Ini sedikit selingan dari cerpen sebelumnya, Boleh Aku Mengingatnya? Yang mengisahkan tentang—sebenarnya Alm. Leopard Nasution Dojo alias Leonardo (28/08/96-19/10/11), yang kebetulan menderita kebutaan akibat ilmu guna-guna seseorang, namun 90% cerita ini karangan. Kebetulan tanggal ulang tahunnya saja yang sama. Dan kematiannya—tidak ada sangkut paut dengan cerita nyata. So, selamat membacanya ;3 Oh, itu ceritanya Reo membuat surat pada tanggal 24 Agustus 2011, 2 hari sebelum kematiannya.

Surat, Aku Lupa Kapan Membuatnya

Entah berantah, jangan tanya tanggal berapa, 2011

Untuk… Siapapun aku tak tahu,

di… Entahlah, tidak tahu.

Dengan hormat,

Aku tak tahu siapa yang akan membacanya. Tapi yang kuinginkan hanya menyampaikan apa yang ingin kusampaikan pada pembaca suratku ini. Anggap sajalah untuk diriku sendiri. Aku—katanya sih kalau tidak salah dengar, penyakitku adalah radang otak. Sudah, aku hanya ingat itu. Hahaha, jangan kaget dan pikiran aneh-aneh. Aku tak selemah itu dan takkan bunuh diri dengan gampangnya. Aku percaya, kok. Kalau sebentar lagi aku akan kembali sehat dan bisa bermain sepuasnya lagi. Yah, nggak lupa juga belajar yang rajin dan tekun. Aku tak mau menyia-nyiakan beasiswa ke universitas bagus. Siapa tahu aku bisa masuk jurusan—oke, lupa lagi. Maaf ya, surat. Aku memang pelupa, dan selalu pelupa.

Ngomong-ngomong, akhir-akhir ini kepalaku semakin pusing. Tapi aku senang karena hari ini adalah hari Rabu, jadi aku bisa menuliskan surat kepada—diriku sendiri, mungkin. Dan Alhamdulillah, aku masih ingat dengan nama teman-temanku. Walau kadang aku harus menebak-nebak. Buku catatanku bertambah tebal, seiring dengan daya ingatku yang sepertinya melemah.

Kalau tak salah, dokter pernah bilang kalau penyakitku bisa disembuhkan. Tapi—ibuku tidak mau. Kenapa ya? Aku pun menerka-nerka kenapa alasannya. Setelah kutanya, rupanya aku bisa kehilangan semua ingatanku. Aku tak mau, aku tak mau hidup tanpa kenangan yang jelas.

Kemarin aku sempat tumbang 2 hari, menyenangkan adalah ketika melihat teman-teman kelasku, Afrizal, Newbie (itu nama aslinya apa panggilan ya? Auk ah gelap), terus—duh 4 orang lagi aku lupa siapa berkunjung ke rumah dan menjengukku. Aku senang sekali, memiliki teman yang baik seperti mereka. Walau sepertinya aku akan kehilangan kenangan tentang mereka.

Oh, kuucapkan terimakasih pula kepada Ibu sama Bapak. Ibu walau sakit tetap saja ngotot ngurusin. Bapak, seperti biasa semakin ramah—gue sendiri nggak tahu itu bapak kesurupan jin baik atau apa karena tiba-tiba ramah begitu. Hehe, jangan kasih tau Bapak ya. Gue sebenarnya sayang banget sama Bapak. Karena dia sudah bikin gue makin ganteng suka matematika. Eh, apa itu Ibu ya yang bikin begini? Tau lah, saya tak ingat.

Baiklah, kurasa surat singkat ini nanti malah jadi kepanjangan. Sekian dulu, ya. Surat ini jangan dibuang ya, Bu. Anggap saja kenang-kenangan dariku :) Kasih tau teman-temanku kalau mereka berkunjung dan ketika aku sedang tak ada dirumah.

Oh, pesan-pesan singkat untuk kalian:

-Ibu dan Bapak, Reo sangat berterimakasih karena Bapak dan Ibu sudah membuat Reo bahagia sampai detik ini :)

-Afrizal—atau Ical dkk, Kapan kita main PS2 lagi, nih? Haha! Sukses selalu ya, jangan lupa bawain kado. Bentar lagi kan ulangtahun kita berdua :D hahaha

-Agem, ups, maksudnya Gema, ayo jangan makan mulu ah. Ntar gendut baru tau rasa :D peace deh kawan.

-Anak-anak kelas XII-D, sehat selalu buat kita. Sukses UN2012! You're rock, guys! \m/

-Rekan-rekan kelas XII yang kebetulan sering mengganggu saya :))

-Semua teman-temanku yang tak dapat kusebut namanya (maaf saya lupa) :|

Salam Hangat

Untuk kalian semua yang membaca

Leonardo