Apakah kau mengerti bahwa seluruh manusia berbeda?

Pertanyaan itu selalu muncul di kepalaku ketika kita bertengkar mengenai sesuatu, seperti ke mana kita seharusnya menghabiskan Minggu pagi kita atau makanan yang kita ingin konsumsi untuk menikmati senja di pantai.

Aku benar-benar tidak masalah dengan selera payahmu karena aku ingin mempelajarimu sepenuhnya, mengetahui seluk-beluk perasaanmu dalam sekedip mata, tapi lebih banyak masa di mana kau tidak mau mengerti akan kemauanku, jadi aku membalas dengan sikap aku-juga-tak-mau-mengerti.