Apalah kuasaku menampik pesonamu

Apalah dayaku berpaling dari medanmu

Apalah bisaku terdiam dalam sanjunganmu

Kau menatap seolah aku hadiah terindah

Seolah musibah tiada lagi kan merambah

Seakan tiada lagi duka yang kan menjamah

Nyatanya semua semu

Nyatanya semua khayal bisu

Kenyataannya pahit menghujam kalbu

Benar, kau beri segala

Kau beri bahagia

Tapi kau juga beri luka

Nyata

Namun rekayasa

Maya

Namun fakta

Hanya aku yang merasa

Menari dalam indahnya utopia

Merajut indah asa

dalam kejam dunia