau sebenarnya sedang menghitung berapa lama lagi waktu

Tidak

Kenapa tidak?

Jujurlah
Aku tidak akan marah
(Tapi kumohon beritahu aku yang sesungguhnya—
bersamaku, apa kau bahagia?)


A/N: Hadir lagi sebuah puisi gaje yang entah bagaimana bisa ditulis oleh saya ini (jangan kira ini pengalaman -_-). Dan biarpun benda abal ini ga nyambung, adakah yang mau berbaik hati review untuk memberikan kritik, saran, kesan, dan pesan? :3